Cara Kerja di Swiss untuk Orang Indonesia: 3 Jalur yang Bisa Dicoba
Swiss menjadi salah satu negara Eropa yang cukup menarik perhatian bagi orang Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri.
Selain terkenal dengan kualitas hidupnya, Swiss juga memiliki tingkat gaji yang tinggi dibandingkan sejumlah negara di sekitarnya. Mata uang yang digunakan juga berbeda, yaitu Swiss Franc (CHF).
Tapi tentu saja, bekerja di Swiss sebagai orang Indonesia bukan perkara mudah.
Saya pernah mendapatkan banyak pertanyaan tentang bagaimana cara bisa tinggal dan bekerja di Swiss. Dari pengalaman dan informasi yang saya ketahui, setidaknya ada tiga jalur yang bisa dicoba.
Kenapa Banyak Orang Ingin Bekerja di Swiss?
Swiss berada di tengah-tengah negara seperti Prancis, Jerman, dan Italia.
Negara ini memiliki beberapa bahasa resmi, di antaranya bahasa Jerman, Prancis, Italia, dan Romansh. Karena letaknya berdekatan dengan negara-negara Eropa lainnya, banyak pekerja dari negara tetangga yang memilih bekerja di Swiss.
Salah satu daya tarik utamanya tentu saja adalah gaji.
Gaji di Swiss dikenal tinggi jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangganya. Bahkan ada orang yang tinggal di Prancis atau Jerman tetapi bekerja di Swiss karena jaraknya dekat dengan perbatasan.
Mereka bisa bekerja di Swiss dan kembali ke negara tempat tinggalnya.
Kondisi seperti ini tentu berbeda dengan orang Indonesia yang harus menempuh perjalanan jauh dan membutuhkan izin tinggal serta izin kerja.
Kenapa Orang Indonesia Lebih Sulit Bekerja di Swiss?
Ini bagian yang perlu dipahami sejak awal.
Swiss memberikan prioritas yang cukup besar kepada tenaga kerja dari Swiss dan negara-negara Eropa sebelum merekrut pekerja dari negara di luar kawasan tersebut.
Dalam pengalaman yang dibagikan dalam sumber, orang dari negara ketiga atau third country seperti Indonesia menghadapi persaingan yang lebih besar karena perusahaan biasanya akan mencari kandidat dari Swiss atau negara Eropa terlebih dahulu.
Artinya, kalau ingin diterima bekerja di Swiss dari Indonesia, kita perlu memiliki skill atau kemampuan yang benar-benar dibutuhkan.
Kemampuan bahasa juga bisa menjadi nilai tambah.
Semakin spesifik dan sulit kemampuan yang kita miliki, semakin besar kemungkinan kita memiliki alasan bagi perusahaan untuk merekrut pekerja dari luar Eropa.
Jalur 1: Cari Kerja dari Indonesia
Cara pertama adalah mencari pekerjaan secara mandiri sebelum berangkat ke Swiss.
Sekarang mencari lowongan kerja sudah jauh lebih mudah karena banyak perusahaan memasang lowongan melalui internet.
Kita bisa mencari lowongan dari Indonesia kemudian mengirimkan CV dan mengikuti proses interview secara online.
Jika perusahaan Swiss menerima kita dan bersedia mensponsori izin kerja, proses selanjutnya adalah mengurus visa dan dokumen yang diperlukan dari Indonesia.
Beberapa platform yang disebutkan dalam sumber antara lain:
Indeed
Jobup
LinkedIn
Intinya, jangan berangkat terlebih dahulu hanya dengan harapan bisa mencari kerja setelah sampai di Swiss.
Lebih aman jika sudah mendapatkan pekerjaan dan mengetahui bagaimana proses izin kerjanya sebelum berangkat.
Pengalaman dan Skill Sangat Penting
Untuk fresh graduate, mendapatkan pekerjaan langsung di Swiss bisa menjadi tantangan yang lebih besar.
Perusahaan akan mempertimbangkan kandidat dari Swiss dan negara-negara Eropa terlebih dahulu.
