Tips Interview Kerja ke Luar Negeri: Bisa Langsung Nego Gaji

Interview kerja ke luar negeri tentu berbeda dengan sekadar mengirim CV. Setelah mendapatkan panggilan interview, pelamar perlu mempersiapkan diri karena biasanya ada beberapa tahap yang harus dilewati sebelum akhirnya mendapatkan kontrak kerja.

Berdasarkan pengalaman seorang pekerja yang telah beberapa kali mengikuti proses rekrutmen di luar negeri, interview dapat berlangsung secara online menggunakan berbagai platform seperti WhatsApp, Zoom, maupun Microsoft Teams. Jadi, pelamar tidak selalu harus datang langsung ke negara tujuan hanya untuk mengikuti interview.

Tiga Tahap Interview Kerja ke Luar Negeri

Dalam pengalaman yang diceritakan, proses interview pertama kali dilakukan dengan user, kemudian dilanjutkan dengan HRD, dan tahap terakhir dengan Hotel Manager atau General Manager (GM).

Namun, susunan interview bisa berbeda-beda tergantung perusahaan. Ada perusahaan yang melakukan interview pertama dengan HRD, tetapi dalam pengalaman ini justru user yang menjadi tahap pertama.

Setiap tahap memiliki tujuan yang berbeda. Karena itu, cara mempersiapkan diri juga perlu disesuaikan dengan siapa yang melakukan interview.

1. Interview dengan User: Tunjukkan Skill dan Kemampuan

Tahap pertama dengan user menjadi bagian yang sangat penting karena user merupakan pihak yang nantinya akan bekerja langsung dengan calon karyawan.

User biasanya merupakan manajer atau pimpinan di departemen tempat calon pekerja akan ditempatkan. Karena itu, mereka ingin mengetahui apakah kemampuan pelamar benar-benar sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

Dalam pengalaman tersebut, interview dengan user dapat berlangsung cukup lama. Interview pertama bahkan berlangsung sekitar 45 menit, sedangkan interview dengan user yang paling cepat sekitar 30 menit.

Pertanyaan yang diberikan lebih banyak berkaitan dengan kemampuan dan pekerjaan yang nantinya akan dilakukan.

Misalnya, user akan menjelaskan situasi atau pekerjaan yang ada di tempat mereka, kemudian menanyakan apakah pelamar mampu mengerjakannya.

Jadi, hal yang paling penting dalam tahap ini adalah skill dan kemampuan yang relevan dengan posisi yang dilamar.

Tips menghadapi interview dengan user

Jangan hanya menjawab pertanyaan secara singkat. Gunakan kesempatan ini untuk menunjukkan kemampuan yang benar-benar dimiliki.

Pelamar perlu bisa menjelaskan pengalaman, skill, dan cara menyelesaikan pekerjaan yang berkaitan dengan posisi yang dilamar.

Intinya, buat user yakin bahwa Anda adalah orang yang tepat untuk mengisi posisi tersebut.

2. Interview dengan HRD: Kenali Perusahaan

Jika berhasil melewati tahap user, biasanya proses berlanjut ke HRD.

Menurut pengalaman tersebut, interview dengan HRD cenderung lebih formal. Pertanyaan dapat berkaitan dengan pekerjaan sehari-hari, pengalaman kerja, hingga pertanyaan yang bersifat psikologis.

Namun, ada satu hal penting yang sebaiknya dipersiapkan sebelum interview HRD, yaitu mempelajari perusahaan atau brand hotel yang akan dilamar.

Jangan datang ke interview tanpa mengetahui perusahaan yang dituju.

Cari tahu mengenai brand hotel tersebut, kapan didirikan, berasal dari mana, siapa pemiliknya, berada di negara mana saja, hingga apa yang menjadi nilai atau karakter dari brand tersebut.

Tujuannya agar ketika HRD bertanya mengenai perusahaan, pelamar tidak terlihat belum melakukan persiapan.

HRD ingin mengetahui seberapa jauh pengetahuan calon pekerja mengenai perusahaan yang akan menjadi tempatnya bekerja.

3. Interview dengan General Manager

Tahap terakhir dalam pengalaman tersebut adalah interview dengan GM atau General Manager.

Dibandingkan interview pertama, tahap ini justru berlangsung jauh lebih singkat. Bahkan bisa hanya sekitar lima menit.

Pertanyaannya juga relatif sederhana, seperti menanyakan kabar dan kesiapan untuk bergabung dengan perusahaan.

