Lowongan Kerja ke Malaysia Bukan Cuma untuk Perempuan: Ini Pilihan Pekerjaan untuk Laki-Laki

Banyak orang mengira lowongan kerja ke Malaysia lebih banyak diperuntukkan bagi perempuan, terutama untuk pekerjaan di pabrik atau kilang. Padahal, laki-laki juga memiliki peluang untuk bekerja di Malaysia, khususnya di bidang konstruksi dan beberapa sektor lainnya.

Namun, sebelum berangkat, calon pekerja perlu mengetahui jenis pekerjaan yang tersedia, batas usia, perkiraan waktu proses, dokumen yang harus disiapkan, hingga cara memilih perusahaan pemberangkatan yang aman.

Informasi berikut dirangkum dari pengalaman narasumber yang pernah bekerja di Malaysia dan membagikan pengalamannya mengenai proses keberangkatan kerja ke negara tersebut.

Lowongan Kerja Malaysia Terbuka untuk Laki-Laki dan Perempuan

Menurut narasumber, lowongan kerja ke Malaysia tersedia bagi laki-laki maupun perempuan. Namun, jenis pekerjaan yang tersedia bisa berbeda.

Untuk pekerjaan di pabrik atau kilang, berdasarkan pengalaman narasumber, lowongannya lebih banyak diperuntukkan bagi perempuan.

Sementara itu, untuk laki-laki, peluang yang cukup banyak justru berada di bidang konstruksi.

Hal ini bukan berarti laki-laki tidak bisa bekerja di pabrik. Narasumber menyebutkan bahwa terdapat beberapa lowongan pabrik untuk laki-laki, tetapi jumlahnya menurut pengalamannya lebih terbatas dan prosesnya dapat lebih lama.

Pekerjaan Konstruksi untuk Laki-Laki Cukup Beragam

Bagi laki-laki yang ingin bekerja di Malaysia, bidang konstruksi dapat menjadi salah satu pilihan.

Jenis pekerjaan konstruksi yang disebutkan dalam materi cukup beragam, misalnya:

  • Pekerjaan pemasangan pipa.

  • Pembangunan rumah.

  • Pembangunan ruko.

  • Berbagai pekerjaan konstruksi lainnya.

Narasumber juga menjelaskan bahwa setiap perusahaan pemberangkatan dapat memiliki job atau lowongan yang berbeda-beda. Karena itu, apabila satu perusahaan tidak memiliki lowongan yang sesuai, calon pekerja dapat mencari informasi dari perusahaan pemberangkatan lainnya.

Ada Juga Lowongan Pabrik untuk Laki-Laki

Walaupun konstruksi disebut lebih banyak untuk laki-laki, bukan berarti peluang bekerja di pabrik sama sekali tidak ada.

Dalam pengalaman narasumber, terdapat beberapa lowongan pabrik untuk laki-laki, salah satunya yang disebut adalah Toyota. Namun, prosesnya disebut cukup lama dibandingkan beberapa pekerjaan konstruksi.

Karena lowongan dapat berubah sesuai kebutuhan perusahaan, calon pekerja sebaiknya tidak hanya mencari satu jenis pekerjaan atau satu perusahaan pemberangkatan.

Usia Minimal dan Maksimal

Dari pengalaman yang dibagikan, laki-laki yang ingin bekerja ke Malaysia disebut dapat mulai dari usia 18 tahun, dengan syarat sudah memiliki KTP.

Sementara itu, usia maksimal yang disebutkan narasumber untuk laki-laki adalah sekitar 45 tahun.

Namun, informasi usia tersebut merupakan ketentuan berdasarkan pengalaman dan lowongan yang dibahas dalam materi. Persyaratan sebenarnya dapat berbeda tergantung pekerjaan dan perusahaan pemberangkatan, sehingga calon pekerja tetap perlu memastikan persyaratan pada lowongan yang sedang tersedia.

Biaya Konstruksi Bisa Berbeda dengan Kilang

Calon pekerja juga perlu memperhatikan biaya keberangkatan.

Menurut pengalaman narasumber, untuk pekerjaan konstruksi, biaya yang perlu ditanggung sendiri bisa lebih mahal dibandingkan pekerjaan di kilang.

Karena itu, jangan hanya melihat peluang mendapatkan pekerjaan. Sebelum mendaftar, tanyakan dengan jelas mengenai:

  • Biaya proses.

  • Biaya keberangkatan.

  • Biaya dokumen.

  • Biaya pemeriksaan kesehatan.

  • Fasilitas yang diberikan.

  • Gaji dan ketentuan pekerjaan.

Dengan mengetahui seluruh biaya sejak awal, calon pekerja dapat menghindari pengeluaran yang tidak terduga.

Jangan Tergiur Berangkat ke Malaysia Hanya dalam 3 Hari

Salah satu peringatan penting dalam materi adalah mengenai tawaran keberangkatan yang terlalu cepat.

Narasumber mengingatkan agar calon pekerja tidak mudah percaya dengan tawaran yang menjanjikan berangkat hanya dalam beberapa hari untuk langsung bekerja di Malaysia.

Menurut pengalaman yang dibagikan, proses keberangkatan secara legal dapat memakan waktu sekitar 1–4 bulan, bahkan proses tercepat untuk beberapa kondisi disebut sekitar 3 bulan. Jika seseorang ditawari berangkat dalam waktu yang sangat singkat tanpa proses yang jelas, calon pekerja perlu lebih berhati-hati.

Jangan menjadikan kecepatan keberangkatan sebagai satu-satunya pertimbangan. Pastikan seluruh proses dan dokumen benar-benar jelas.

