Tips Ampuh Bisa Kerja di Malaysia: Pekerjaan, Dokumen, Gaji, dan Cara Aman Berangkat

Malaysia menjadi salah satu negara yang cukup banyak dipilih oleh pekerja Indonesia untuk mencari pengalaman dan penghasilan di luar negeri. Jenis pekerjaan yang tersedia juga cukup beragam, mulai dari restoran, pabrik, manufaktur, retail, hingga hotel.

Namun, sebelum memutuskan untuk bekerja di Malaysia, ada beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan. Mulai dari mengetahui jenis pekerjaan, kemampuan bahasa, biaya hidup, dokumen, hingga memastikan pekerjaan yang ditawarkan benar-benar resmi.

Jenis Pekerjaan yang Banyak Dilakukan Orang Indonesia di Malaysia

Menurut materi tersebut, ada beberapa jenis pekerjaan yang banyak dilakukan oleh pekerja Indonesia di Malaysia, antara lain:

  1. Food and Beverage (FnB)
    Misalnya bekerja sebagai kasir, pelayan restoran, atau pekerja di kedai makanan.

  2. Pabrik atau Kilang
    Di Malaysia, pabrik umumnya disebut dengan istilah kilang.

  3. Manufaktur dan Pembangunan
    Pekerjaan di bidang pembangunan, seperti pekerja konstruksi, juga menjadi salah satu pilihan.

  4. Retail
    Misalnya bekerja di toko pakaian atau toko lainnya.

  5. Housekeeping Hotel
    Pekerjaan membersihkan dan merawat area atau kamar hotel.

  6. Pengasuh atau Asisten Rumah Tangga
    Termasuk pekerjaan sebagai babysitter maupun asisten rumah tangga.

Dengan mengetahui jenis pekerjaan yang tersedia, calon pekerja bisa menentukan bidang yang paling sesuai dengan pengalaman dan kemampuan masing-masing.

Bahasa Inggris Dasar Bisa Membantu

Kemampuan bahasa juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.

Dalam materi tersebut, bahasa Inggris dasar disebut cukup diperlukan ketika bekerja di Malaysia. Kemampuan ini dapat membantu dalam berkomunikasi sehari-hari, terutama karena menurut pengalaman narasumber, banyak masyarakat Malaysia yang memahami bahasa Inggris dasar.

Karena itu, bagi yang masih memiliki kemampuan bahasa Inggris terbatas, tidak ada salahnya mulai mempelajari percakapan dasar sebelum berangkat.

Tidak harus langsung menguasai bahasa Inggris secara sempurna. Yang terpenting adalah mampu memahami dan menyampaikan kebutuhan dasar dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.

Ketahui Kota Tujuan Sebelum Berangkat

Salah satu tips yang cukup penting adalah mencari tahu terlebih dahulu mengenai kota yang akan dituju.

Misalnya ingin bekerja di Johor, jangan hanya mencari informasi mengenai pekerjaan. Cari tahu juga:

  • Transportasi yang tersedia.

  • Cara bepergian dari tempat tinggal ke tempat kerja.

  • Akses menuju tempat-tempat penting.

  • Perkiraan biaya hidup.

  • Kemudahan transportasi sehari-hari.

Menurut materi tersebut, kondisi kota dan transportasi dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari, termasuk biaya yang harus dikeluarkan dan kemudahan untuk bepergian.

Jadi, sebelum berangkat, sebaiknya calon pekerja tidak hanya fokus pada nominal gaji. Kondisi tempat tinggal dan akses transportasi juga perlu diperhitungkan.

Jangan Mau Bekerja Menggunakan Visa Turis

Hal yang paling ditekankan dalam materi adalah jangan menerima tawaran kerja yang hanya menggunakan visa turis.

Bekerja menggunakan visa turis dapat membuat seseorang berada dalam kondisi ilegal. Narasumber juga menceritakan adanya orang yang mendapatkan tawaran berupa pembuatan paspor dan tiket, tetapi tidak diberikan kontrak kerja maupun visa kerja. Kondisi seperti ini perlu diwaspadai.

Jangan mudah tergiur hanya karena pihak tertentu menawarkan keberangkatan gratis atau cepat.

Sebelum berangkat, pastikan ada pekerjaan yang jelas, kontrak kerja, serta dokumen kerja yang sesuai.

Cari Informasi Melalui Jalur Resmi

Untuk menghindari penipuan dan risiko bekerja secara ilegal, materi tersebut menyarankan calon pekerja untuk mencari informasi melalui BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia).

