Cara Tinggal di Norwegia Tanpa Modal Besar, Ini 3 Jalur yang Bisa Dicoba
Banyak orang Indonesia punya impian untuk bisa tinggal di Norwegia.
Negara ini terkenal dengan kualitas hidup yang baik, pemandangan alam yang indah, serta sistem pendidikan dan kesejahteraan yang menarik. Tetapi ada satu masalah yang sering membuat orang berpikir ulang:
"Kalau mau tinggal di Norwegia, bukankah butuh modal besar?"
Ternyata ada beberapa jalur yang bisa ditempuh tanpa harus datang sebagai turis lalu menghabiskan banyak uang untuk mencari pekerjaan.
Dari pengalaman beberapa orang Indonesia yang tinggal di Norwegia, ada beberapa pilihan yang menarik untuk dipelajari, mulai dari program pertukaran budaya, kuliah, sampai program doktoral.
1. Au Pair: Tinggal Bersama Keluarga di Norwegia
Salah satu cara yang dibahas adalah melalui program au pair.
Au pair pada dasarnya merupakan program pertukaran budaya. Peserta tinggal bersama keluarga di Norwegia dan membantu keluarga tersebut, terutama dalam mengurus anak dan pekerjaan ringan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Sebagai gantinya, peserta mendapatkan tempat tinggal, uang saku, dan kesempatan untuk belajar bahasa serta budaya Norwegia.
Dalam pengalaman narasumber, peserta biasanya berusia muda, sekitar 19 sampai maksimal 30 tahun, meskipun persyaratan usia dan ketentuan program perlu dicek kembali berdasarkan aturan yang berlaku saat mendaftar.
Jadi, konsepnya bukan sekadar bekerja.
Kita juga mendapatkan pengalaman tinggal bersama keluarga lokal dan belajar bagaimana kehidupan masyarakat Norwegia.
Apa Saja yang Ditanggung?
Dalam pengalaman yang dibagikan, peserta au pair mendapatkan beberapa fasilitas seperti:
tempat tinggal,
uang saku bulanan,
izin tinggal,
serta dukungan untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran bahasa.
Kontrak yang diceritakan berlangsung selama satu tahun dan dapat diperpanjang satu tahun lagi.
Karena tinggal bersama keluarga, kebutuhan tempat tinggal juga menjadi lebih ringan dibandingkan jika harus menyewa apartemen sendiri.
2. Kuliah di Norwegia
Jalur kedua adalah melalui pendidikan.
Dalam video tersebut, salah satu narasumber menceritakan bagaimana dirinya bisa berada di Norwegia karena melanjutkan pendidikan.
Prosesnya tentu tidak langsung diterima.
Ia terlebih dahulu mencari informasi mengenai universitas dan jurusan yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
Misalnya, jika sebelumnya sudah menyelesaikan S1 di bidang komputer, ia mencari program S2 yang masih berhubungan dengan bidang tersebut.
Menurut pengalamannya, semakin sesuai latar belakang pendidikan dengan jurusan yang dilamar, semakin masuk akal pula profil tersebut untuk dipertimbangkan oleh universitas.
Jangan Menyerah Kalau Ditolak
Bagian yang menurut saya cukup menarik adalah pengalaman ketika mendaftar kuliah.
Ia tidak langsung berhasil.
Pada tahun pertama dan kedua, ia mencoba tetapi belum diterima.
Baru pada tahun ketiga akhirnya berhasil mendapatkan kesempatan.
Ini menjadi pelajaran penting bagi siapa pun yang ingin sekolah di luar negeri.
Ditolak satu universitas bukan berarti semua kesempatan sudah habis.
Kalau memang ingin kuliah di Norwegia, kita harus terus mencari universitas lain, memperbaiki dokumen, dan mencoba lagi.
Jangan langsung menyerah hanya karena satu atau dua kali gagal.
Apa yang Dibutuhkan untuk Mendaftar?
Dalam pengalaman tersebut, proses pendaftaran dilakukan melalui portal yang disediakan oleh universitas.
