Tempat Tinggal di Norwegia: Rumah, Harga Sewa, dan Pengalaman Tinggal di Daerah Sepi
Ketika pertama kali tinggal di Norwegia, salah satu hal yang cukup membuat saya kaget adalah suasana tempat tinggal di sana.
Kalau terbiasa tinggal di Indonesia, apalagi di kota seperti Jakarta, melihat lingkungan perumahan di Norwegia rasanya sangat berbeda. Rumah-rumahnya lebih tenang, jarang terlihat keramaian, dan tidak sedikit area yang langsung berbatasan dengan hutan.
Bahkan ketika tinggal hanya sekitar 15 menit dari Oslo, suasananya sudah bisa berubah menjadi sangat sepi dan dekat dengan alam.
Di artikel ini saya ingin berbagi seperti apa tempat tinggal saya dulu di Norwegia, bagaimana bentuk rumahnya, seperti apa lingkungan sekitarnya, dan pengalaman saya ketika pertama kali harus beradaptasi dengan suasana yang jauh lebih sepi dibandingkan Indonesia.
Tinggal di Rumah Mertua Sebelum Punya Apartemen
Sebelum mempunyai apartemen sendiri, saya dan suami pernah tinggal di rumah orang tua suami.
Waktu itu kami tinggal berdua karena belum mempunyai anak. Bagian rumah yang kami tempati berada di lantai bawah atau semacam basement.
Meskipun bukan apartemen sendiri, bagi saya tempat tersebut sudah cukup nyaman.
Di dalamnya ada ruang untuk bersantai, kamar tidur, kamar mandi, dan dapur kecil.
Justru dapur tersebut menjadi salah satu tempat yang paling banyak menyimpan kenangan.
Saya dulu banyak belajar memasak makanan Indonesia di dapur kecil itu. Saya juga belajar bahasa Norwegia ketika tinggal di sana.
Jadi meskipun tempatnya sederhana, banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan.
Saya dan suami bahkan tinggal di tempat tersebut selama sekitar tiga tahun, dari 2018 sampai 2021.
Berapa Harga Sewa Tempat Tinggal di Norwegia?
Salah satu pertanyaan yang sering muncul ketika membahas kehidupan di luar negeri tentu saja adalah:
"Berapa sih biaya sewanya?"
Dalam pengalaman yang diceritakan di video tersebut, untuk menyewa tempat tinggal seperti bagian rumah yang pernah ditempati, jika disewa dari orang yang tidak dikenal, biayanya disebut sekitar Rp ... juta per bulan.
Namun, angka nominal pada bagian ini tidak terdengar jelas dalam transkrip sehingga saya tidak ingin mengarang jumlahnya.
Yang jelas, biaya tempat tinggal merupakan salah satu hal penting yang harus diperhitungkan ketika ingin tinggal di Norwegia.
Apalagi harga sewa tentu bisa berbeda tergantung lokasi, ukuran tempat tinggal, dan jenis hunian.
Jadi jangan hanya melihat nominal gaji ketika menghitung apakah bekerja di Norwegia menguntungkan atau tidak.
Biaya tempat tinggal harus ikut dihitung.
Rumah di Norwegia Banyak yang Bergaya Minimalis
Salah satu hal yang menarik perhatian saya adalah desain rumah di Norwegia.
Rumah-rumah di sana banyak yang memiliki gaya Scandinavian.
Ciri yang terlihat adalah desain yang sederhana, minimalis, rapi, dan tidak terlalu banyak dekorasi.
Menurut saya, tampilannya memang terasa berbeda dengan rumah-rumah yang biasa saya lihat di Indonesia.
Lingkungan rumahnya juga terlihat lebih tenang dan menyatu dengan alam.
Kenapa Banyak Rumah Menggunakan Kayu?
Hal lain yang menarik adalah penggunaan kayu pada rumah.
Di daerah tempat saya tinggal, cukup banyak rumah yang menggunakan material kayu.
Salah satu alasannya adalah Norwegia memiliki banyak sumber kayu. Selain itu, kayu juga dianggap dapat memberikan rasa lebih hangat dibandingkan material tertentu ketika menghadapi cuaca dingin.
Tetapi bukan berarti rumah kayu tersebut dibiarkan begitu saja.
Isolasi tetap sangat penting, terutama karena Norwegia memiliki musim dingin yang panjang dan suhu bisa sangat rendah.
Tinggal di Norwegia Dekat dengan Hutan
Kalau tinggal di kota besar seperti Jakarta, mungkin kita terbiasa melihat rumah yang berdempetan, jalan yang ramai, kendaraan lalu-lalang, dan aktivitas masyarakat hampir sepanjang hari.
Di Norwegia, suasananya bisa sangat berbeda.