Calon pekerja dapat mencari informasi mengenai lowongan kerja maupun agen penyalur yang resmi melalui lembaga terkait. Tujuannya agar proses keberangkatan lebih aman dan tidak mudah tertipu oleh pihak yang menawarkan pekerjaan secara tidak jelas.

Hal ini penting karena bekerja secara ilegal dapat menimbulkan masalah hukum dan risiko pemulangan atau deportasi dari negara tujuan.

Siapkan Dokumen Sebelum Berangkat

Selain pekerjaan, dokumen juga harus dipersiapkan. Beberapa dokumen yang disebutkan dalam materi antara lain:

1. Paspor

Paspor menjadi salah satu dokumen utama untuk bepergian ke luar negeri.

Tidak harus menunggu sampai mendapatkan pekerjaan untuk membuat paspor. Jika memang sudah memiliki rencana bekerja di Malaysia beberapa tahun ke depan, paspor bisa dipersiapkan lebih awal. Dalam pengalaman narasumber, masa berlaku paspornya adalah 10 tahun.

2. Visa Kerja

Calon pekerja juga membutuhkan visa yang sesuai untuk bekerja di Malaysia.

Visa kerja berbeda dengan visa turis. Karena itu, jangan sampai berangkat dengan alasan akan bekerja tetapi dokumen yang digunakan hanya visa kunjungan atau turis.

3. Permit Kerja

Selain visa kerja, terdapat pula permit kerja yang berkaitan dengan izin seseorang untuk bekerja di Malaysia.

4. Kontrak Kerja

Kontrak kerja diberikan oleh pihak atau majikan yang menerima pekerja.

Kontrak tersebut penting karena berisi berbagai informasi mengenai pekerjaan, termasuk berapa lama pekerja akan tinggal atau bekerja di Malaysia, hak-hak yang diperoleh, hari libur atau cuti, serta gaji.

Sebelum menandatangani kontrak, pastikan membaca dan memahami isi perjanjian dengan baik.

Medical Checkup Juga Perlu Dipersiapkan

Calon pekerja luar negeri umumnya juga akan menjalani medical checkup.

Dalam materi tersebut, pemeriksaan kesehatan disebut sebagai salah satu bagian dari proses sebelum bekerja di luar negeri. Pemeriksaan ini berkaitan dengan kondisi kesehatan calon pekerja sebelum diterima bekerja.

Karena itu, calon pekerja sebaiknya mempersiapkan diri dan mengikuti prosedur pemeriksaan kesehatan yang ditentukan dalam proses keberangkatan.

Bagaimana dengan Gaji di Malaysia?

Dalam materi tersebut disebutkan bahwa gaji basic secara umum adalah sekitar RM1.700 per bulan berdasarkan update yang disampaikan narasumber. Namun, angka tersebut bukan berarti semua pekerjaan dan perusahaan memberikan gaji yang sama.

Selain gaji, calon pekerja juga perlu mencari tahu mengenai potongan, tempat tinggal, transportasi, lembur, serta fasilitas lain yang diberikan oleh perusahaan.

Dengan begitu, calon pekerja dapat memperkirakan berapa uang yang benar-benar bisa digunakan setelah memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kesimpulan

Bekerja di Malaysia bisa menjadi pilihan bagi masyarakat Indonesia yang ingin mencari pengalaman dan penghasilan di luar negeri. Jenis pekerjaannya cukup beragam, mulai dari FnB, kilang atau pabrik, manufaktur, retail, housekeeping hotel, hingga pekerjaan sebagai pengasuh.

Namun, jangan hanya fokus pada mendapatkan pekerjaan secepat mungkin. Ada beberapa hal yang harus dipastikan sebelum berangkat.

Mulailah dengan mencari tahu jenis pekerjaan dan kota tujuan, mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris dasar, memahami biaya hidup, menyiapkan dokumen, dan yang paling penting memastikan pekerjaan tersebut legal.

Jangan menerima tawaran kerja yang hanya menggunakan visa turis atau berangkat tanpa kontrak dan visa kerja yang jelas. Carilah informasi melalui jalur resmi agar risiko penipuan dan masalah hukum dapat diminimalkan.

Dengan persiapan yang matang, calon pekerja dapat berangkat ke Malaysia dengan lebih siap dan memahami apa saja yang akan dihadapi ketika sudah berada di negara tujuan.