Dalam pengalaman yang diceritakan, ketika sudah sampai tahap interview dengan GM, peluang diterima dianggap sudah sangat besar karena sebelumnya calon pekerja telah melewati proses dengan user dan HRD.

Meski demikian, tetap jangan menganggap tahap ini sebagai formalitas yang bisa disepelekan. Tetap bersikap profesional dan tunjukkan kesiapan untuk bergabung dengan perusahaan.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Membicarakan Gaji?

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah pelamar boleh menanyakan gaji saat interview.

Jawabannya, berdasarkan pengalaman tersebut, boleh.

Bahkan jika merasa percaya diri dengan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki, pelamar berhak menanyakan mengenai kompensasi yang ditawarkan.

Namun, jangan menjadikan gaji sebagai satu-satunya pembahasan sejak awal interview.

Ada banyak hal lain yang perlu diketahui terlebih dahulu, seperti benefit, tanggung jawab pekerjaan, dan berbagai fasilitas yang diberikan perusahaan.

Pembahasan mengenai gaji dapat dilakukan ketika interviewer memberikan kesempatan untuk bertanya.

Dalam pengalaman tersebut, pertanyaan mengenai gaji bahkan sudah pernah disampaikan sejak interview pertama dengan user.

Jangan Takut Melakukan Negosiasi Gaji

Negosiasi gaji bukan sesuatu yang harus ditakuti, terutama bagi pelamar yang sudah memiliki pengalaman kerja.

Jika sebelumnya mendapatkan gaji tertentu dan perusahaan baru menawarkan angka yang lebih rendah, jangan langsung menerima atau menolak. Pertimbangkan keseluruhan paket yang diberikan.

Misalnya, gaji memang lebih kecil, tetapi perusahaan memberikan benefit yang lebih baik atau menawarkan jenjang karier yang lebih menarik.

Jadi, jangan hanya melihat angka gaji. Perhatikan juga benefit, fasilitas, dan peluang perkembangan karier yang ditawarkan perusahaan.

Bahkan Ada Perusahaan yang Memberitahukan Budget Gaji Sejak Awal

Dalam beberapa proses rekrutmen, perusahaan bahkan sudah mencantumkan budget gaji melalui email ketika mengundang kandidat untuk interview.

Jadi, perusahaan dapat mengatakan bahwa mereka tertarik dengan CV pelamar dan ingin melanjutkan ke tahap interview, tetapi sebelumnya mereka memberitahukan kisaran atau budget gaji untuk posisi tersebut.

Hal ini sebenarnya dapat menghemat waktu kedua belah pihak.

Perusahaan tidak perlu melakukan serangkaian interview jika ternyata kandidat tidak cocok dengan gaji yang ditawarkan. Begitu pula kandidat tidak perlu menghabiskan waktu mengikuti beberapa tahap interview jika sejak awal kompensasinya tidak sesuai dengan harapan.

Setelah Interview, Jangan Langsung Tanda Tangan Kontrak

Jika seluruh proses interview berhasil dilewati, tahap berikutnya biasanya adalah menerima surat kontrak kerja atau Letter of Intent (LOI).

Pada tahap ini, jangan terburu-buru menandatangani dokumen tanpa membacanya.

Kontrak kerja bisa terdiri dari beberapa halaman dan berisi berbagai ketentuan mengenai pekerjaan.

Karena itu, biasakan untuk membaca kontrak secara menyeluruh dan memahami apa saja yang tertulis di dalamnya sebelum memberikan persetujuan.

Kesimpulan

Interview kerja ke luar negeri membutuhkan persiapan yang berbeda di setiap tahap.

Pada interview dengan user, fokuslah menunjukkan skill, pengalaman, dan kemampuan yang sesuai dengan pekerjaan.

Pada interview HRD, selain menjawab pertanyaan dengan baik, pastikan sudah mempelajari perusahaan atau brand yang dilamar.

Pada interview dengan GM, tetap bersikap profesional dan tunjukkan kesiapan untuk bergabung.

Sementara untuk masalah gaji, jangan takut bertanya atau melakukan negosiasi. Jika sudah memiliki pengalaman dan merasa kemampuan yang dimiliki sesuai dengan posisi tersebut, pembahasan mengenai gaji merupakan bagian yang wajar dalam proses rekrutmen.

Yang terpenting, jangan hanya melihat nominal gaji. Pertimbangkan juga benefit, fasilitas, dan peluang karier yang ditawarkan.

Dan ketika akhirnya mendapatkan kontrak kerja, baca seluruh isi kontrak dengan teliti sebelum menandatanganinya.