Karena itu, kalau kita ingin bersaing dari Indonesia, sebaiknya mempunyai sesuatu yang menjadi nilai tambah.
Misalnya memiliki pengalaman kerja, kemampuan teknis tertentu, atau kemampuan bahasa.
Bahkan kemampuan berbahasa lebih dari satu bahasa bisa menjadi keuntungan, tergantung pekerjaan yang dilamar.
Jadi sebelum mencari pekerjaan di Swiss, jangan hanya bertanya:
"Di mana lowongannya?"
Tetapi juga tanyakan:
"Apa yang saya punya sehingga perusahaan Swiss mau memilih saya dibandingkan kandidat lainnya?"
Jalur 2: Mengikuti Program Internship atau Magang
Kalau belum mempunyai pengalaman kerja yang cukup, jalur kedua yang bisa dicoba adalah internship atau magang.
Dalam sumber ini disebutkan adanya program yang dikenal sebagai Professional Training, yang dapat menjadi salah satu kesempatan bagi orang dari negara tertentu, termasuk Indonesia, untuk mendapatkan pengalaman di Swiss.
Program seperti ini dapat menjadi jalan untuk mengenal dunia kerja Swiss sekaligus mendapatkan pengalaman internasional.
Dalam pengalaman yang dibagikan, peserta bisa menjalani internship sekitar satu tahun.
Setelah program selesai, peserta memiliki pilihan untuk kembali ke Indonesia atau mencoba melanjutkan perjalanan kariernya di Swiss, tergantung kondisi dan kesempatan yang tersedia.
Bidang Apa yang Bisa Dicoba?
Beberapa bidang yang disebutkan dalam sumber sebagai bidang yang membutuhkan tenaga kerja atau memungkinkan untuk program magang antara lain:
Hospitality
IT
Engineering
Finance
Keperawatan
Tentu saja kebutuhan tenaga kerja dapat berubah dari waktu ke waktu.
Karena itu, jangan hanya terpaku pada satu bidang.
Cari tahu perusahaan mana yang sedang membuka kesempatan dan apakah kualifikasi kita sesuai.
Coba Cari Perusahaan Internasional
Salah satu strategi yang menarik adalah mencari perusahaan internasional yang mempunyai hubungan dengan Indonesia.
Contohnya adalah perusahaan besar seperti Nestlé.
Jika kita sudah bekerja di perusahaan internasional yang mempunyai kantor atau operasi di Swiss, ada kemungkinan pengalaman tersebut bisa menjadi nilai tambah ketika mencari peluang karier di Swiss.
Sumber juga menyebut beberapa perusahaan dan organisasi yang bisa menjadi referensi pencarian informasi, tetapi kesempatan kerja tetap bergantung pada kualifikasi dan kebutuhan perusahaan.
Jalur 3: Au Pair
Untuk yang bukan fresh graduate atau bahkan belum mempunyai pengalaman kuliah maupun kerja, masih ada jalur lain yang bisa dipertimbangkan.
Salah satunya adalah au pair.
Au pair pada dasarnya merupakan program pertukaran budaya.
Peserta tinggal bersama sebuah keluarga dan membantu mengurus anak atau pekerjaan ringan yang berkaitan dengan kehidupan keluarga tersebut.
Sebagai gantinya, peserta mendapatkan pengalaman budaya, kesempatan belajar bahasa, dan dalam program tertentu mendapatkan uang saku serta fasilitas lainnya.
Namun, program au pair mempunyai persyaratan tertentu, termasuk batas usia dan status tertentu. Karena persyaratannya bisa berubah, sebaiknya selalu mengecek ketentuan program yang berlaku sebelum mendaftar.
Jalur 4: Ausbildung atau Pendidikan Vokasi
Selain au pair, ada juga konsep Ausbildung, yaitu sistem belajar sambil bekerja.
Dalam sumber, jalur ini dijelaskan sebagai pendidikan yang menggabungkan pembelajaran teori dengan praktik kerja selama beberapa tahun hingga mendapatkan sertifikat.
