Gaji Pekerja Kilang di Malaysia: Segini Penghasilan dan Pengeluaran Per Bulan

Bekerja di Malaysia sering dianggap sebagai cara untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Namun, apakah gaji basic pekerja kilang benar-benar cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mengirim uang ke Indonesia, dan masih bisa menabung?

Dalam sebuah pengalaman yang dibagikan oleh pekerja Indonesia di Malaysia, ia menceritakan secara terbuka mengenai gaji basic yang diterimanya, berbagai potongan, biaya hidup, hingga berapa uang yang masih bisa disisihkan setiap bulan. Pengalaman ini tentu bersifat pribadi, sehingga kondisi setiap pekerja bisa berbeda tergantung perusahaan, pekerjaan, tempat tinggal, dan pola pengeluaran masing-masing.

Gaji Basic Pekerja di Malaysia

Narasumber menceritakan bahwa dirinya telah bekerja di Malaysia selama lebih dari satu tahun. Ia bekerja dengan sistem 5 hari kerja dalam seminggu, yaitu Senin sampai Jumat, dengan jam kerja basic selama 8 jam per hari.

Dalam pengalaman tersebut, gaji yang diterima adalah sekitar RM1.700 per bulan. Narasumber juga menjelaskan bahwa dirinya tidak bekerja selama 12 jam dan tidak mengambil overtime pada Sabtu dan Minggu.

Jadi, angka tersebut merupakan gambaran dari pengalaman pribadi seorang pekerja yang bekerja dengan gaji basic, bukan patokan bahwa seluruh pekerja kilang di Malaysia pasti mendapatkan jumlah yang sama.

Ada Beberapa Potongan dari Gaji

Gaji RM1.700 tersebut tidak seluruhnya diterima sebagai uang bersih. Ada beberapa potongan yang harus diperhitungkan.

Beberapa potongan yang disebutkan narasumber antara lain:

  1. Potongan tempat tinggal sekitar RM50.

  2. Biaya listrik dan air (IDF) yang biasanya sekitar RM15 dan pada kondisi tertentu bisa mencapai sekitar RM30.

  3. Asuransi/SOCSO, yang dalam pengalamannya sekitar RM8–RM9 per bulan.

  4. KWSP, yang mulai diberlakukan untuk pekerja asing dalam beberapa bulan terakhir menurut pengalaman narasumber.

Setelah berbagai potongan tersebut, narasumber menyebutkan bahwa gaji bersih yang diterimanya sekitar RM1.590 per bulan.

Apakah RM1.590 Cukup untuk Hidup di Malaysia?

Menurut pengalaman narasumber, gaji bersih sekitar RM1.590 masih bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup apabila seseorang mampu menyesuaikan gaya hidup dengan kondisi keuangannya.

Ia menekankan pentingnya hidup sesuai dengan kemampuan dan tidak mengikuti gaya hidup yang terlihat di media sosial. Menurutnya, jika terlalu mengikuti tren pakaian, barang, atau gaya hidup yang ditampilkan di media sosial, gaji yang diterima bisa cepat habis.

Artinya, bukan hanya besar gaji yang menentukan apakah seseorang bisa bertahan di Malaysia, tetapi juga bagaimana cara mengatur pengeluaran.

Pengeluaran Makan Bisa Ditekan

Salah satu cara narasumber menghemat pengeluaran adalah dengan mengatur biaya makan dan belanja kebutuhan sehari-hari.

Ia menyebutkan bahwa untuk kebutuhan makan dan belanja, dirinya berusaha tidak mengeluarkan lebih dari sekitar RM50 dalam seminggu, dengan pengeluaran belanja tertentu bahkan sekitar RM30. Untuk kebutuhan seperti sabun, pasta gigi, dan perlengkapan mencuci, pengeluaran bisa lebih besar ketika stok habis, tetapi tidak dilakukan setiap bulan.

Dengan pola hidup hemat tersebut, narasumber memperkirakan sekitar RM400–RM500 per bulan sudah cukup untuk kebutuhan makan dan pengeluaran sehari-hari menurut pengalaman pribadinya.

Sebagian Gaji Dikirim untuk Kebutuhan Keluarga

Bekerja di luar negeri tidak selalu berarti seluruh gaji bisa ditabung sendiri.

Narasumber mengatakan bahwa salah satu pengeluaran rutinnya adalah membantu kebutuhan adiknya yang masih sekolah di Indonesia. Ia membiayai beberapa kebutuhan seperti SPP, biaya sekolah, dan uang bekal sehari-hari.