Dari tempat tinggal saya dulu, pemandangannya langsung mengarah ke lingkungan yang hijau dan dekat dengan alam.
Ketika musim salju datang, area tersebut bisa tertutup salju.
Orang-orang di sekitar rumah juga bisa melakukan berbagai aktivitas musim dingin, termasuk bermain ski.
Jadi alam benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Awalnya Saya Justru Merasa Kesepian
Walaupun sekarang saya bisa menikmati suasana yang tenang, pada awalnya saya justru mengalami culture shock.
Saya merasa sedih dan kesepian.
Bayangkan, saya terbiasa dengan kehidupan di Indonesia yang relatif ramai. Tiba-tiba harus tinggal di lingkungan yang sangat tenang.
Saya bahkan sempat mengatakan kepada suami bahwa saya ingin tinggal di Oslo karena menurut saya di sana lebih ramai.
Tetapi suami saya justru lebih menyukai suasana yang tenang.
Akhirnya saya mencoba beradaptasi.
Lama-kelamaan saya mulai terbiasa dengan kehidupan yang lebih sepi.
Bahkan setelah terbiasa, ketika pergi ke Oslo dan berada di tempat yang terlalu ramai, saya justru merasa pusing.
Ternyata manusia memang bisa beradaptasi dengan lingkungan.
Awalnya saya merasa tidak nyaman dengan suasana sepi, tetapi setelah beberapa tahun justru bisa menikmati ketenangan tersebut.
Oslo Ramai, Tetapi Tidak Jauh dari Alam
Kalau membayangkan Norwegia, mungkin kita berpikir bahwa seluruh wilayahnya seperti kota besar.
Padahal tidak begitu.
Oslo memang merupakan salah satu wilayah yang paling ramai, tetapi tidak perlu pergi terlalu jauh untuk menemukan daerah yang lebih tenang.
Dalam pengalaman saya, bahkan sekitar 15 menit dari Oslo sudah bisa menemukan hutan dan lingkungan yang jauh lebih sepi.
Ini menjadi salah satu hal yang menurut saya menarik dari kehidupan di Norwegia.
Kita bisa mendapatkan kehidupan kota sekaligus akses yang cukup dekat dengan alam.
Pemandangan Saat Musim Dingin
Salah satu hal yang paling saya sukai dari tinggal di Norwegia adalah pemandangannya.
Menjelang musim dingin, langit bisa terlihat sangat indah.
Kadang warnanya berubah menjadi kombinasi pink, biru, dan oranye.
Tetapi ketika musim dingin sudah semakin dalam, cuacanya bisa berubah menjadi lebih kelabu dan mendung.
Hari-hari dengan langit abu-abu cukup sering terasa berbeda dibandingkan suasana di Indonesia.
Namun ketika mendapatkan hari dengan pemandangan langit yang cerah, rasanya benar-benar luar biasa.
Kehidupan di Norwegia Tidak Selalu Ramai
Dari pengalaman tinggal di sana, saya akhirnya memahami bahwa kehidupan di Norwegia memang tidak selalu seperti kota besar.
Kalau datang ke Oslo, kita bisa menemukan suasana kota.
Tetapi begitu keluar sedikit dari pusat kota, suasananya bisa berubah menjadi sangat tenang.
Rumah-rumah berdiri dengan jarak yang lebih renggang, lingkungan hijau, hutan mudah ditemukan, dan aktivitas masyarakat tidak seramai di Indonesia.
Bagi sebagian orang mungkin kondisi seperti ini terasa membosankan.
Tetapi bagi orang lain justru bisa menjadi tempat yang sangat nyaman untuk hidup.
Kesimpulan
Tinggal di Norwegia ternyata bukan hanya soal berapa besar gaji yang bisa didapatkan.
Kita juga harus siap dengan gaya hidup dan lingkungan yang sangat berbeda.
Tempat tinggal di Norwegia bisa terasa lebih tenang, dekat dengan alam, dan banyak rumah menggunakan gaya Scandinavian yang minimalis.
Namun bagi orang Indonesia yang terbiasa dengan suasana ramai, adaptasinya mungkin tidak mudah.
Saya sendiri sempat merasa kesepian ketika pertama kali tinggal di lingkungan yang sangat sepi. Tetapi setelah terbiasa, saya justru bisa menikmati ketenangan tersebut.
Jadi kalau Anda punya rencana untuk bekerja, kuliah, atau tinggal di Norwegia, jangan hanya mempersiapkan urusan pekerjaan dan dokumen.
Persiapkan juga mental untuk menghadapi lingkungan yang berbeda.
Karena tinggal di luar negeri bukan hanya tentang mendapatkan penghasilan lebih besar, tetapi juga tentang belajar beradaptasi dengan cara hidup yang baru.