Namun perlu diperhatikan, istilah dan sistem Ausbildung lebih umum dikenal sebagai sistem pendidikan vokasi di negara seperti Jerman. Jadi, jangan langsung menganggap sistem tersebut dapat diterapkan dengan cara yang sama di Swiss.
Kalau ingin menggunakan jalur pendidikan vokasi di Swiss, kita harus mencari program yang memang tersedia dan memenuhi persyaratan di Swiss.
Bahasa Lokal Sangat Penting
Salah satu kesimpulan penting dari pengalaman tersebut adalah masalah bahasa.
Swiss mempunyai beberapa wilayah bahasa.
Ada wilayah yang menggunakan bahasa Jerman, ada yang menggunakan bahasa Prancis, Italia, dan Romansh.
Jadi, bahasa yang dibutuhkan bisa berbeda tergantung lokasi dan pekerjaan.
Bahasa Inggris memang dapat membantu, terutama di perusahaan internasional.
Tetapi untuk pekerjaan tertentu, kemampuan bahasa lokal bisa menjadi persyaratan atau nilai tambah yang sangat penting.
Karena itu, kalau sudah mengetahui wilayah Swiss yang menjadi target, sebaiknya mulai mempelajari bahasa yang digunakan di wilayah tersebut.
Jangan Hanya Mengejar Gaji
Swiss memang terkenal sebagai negara dengan gaji tinggi.
Tetapi gaji tinggi tidak otomatis berarti kita bisa menabung dalam jumlah besar.
Biaya hidup di Swiss juga tinggi.
Tempat tinggal, asuransi, transportasi, makanan, dan kebutuhan sehari-hari harus diperhitungkan.
Bahkan dalam sumber disebutkan bahwa biaya tempat tinggal dan asuransi menjadi salah satu pengeluaran besar bagi orang yang tinggal di Swiss.
Jadi sebelum menerima pekerjaan, jangan hanya melihat angka gaji.
Hitung juga berapa kira-kira uang yang tersisa setelah semua kebutuhan dibayar.
Jadi, Mana Jalur yang Paling Mudah?
Tidak ada satu jalur yang bisa dikatakan paling mudah untuk semua orang.
Kalau sudah memiliki pendidikan, pengalaman kerja, dan skill yang dibutuhkan, mencari pekerjaan langsung dari Indonesia bisa menjadi pilihan.
Kalau masih fresh graduate, internship atau program pelatihan bisa menjadi alternatif untuk mendapatkan pengalaman internasional.
Sedangkan bagi yang memenuhi persyaratan usia dan program, au pair bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan pengalaman tinggal di luar negeri sekaligus belajar bahasa dan budaya.
Yang paling penting adalah menyesuaikan jalur dengan kondisi masing-masing.
Kesimpulan
Bekerja di Swiss sebagai orang Indonesia memang bukan sesuatu yang mudah, tetapi bukan berarti mustahil.
Ada beberapa jalur yang bisa dicoba, mulai dari:
Mencari pekerjaan langsung dari Indonesia.
Mengikuti internship atau program pelatihan.
Mengikuti program au pair jika memenuhi persyaratan.
Mencari jalur pendidikan vokasi atau pelatihan yang memang tersedia di Swiss.
Kunci utamanya adalah skill, pengalaman, bahasa, dan kesabaran.
Jangan mudah percaya jika ada orang yang menjanjikan bisa memberangkatkan kerja ke Swiss dengan cara instan.
Cari informasi dari sumber resmi, pahami persyaratan visa dan izin kerja, dan pastikan pekerjaan yang ditawarkan benar-benar legal.
Karena bekerja di luar negeri bukan hanya tentang bagaimana bisa berangkat, tetapi juga bagaimana kita bisa tinggal dan bekerja secara aman dan legal setelah sampai di negara tujuan.
Pengalaman orang lain bisa menjadi referensi yang sangat membantu, tetapi setiap orang tetap harus memeriksa aturan terbaru sebelum mengambil keputusan.