Dokumen yang diperlukan dapat berbeda tergantung kampus dan program studi, tetapi narasumber menyebut beberapa dokumen seperti:
dokumen pendidikan,
bukti kemampuan bahasa Inggris,
paspor,
serta dokumen pendukung lainnya.
Yang paling penting adalah mencari informasi yang benar mengenai universitas dan jurusan yang dituju sebelum mengirimkan lamaran.
Bisa Kuliah Sambil Bekerja
Salah satu hal menarik dari jalur pendidikan adalah adanya kemungkinan untuk bekerja sambil kuliah sesuai aturan izin tinggal dan ketentuan yang berlaku.
Dalam pengalaman narasumber, mahasiswa dapat bekerja hingga sekitar 20 jam per minggu.
Jadi, selain menjalani pendidikan, mahasiswa juga memiliki kesempatan mendapatkan pengalaman kerja dan penghasilan tambahan.
Tetapi tentu saja pekerjaan tersebut jangan sampai mengganggu pendidikan.
Kuliah tetap menjadi tujuan utama.
Bagaimana dengan Biaya Kuliah?
Dalam pengalaman yang diceritakan, narasumber berkuliah di universitas publik yang pada saat itu tidak mengenakan biaya kuliah seperti yang dibayangkan banyak orang.
Namun, perlu diperhatikan bahwa kebijakan biaya kuliah di Norwegia telah mengalami perubahan, terutama untuk mahasiswa dari luar EU/EEA pada sejumlah institusi.
Jadi informasi "kuliah gratis" dalam video tersebut sebaiknya jangan dianggap sebagai aturan yang berlaku untuk semua mahasiswa internasional saat ini.
Yang tetap harus diperhitungkan adalah biaya hidup, tempat tinggal, transportasi, makanan, dan kebutuhan sehari-hari.
3. Jalur PhD: Kuliah Sekaligus Bekerja
Jalur ketiga yang dibahas adalah program PhD atau doktoral.
Ini cukup menarik karena status mahasiswa PhD di Norwegia bisa berbeda dengan mahasiswa biasa.
Dalam pengalaman narasumber, posisi PhD diperlakukan seperti pekerjaan.
Ia mendapatkan gaji dan membayar pajak seperti pekerja.
Artinya, seseorang yang mendapatkan posisi PhD bukan hanya datang untuk belajar, tetapi juga melakukan penelitian dan bekerja dalam lingkungan akademik.
Narasumber tersebut baru tinggal sekitar empat bulan di Norwegia ketika diwawancarai dan mendapatkan posisi PhD melalui lowongan pekerjaan.
Cara Mendapatkan Posisi PhD
Kalau ingin mengikuti jalur ini, jangan hanya mencari informasi di situs universitas.
Dalam pengalaman narasumber, lowongan PhD juga dicari melalui situs pencari kerja.
Jadi kita harus memperlakukan pencarian PhD seperti mencari pekerjaan.
Cari lowongan yang sesuai dengan bidang pendidikan dan kemampuan kita.
Setelah menemukan lowongan, pelajari proyek penelitian yang ditawarkan.
Kemudian lihat apakah latar belakang kita cocok dengan proyek tersebut.
Tidak Harus Selalu Sudah Punya Pengalaman Kerja
Ini juga menjadi hal yang cukup menarik.
Untuk mendapatkan posisi penelitian atau PhD, yang penting bukan sekadar pernah bekerja atau belum.
Kesesuaian antara:
pendidikan + bidang penelitian + kemampuan + proyek yang ditawarkan
menjadi hal yang sangat penting.
Dalam pengalaman narasumber, seseorang bahkan bisa mengajukan diri berdasarkan proyek yang sedang direncanakan, selama sesuai dengan bidang yang dicari.
Jadi kalau ingin mencoba jalur akademik, jangan hanya menunggu lowongan yang persis sama dengan pekerjaan sebelumnya.
Pelajari proyek dan kebutuhan universitas.
Norwegia Membuka Kesempatan untuk Pelajar Internasional
Salah satu alasan Norwegia menarik bagi pelajar internasional adalah adanya berbagai institusi pendidikan dan penelitian yang mempunyai lingkungan internasional.