Ia juga menjelaskan bahwa dirinya tidak selalu memberikan uang langsung kepada orang tua. Sebagai gantinya, ia membantu memenuhi kebutuhan tertentu seperti membayar air dan kebutuhan keluarga lainnya.

Hal ini menunjukkan bahwa setiap pekerja memiliki tujuan keuangan yang berbeda. Ada yang bekerja untuk menabung, ada yang mengirim uang ke keluarga, dan ada pula yang harus membantu biaya pendidikan adik.

Berapa yang Bisa Ditabung?

Jika menggunakan perhitungan berdasarkan pengalaman narasumber, gaji bersihnya sekitar RM1.590.

Dari jumlah tersebut, ia memperkirakan:

  • Sekitar RM500 untuk makan dan kebutuhan sehari-hari.

  • Sekitar RM500 untuk membantu biaya sekolah adik.

  • Sisanya sekitar RM500-an dapat digunakan untuk tabungan atau kebutuhan lainnya.

Namun, jumlah yang bisa ditabung tidak selalu sama setiap bulan. Jika ada kebutuhan mendadak, dana darurat, atau membeli barang yang dibutuhkan, uang yang tersisa tentu bisa berkurang.

Gaji di Luar Negeri Tidak Selalu Berarti Banyak Uang

Salah satu pesan penting dari pengalaman ini adalah jangan langsung menganggap bahwa orang yang bekerja di luar negeri pasti memiliki banyak uang.

Narasumber secara terbuka mengatakan bahwa meskipun bekerja di luar negeri, dirinya tidak selalu memiliki uang dalam jumlah besar. Menurutnya, kondisi keuangan lebih tepat disebut cukup, bukan selalu berlebihan.

Kebutuhan keluarga, biaya hidup, kebutuhan pribadi, dan berbagai pengeluaran lainnya tetap harus dibayar.

Karena itu, calon pekerja yang ingin bekerja di Malaysia sebaiknya tidak hanya melihat angka gaji. Yang lebih penting adalah menghitung gaji bersih setelah potongan, biaya tempat tinggal, makan, transportasi, kebutuhan keluarga, dan kemungkinan pengeluaran tidak terduga.

Tetap Bisa Membeli Barang yang Diinginkan

Meski harus berhemat dan membantu keluarga, narasumber mengatakan dirinya masih bisa membeli barang yang diinginkan.

Salah satunya adalah membeli handphone yang digunakan untuk mendukung aktivitas membuat konten YouTube. Ia mengumpulkan uang terlebih dahulu sebelum membeli barang tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa hidup hemat bukan berarti sama sekali tidak boleh membeli sesuatu. Yang penting adalah menentukan prioritas dan menyesuaikan pembelian dengan kemampuan keuangan.

Kalau Mau Jalan-Jalan, Harus Menyiapkan Budget

Selain kebutuhan rutin, narasumber juga sesekali pergi ke luar daerah. Namun, perjalanan seperti ini membutuhkan biaya lebih besar sehingga ia biasanya menyiapkan atau mengumpulkan uang terlebih dahulu.

Menurut pengalamannya, perjalanan ke luar Selangor dapat membutuhkan anggaran sekitar RM300–RM400 atau lebih, tergantung tujuan. Karena itu, jalan-jalan bukan dimasukkan sebagai pengeluaran rutin setiap bulan.

Cara tersebut bisa menjadi contoh sederhana dalam mengatur keuangan: kebutuhan rutin diprioritaskan, sedangkan keinginan yang membutuhkan biaya besar dipersiapkan terlebih dahulu.

Kesimpulan

Pengalaman pekerja Indonesia di Malaysia ini menunjukkan bahwa gaji basic tidak otomatis membuat seseorang hidup berlebihan. Dalam pengalaman narasumber, gaji RM1.700 setelah berbagai potongan menjadi sekitar RM1.590 bersih.

Dengan jumlah tersebut, ia masih dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, membantu biaya sekolah adik, membeli beberapa barang yang dibutuhkan, dan menyisihkan uang apabila tidak ada kebutuhan mendadak.

Kuncinya adalah hidup sesuai kemampuan, mengatur pengeluaran, menentukan prioritas, dan tidak membandingkan kehidupan nyata dengan gaya hidup yang terlihat di media sosial.

Bagi calon pekerja yang ingin bekerja di Malaysia, jangan hanya bertanya, “Berapa gajinya?” tetapi juga tanyakan berapa gaji bersih setelah potongan, apa saja fasilitas yang diberikan, berapa biaya tempat tinggal, dan berapa biaya hidup yang harus dikeluarkan setiap bulan.

Dengan begitu, perhitungan sebelum berangkat bisa menjadi lebih realistis dan tidak menimbulkan kekecewaan setelah sampai di Malaysia.