Kerja di Norwegia Tapi Dirumahkan: Pengalaman Saat Toko Tutup dan Tidak Mendapat Gaji
Bekerja di luar negeri ternyata tidak selalu berjalan mulus.
Saya pernah mengalami masa ketika pekerjaan saya di Norwegia harus berhenti sementara karena kondisi yang membuat banyak toko tutup. Saat itu saya bekerja part-time di sebuah toko pakaian, sekitar empat kali dalam seminggu.
Tiba-tiba aktivitas kerja berhenti dan saya harus lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.
Bukan karena saya dipecat.
Saya lebih tepat menyebut kondisi tersebut sebagai dirumahkan sementara.
Dan yang cukup membuat saya khawatir adalah saya tidak mendapatkan gaji seperti biasanya dari tempat kerja.
Ketika Toko-Toko di Norwegia Tutup
Saat itu saya sudah sekitar 10 hari lebih banyak berada di rumah.
Beberapa toko dan pusat perbelanjaan tutup. Namun, tempat-tempat yang dianggap penting seperti supermarket dan apotek masih tetap buka.
Karena pekerjaan saya berada di toko pakaian, kondisi tersebut tentu sangat berpengaruh.
Toko pakaian termasuk jenis usaha yang harus tutup sehingga saya tidak bisa bekerja seperti biasanya.
Akibatnya, rutinitas saya berubah total.
Biasanya saya bisa bekerja beberapa kali dalam seminggu, tetapi saat itu hampir tidak ada aktivitas kerja sama sekali.
Saya pun harus menghabiskan banyak waktu di rumah.
Tidak Dipecat, Tapi Tidak Mendapat Gaji
Ini salah satu bagian yang menurut saya cukup menarik dari pengalaman bekerja di Norwegia.
Saya tidak langsung dipecat dari pekerjaan.
Status saya lebih seperti dirumahkan sementara karena tempat kerja tidak dapat beroperasi.
Tetapi karena tidak bekerja, saya juga tidak mendapatkan gaji seperti biasanya dari perusahaan.
Tentu saja kondisi seperti ini membuat saya khawatir.
Bagaimanapun, ketika kita bekerja di luar negeri, penghasilan merupakan sesuatu yang sangat penting. Apalagi biaya hidup di Norwegia juga tidak murah.
Namun ternyata ada kemungkinan untuk mengajukan bantuan melalui lembaga pemerintah yang menangani masalah sosial dan kesejahteraan.
Ada Bantuan Ketika Tidak Bisa Bekerja
Karena tidak mempunyai pekerjaan untuk sementara waktu, saya mencoba mengajukan bantuan kepada lembaga pemerintah.
Bantuan tersebut pada dasarnya ditujukan untuk membantu orang yang sedang tidak mempunyai pekerjaan atau berada dalam kondisi tertentu sehingga tidak bisa bekerja.
Saya dan suami kemudian mengajukan permohonan dan tinggal menunggu apakah permohonan tersebut disetujui atau tidak.
Saya sendiri waktu itu belum tahu apakah pengajuan tersebut akan diterima.
Jadi, bukan berarti begitu tidak bekerja kemudian otomatis mendapatkan uang.
Tetap ada proses pengajuan dan keputusan dari pihak yang berwenang.
Tidak Benar-Benar Nol Penghasilan
Hal yang membuat saya merasa sedikit lebih tenang adalah adanya kemungkinan mendapatkan bantuan selama tidak bisa bekerja.
Artinya, ketika seseorang kehilangan penghasilan sementara karena kondisi tertentu, masih ada sistem perlindungan sosial yang dapat membantu.
Jumlahnya tentu tidak sama dengan gaji yang biasanya diterima ketika bekerja.
Tetapi setidaknya tidak benar-benar menjadi nol penghasilan.
Bagi seseorang yang sedang tinggal di luar negeri, menurut saya hal seperti ini sangat berarti.
Sepuluh Hari Lebih Banyak di Rumah
Karena tidak bekerja, kegiatan saya sehari-hari juga berubah.
Saya lebih banyak berada di rumah.
Kalau ingin keluar, biasanya saya hanya pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan makanan.
Kurang lebih dua hari sekali saya pergi ke supermarket.
Selebihnya saya kembali ke rumah.
Lama-lama kondisi seperti itu membuat saya merasa bosan.
Saya bahkan merasa perlu keluar rumah bukan hanya karena ingin mendapatkan udara segar, tetapi juga karena ingin melakukan aktivitas dan bertemu dengan orang lain.
Suhu Norwegia Bisa Sangat Dingin
Kondisi saat itu juga semakin terasa berat karena cuaca yang sangat dingin.
Dalam video tersebut, suhu yang disebutkan bahkan mencapai sekitar minus 27 derajat Celsius, dengan kondisi yang terasa lebih dingin lagi karena angin.
Bagi orang Indonesia, membayangkan suhu seperti itu tentu bukan sesuatu yang mudah.
Saya sendiri merasa tubuh menjadi kaku dan tidak nyaman.
Karena terlalu lama berada di rumah, badan juga terasa semakin kaku sehingga saya merasa perlu melakukan aktivitas fisik.
Akhirnya saya memutuskan berjalan kaki ke supermarket.
Selain membeli makanan, setidaknya saya bisa mendapatkan udara segar dan melihat suasana di luar rumah.
HP Sampai Mati Karena Kedinginan
Dingin di Norwegia ternyata bukan hanya membuat tubuh menggigil.
