Cara Dapat Kerja di Malaysia Tanpa Agen: 7 Tips yang Perlu Dipersiapkan
Bekerja di Malaysia tanpa menggunakan agen bukan sesuatu yang mustahil. Dengan mencari informasi sendiri, membangun networking, memperbaiki CV, dan memanfaatkan platform lowongan kerja, peluang untuk mendapatkan pekerjaan di Malaysia bisa semakin terbuka.
Pengalaman ini dibagikan berdasarkan pengalaman pribadi seseorang yang mencoba mencari peluang karier di Malaysia. Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi orang Indonesia yang ingin mencoba bekerja di Malaysia, khususnya di Kuala Lumpur.
Berikut beberapa tips yang dapat dipersiapkan.
1. Lakukan Riset Terlebih Dahulu
Langkah pertama sebelum mencari pekerjaan adalah melakukan riset.
Cari tahu terlebih dahulu jenis pekerjaan apa saja yang banyak ditawarkan perusahaan di Malaysia. Kuala Lumpur menjadi salah satu wilayah yang banyak memiliki peluang pekerjaan, selain Penang.
Dengan melakukan riset, calon pekerja bisa mengetahui pekerjaan apa yang tersedia dan apakah posisi tersebut sesuai dengan latar belakang pendidikan serta kemampuan yang dimiliki.
Jangan langsung mengirim lamaran tanpa mengetahui terlebih dahulu jenis pekerjaan yang memang sedang dibutuhkan.
2. Bangun Networking
Networking menjadi salah satu hal yang dianggap penting dalam mencari pekerjaan di Malaysia.
Manfaatkan media sosial dan berbagai platform profesional untuk mencari kenalan baru yang bisa memberikan informasi mengenai peluang kerja.
Salah satu platform yang dapat digunakan adalah LinkedIn. Calon pekerja dapat memperbanyak koneksi dengan HR maupun orang-orang yang bekerja di perusahaan Malaysia.
Dari koneksi tersebut, informasi mengenai lowongan pekerjaan yang sedang dibuka bisa lebih mudah diketahui.
Tidak harus langsung mendapatkan pekerjaan melalui kenalan tersebut. Yang terpenting adalah mendapatkan informasi dan membuka peluang baru.
3. Perhatikan Latar Belakang Pendidikan
Berdasarkan pengalaman yang diceritakan, peluang kerja di Malaysia lebih banyak ditemukan pada posisi yang meminta lulusan S1.
Ia mengaku belum banyak melihat lowongan yang secara khusus ditujukan untuk lulusan SMA. Namun, hal tersebut juga tidak berarti lulusan SMA sama sekali tidak memiliki peluang.
Untuk lulusan S1, menurut pengalaman tersebut, peluang untuk mencoba bekerja di Malaysia dinilai cukup terbuka.
Karena itu, sebelum melamar, perhatikan kualifikasi pendidikan yang tercantum dalam lowongan pekerjaan.
4. Buat CV yang ATS Friendly
CV menjadi salah satu bagian paling fundamental ketika mencari pekerjaan, terlebih jika ingin membangun karier di luar negeri.
CV yang bagus bukan berarti harus memiliki desain yang sangat menarik atau penuh dengan elemen visual.
Hal yang lebih penting adalah isi CV tersebut.
CV sebaiknya dibuat ATS friendly agar dapat dibaca oleh sistem yang digunakan HR dalam proses penyaringan kandidat.
Pengalaman kerja dan pencapaian juga perlu ditampilkan secara jelas. Jangan hanya mencantumkan pekerjaan yang pernah dilakukan, tetapi tuliskan juga berbagai pencapaian yang berhasil diraih.
Bahkan pencapaian kecil pun dapat dituliskan jika memang menunjukkan kemampuan atau keahlian yang relevan.
Hal ini penting karena seseorang bisa saja memiliki potensi yang sebenarnya sesuai dengan posisi yang dibuka, tetapi tidak lolos karena kemampuan tersebut tidak ditampilkan dengan baik di dalam CV.
5. Manfaatkan Platform Lowongan Kerja
Setelah CV siap, langkah berikutnya adalah memanfaatkan berbagai platform pencarian kerja.
Salah satu yang digunakan adalah LinkedIn. Selain untuk networking, LinkedIn juga dapat digunakan untuk melihat lowongan yang diposting oleh perusahaan maupun HR.
Selain LinkedIn, ada beberapa platform lain yang disebut dalam pengalaman tersebut, seperti JobStreet Malaysia, MauKerja.my, Ricebowl, dan Hiredly.