Dalam pengalaman narasumber, kesempatan untuk mahasiswa internasional terutama pada jenjang seperti PhD cukup terbuka.
Hal ini berkaitan dengan upaya institusi untuk membuat lingkungan akademiknya lebih internasional.
Tetapi tetap saja, setiap program mempunyai persyaratan dan proses seleksi masing-masing.
Jadi, Apakah Bisa Tinggal di Norwegia Tanpa Modal?
Jawabannya perlu diluruskan.
Bukan berarti benar-benar tanpa modal sama sekali.
Yang lebih tepat adalah ada jalur tertentu yang memungkinkan biaya awal menjadi lebih ringan karena sebagian kebutuhan dapat ditanggung atau kita mendapatkan penghasilan dari program yang diikuti.
Misalnya:
Au pair
Bisa mendapatkan tempat tinggal dan uang saku dari keluarga tempat tinggal.
Kuliah
Jika mendapatkan program atau institusi yang sesuai, biaya pendidikan dapat lebih ringan, tetapi biaya hidup tetap harus dipersiapkan.
PhD
Jika mendapatkan posisi PhD berbayar, kita bekerja sekaligus melakukan penelitian dan mendapatkan penghasilan.
Jadi, yang dicari bukan sekadar "cara pergi ke Norwegia tanpa uang", tetapi cara mendapatkan status tinggal melalui jalur yang memang memiliki dasar pendidikan, pekerjaan, atau program yang jelas.
Jangan Mudah Percaya Janji "Berangkat Gratis"
Kalau Anda menemukan seseorang yang menawarkan:
"Mau kerja di Norwegia tanpa modal? Bayar sekian, nanti saya berangkatkan."
Sebaiknya berhati-hati.
Jalur resmi biasanya mempunyai persyaratan, dokumen, proses seleksi, dan aturan yang jelas.
Jangan menyerahkan uang hanya karena dijanjikan bisa mendapatkan pekerjaan atau izin tinggal.
Cari tahu terlebih dahulu apakah program tersebut benar-benar resmi dan apakah Anda memenuhi persyaratannya.
Mana yang Cocok untuk Anda?
Setiap orang mempunyai jalur yang berbeda.
Kalau masih muda dan ingin merasakan kehidupan bersama keluarga Norwegia, au pair bisa menjadi salah satu pilihan yang dapat dipelajari.
Kalau ingin melanjutkan pendidikan, cari universitas dan jurusan yang sesuai dengan latar belakang.
Kalau sudah mempunyai pendidikan S2 dan tertarik penelitian, posisi PhD bisa menjadi pilihan yang sangat menarik.
Kuncinya adalah jangan memaksakan satu jalur.
Cari jalur yang paling sesuai dengan kondisi dan kemampuan kita.
Kesimpulan
Tinggal di Norwegia memang membutuhkan persiapan.
Tetapi dari pengalaman orang-orang yang dibagikan dalam sumber ini, ternyata ada beberapa jalur yang bisa membuat kebutuhan modal awal menjadi lebih ringan.
Ada yang datang melalui au pair, ada yang melalui kuliah, dan ada pula yang mendapatkan kesempatan melalui program PhD berbayar.
Yang terpenting bukan mencari cara untuk "kabur ke Norwegia tanpa uang", tetapi mencari jalur resmi yang sesuai dengan profil kita.
Kalau memang ingin tinggal di Norwegia, mulai dari sekarang persiapkan bahasa, pendidikan, pengalaman, CV, dan kemampuan yang bisa menjadi nilai jual.
Dan satu hal yang tidak kalah penting:
jangan mudah menyerah.
Ada orang yang baru berhasil setelah mencoba berkali-kali. Pengalaman narasumber dalam video ini bahkan menunjukkan bahwa kesempatan baru datang setelah beberapa kali mencoba.
Mungkin jalan kita juga tidak langsung berhasil pada percobaan pertama.
Tetapi selama terus belajar dan mencari jalur yang tepat, kesempatan untuk mendapatkan pengalaman hidup di luar negeri tetap terbuka.