Saya juga mengalami kejadian ketika HP saya mati karena terlalu dingin.
Saat berada di luar, ponsel tidak kuat menghadapi suhu tersebut sehingga akhirnya mati.
Saya kemudian melanjutkan aktivitas dan kembali ke rumah.
Buat saya yang berasal dari Indonesia, pengalaman seperti ini benar-benar berbeda.
Di Indonesia kita mungkin lebih sering mengkhawatirkan HP kepanasan.
Di Norwegia, justru suhu yang terlalu dingin juga bisa menjadi masalah.
Belanja Kebutuhan Makanan
Setelah sampai di supermarket, saya membeli beberapa kebutuhan makanan.
Saya membeli sayuran seperti bayam dan brokoli, daun bawang, tomat, ubi, keju parmesan, serta ikan salmon.
Saya juga terbiasa membeli ubi untuk sarapan.
Biasanya ubi tersebut cukup direbus atau dikukus dan kemudian dimakan sebagai salah satu sumber serat.
Saya juga berusaha membawa tas belanja sendiri dari rumah.
Saya memang tidak terlalu suka menggunakan kantong plastik sekali pakai jika masih bisa menggunakan tas yang dapat dipakai berkali-kali.
Menurut saya, kebiasaan kecil seperti ini juga penting ketika tinggal di negara lain.
Hidup di Norwegia Tetap Harus Mengatur Keuangan
Meskipun ada kemungkinan mendapatkan bantuan ketika tidak bekerja, bukan berarti kita bisa mengabaikan masalah keuangan.
Ketika tinggal di luar negeri, kita tetap harus mengatur pengeluaran dengan baik.
Apalagi ketika pekerjaan sedang berhenti sementara.
Saya sendiri tetap memikirkan tabungan.
Saya ingin bisa kembali bekerja karena selain membutuhkan aktivitas, saya juga membutuhkan penghasilan untuk menabung.
Jadi, bagi saya bekerja bukan hanya tentang mendapatkan uang untuk kebutuhan sehari-hari.
Ada juga kebutuhan untuk mempersiapkan masa depan.
Saya Justru Merasa Bosan Tidak Bekerja
Mungkin orang akan berpikir bahwa tidak bekerja dan bisa berada di rumah terdengar menyenangkan.
Tetapi setelah mengalaminya sendiri, ternyata tidak selalu begitu.
Saya merasa sangat bosan.
Setiap hari hanya di rumah, mengedit video, dan melakukan aktivitas yang itu-itu saja.
Saya juga merasa membutuhkan interaksi dengan orang lain.
Saya ingin bertemu dengan rekan kerja, bersosialisasi, dan kembali mempunyai rutinitas.
Dari situ saya menyadari bahwa bekerja bukan hanya soal gaji.
Pekerjaan juga memberikan aktivitas, rutinitas, kesempatan bersosialisasi, dan membuat kita merasa produktif.
Menunggu Toko Kembali Buka
Saat itu saya berharap toko pakaian tempat saya bekerja bisa segera kembali dibuka.
Saya ingin kembali bekerja seperti sebelumnya.
Namun semuanya masih bergantung pada kondisi dan aturan yang berlaku.
Saya juga berharap pengajuan bantuan pemerintah yang sudah dilakukan bisa disetujui sehingga selama belum bisa bekerja, masih ada pemasukan untuk membantu memenuhi kebutuhan.
Pelajaran dari Pengalaman Kerja di Norwegia
Pengalaman ini membuat saya belajar bahwa bekerja di luar negeri tidak selamanya tentang mendapatkan gaji besar.
Ada juga kondisi ketika kita bisa kehilangan jam kerja atau bahkan tidak dapat bekerja sama sekali.
Karena itu, menurut saya orang yang ingin bekerja di luar negeri sebaiknya tidak hanya memikirkan:
"Berapa gajinya?"
Tetapi juga perlu bertanya:
Bagaimana sistem kerja di negara tersebut?
Apa yang terjadi jika pekerjaan berhenti sementara?
Apakah ada perlindungan sosial?
Bagaimana aturan ketika perusahaan tidak bisa beroperasi?
Berapa biaya hidup setiap bulan?
Berapa uang yang sebaiknya disiapkan sebagai dana cadangan?
Hal-hal seperti ini sangat penting untuk diketahui sebelum memutuskan bekerja di luar negeri.
Kesimpulan
Bekerja di Norwegia memberikan saya banyak pengalaman yang tidak semuanya menyenangkan.
Ada saatnya saya bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan, tetapi ada juga masa ketika pekerjaan harus berhenti sementara.
Saat itu saya harus dirumahkan karena tempat kerja tutup dan saya tidak mendapatkan gaji seperti biasanya.
Untungnya, terdapat kemungkinan untuk mengajukan bantuan melalui sistem pemerintah, meskipun tentu saja pengajuannya tetap harus melalui proses dan tidak otomatis disetujui.
Dari pengalaman tersebut saya semakin sadar bahwa persiapan finansial sangat penting ketika bekerja di luar negeri.
Jangan sampai seluruh penghasilan habis untuk kebutuhan sehari-hari tanpa menyisakan dana cadangan.
Karena kita tidak pernah tahu kapan kondisi seperti kehilangan pekerjaan sementara, pengurangan jam kerja, atau keadaan darurat lainnya bisa terjadi.
Bekerja di luar negeri memang menawarkan banyak kesempatan, tetapi kita juga harus siap menghadapi sisi lain dari kehidupan sebagai pekerja di negara orang.