Dari beberapa platform tersebut, LinkedIn dan JobStreet Malaysia menjadi dua platform yang paling direkomendasikan berdasarkan pengalaman pribadi.
Salah satu kelebihan JobStreet Malaysia adalah pelamar dapat melihat perkembangan lamaran. Misalnya, apakah profil sudah dilihat oleh perusahaan atau apakah lamaran tidak lolos dalam proses penyaringan.
6. Persiapkan Kemampuan Bahasa Inggris
Bahasa juga menjadi hal yang perlu dipersiapkan.
Walaupun bahasa Indonesia dan bahasa Melayu memiliki sejumlah kemiripan, dalam lingkungan kerja profesional di Malaysia bahasa Inggris tetap digunakan.
Karena itu, kemampuan bahasa Inggris perlu terus ditingkatkan, terutama bagi orang yang ingin bekerja di lingkungan profesional.
Tidak harus langsung mampu berbicara seperti penutur lokal. Yang paling penting adalah mampu memahami komunikasi yang digunakan dalam pekerjaan dan terus belajar untuk meningkatkan kemampuan.
Selain bahasa Inggris, di Malaysia juga terdapat penggunaan berbagai bahasa lainnya. Namun, untuk kebutuhan pekerjaan profesional, kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu modal yang penting.
7. Persiapkan Diri untuk Interview
Interview menjadi tahap penting setelah CV berhasil menarik perhatian perusahaan.
Dalam pengalaman tersebut, penilaian interview tidak selalu hanya berfokus pada gaya bicara atau kemampuan seseorang menjawab dengan sempurna.
Hal yang juga penting adalah apakah calon pekerja mampu menjalankan tugas-tugas yang nantinya diberikan.
Karena proses penyaringan biasanya sudah dimulai dari CV, maka interview menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa kemampuan yang dituliskan di CV memang dapat diterapkan dalam pekerjaan.
Jangan Lupakan Doa dan Restu Orang Tua
Selain persiapan teknis seperti CV, networking, platform lowongan, bahasa, dan interview, pengalaman ini juga menekankan pentingnya doa.
Memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan dianggap sebagai bagian penting dalam mengejar impian.
Selain itu, meminta doa dan restu dari orang tua, terutama ibu, juga menjadi hal yang ditekankan.
Menurut pengalaman yang diceritakan, doa dan restu orang tua menjadi salah satu hal yang dianggap memberikan dukungan dalam perjalanan mendapatkan kesempatan bekerja di Malaysia.
Bangun Mindset dan Visualisasikan Tujuan
Hal lain yang dibagikan adalah mengenai manifesting atau Law of Attraction.
Pengalaman tersebut menggambarkan bagaimana seseorang membayangkan dirinya berada di Kuala Lumpur, termasuk membayangkan melihat Petronas Twin Towers.
Selain membayangkan tujuan, ia juga membuat jurnal dan menuliskan impian yang ingin dicapai setiap hari.
Menurut pengalaman tersebut, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses membangun keyakinan dan mindset, tetapi tetap disertai dengan usaha nyata.
Jadi, memiliki impian saja tidak cukup. Keinginan tersebut perlu diikuti dengan tindakan dan usaha untuk mencapainya.
Kesimpulan
Mendapatkan pekerjaan di Malaysia tanpa agen membutuhkan usaha dan persiapan.
Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:
Riset jenis pekerjaan yang tersedia di Malaysia.
Bangun networking dengan HR dan profesional melalui LinkedIn.
Perhatikan kualifikasi pendidikan dari setiap lowongan.
Buat CV yang ATS friendly dan tampilkan pengalaman serta pencapaian.
Gunakan platform lowongan kerja seperti LinkedIn dan JobStreet Malaysia.
Tingkatkan kemampuan bahasa Inggris untuk kebutuhan komunikasi profesional.
Persiapkan diri menghadapi interview dan tunjukkan kemampuan yang relevan.
Di luar persiapan tersebut, pengalaman ini juga menekankan pentingnya doa, restu orang tua, keyakinan, dan mindset.
Yang terpenting, jangan hanya berharap mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Tetap lakukan usaha secara nyata, terus memperbaiki diri, dan manfaatkan setiap informasi serta peluang yang tersedia.
Kesempatan untuk bekerja di Malaysia bisa dimulai dari langkah sederhana: riset, perbaiki CV, bangun koneksi, lalu berani melamar.