Proses Keberangkatan Bisa Memakan Waktu

Narasumber menceritakan bahwa dirinya sendiri membutuhkan waktu sekitar 4 bulan untuk menjalani proses keberangkatan.

Untuk pekerjaan konstruksi, menurut pengalaman tersebut, proses paling cepat yang disebutkan adalah sekitar 3 bulan. Lamanya proses tentu dapat bergantung pada ketersediaan pekerjaan, perusahaan pemberangkatan, dokumen, dan tahapan yang harus dilalui.

Jadi, calon pekerja sebaiknya tidak terburu-buru dan harus siap menunggu sampai proses benar-benar selesai.

Lowongan Bisa Berbeda di Setiap Daerah

Materi juga menyebutkan bahwa lowongan kerja dapat berbeda berdasarkan daerah dan waktu.

Pada saat informasi tersebut dibuat, narasumber menyebut lowongan yang terlihat banyak berada di Ipoh dan Penang, sementara untuk Selangor belum terlihat lowongan yang sama menurut pengalamannya.

Hal ini menunjukkan bahwa calon pekerja perlu aktif mencari informasi terbaru. Jangan menganggap satu informasi lowongan akan selalu tersedia di semua daerah.

Pastikan Perusahaan Pemberangkatan Legal

Sebelum mendaftar, salah satu hal terpenting adalah memastikan perusahaan pemberangkatan memiliki status yang jelas dan legal.

Narasumber mengingatkan agar calon pekerja mencari perusahaan pemberangkatan yang terdeteksi atau terdaftar melalui BP2MI dan tidak memilih jalur ilegal.

Selain memastikan legalitas, calon pekerja juga sebaiknya mencari informasi dari sumber yang dapat dipercaya dan tidak langsung percaya pada potongan video atau informasi yang beredar di media sosial.

Siapkan Dokumen Sebelum Berangkat

Sebelum menjalani proses keberangkatan, calon pekerja perlu mempersiapkan berbagai dokumen.

Dalam materi tersebut, beberapa dokumen yang disebutkan antara lain:

  1. KTP

  2. Kartu Keluarga (KK)

  3. Paspor

  4. Paklaring atau dokumen pengalaman kerja

  5. Surat izin orang tua

  6. Dokumen lain yang diperlukan dalam proses pemberangkatan

Pendaftaran juga dapat dilakukan secara online terlebih dahulu jika perusahaan pemberangkatan menyediakan sistem tersebut.

Jangan Serahkan Dokumen Asli sebagai Jaminan

Hal yang sangat ditekankan oleh narasumber adalah mengenai dokumen asli.

Calon pekerja disarankan menghindari perusahaan pemberangkatan yang meminta dan menahan dokumen penting seperti:

  • Ijazah asli.

  • Surat tanah.

  • Surat-surat berharga lainnya.

Narasumber menceritakan bahwa ketika dokumen asli ditahan sebagai jaminan, pekerja dapat mengalami kesulitan jika ingin berpindah perusahaan pemberangkatan. Bahkan, menurut pengalamannya, ada kondisi ketika seseorang harus mengeluarkan uang untuk mengambil kembali dokumen tersebut.

Karena itu, sebelum mendaftar, tanyakan dengan jelas apakah dokumen asli akan ditahan atau tidak.

Mengapa Ijazah Perlu Dijaga?

Dokumen seperti KTP atau KK memang masih dapat diurus kembali apabila hilang, meskipun prosesnya tetap merepotkan.

Namun, ijazah bisa menjadi jauh lebih sulit untuk diganti. Narasumber mengingatkan bahwa seseorang harus kembali mengurusnya melalui sekolah apabila ijazah asli hilang.

Karena itu, dokumen pendidikan dan dokumen penting lainnya sebaiknya dijaga dengan baik dan tidak diserahkan sembarangan.

Jangan Mudah Tergiur Gaji Besar

Selain masalah dokumen, calon pekerja juga perlu berhati-hati terhadap tawaran yang terlalu menarik.

Informasi mengenai gaji besar atau janji mendapatkan pekerjaan dengan cepat dapat membuat seseorang terburu-buru mengeluarkan uang. Padahal, belum tentu tawaran tersebut sesuai dengan kondisi pekerjaan sebenarnya.

Narasumber mengingatkan agar calon pekerja mencari informasi yang benar-benar nyata dan tidak mudah terpengaruh oleh potongan-potongan video yang berpotensi menyesatkan.

Kesimpulan

Peluang kerja ke Malaysia bukan hanya untuk perempuan. Laki-laki juga memiliki kesempatan bekerja di berbagai bidang, terutama konstruksi. Jenis pekerjaan konstruksi yang tersedia dapat beragam, mulai dari pemasangan pipa hingga pembangunan rumah dan ruko.

Sementara itu, lowongan pabrik untuk laki-laki juga ada, tetapi berdasarkan pengalaman narasumber jumlahnya lebih terbatas dan prosesnya bisa lebih lama.

Bagi yang ingin berangkat, jangan hanya fokus mencari pekerjaan. Pastikan perusahaan pemberangkatan legal, proses keberangkatan jelas, dokumen lengkap, biaya diketahui sejak awal, dan jangan menyerahkan dokumen asli sebagai jaminan.

Yang tidak kalah penting, jangan mudah percaya dengan tawaran yang menjanjikan berangkat dalam hitungan hari atau gaji besar tanpa proses yang jelas. Cari informasi dari sumber yang terpercaya dan lakukan pengecekan terlebih dahulu.

Lebih baik prosesnya sedikit lebih lama tetapi jelas dan aman, daripada terburu-buru berangkat tetapi justru menghadapi masalah di kemudian hari.