Belanja di Norwegia: Ternyata Harga Kebutuhan Sehari-hari Mahal


Kalau selama ini kita sering mendengar bahwa Norwegia merupakan salah satu negara dengan penghasilan yang tinggi, mungkin kita juga penasaran dengan satu hal lainnya.

Sebenarnya, berapa harga kebutuhan sehari-hari di Norwegia?

Saya sendiri penasaran dan akhirnya mencoba belanja kebutuhan sehari-hari di salah satu supermarket di Norwegia.

Tujuan saya sederhana, yaitu ingin melihat secara langsung berapa uang yang harus dikeluarkan untuk membeli kebutuhan seperti buah, roti, susu, kopi, telur, sampai beberapa barang lainnya.

Ternyata, kalau dibandingkan dengan harga kebutuhan sehari-hari di Indonesia, harganya memang cukup jauh berbeda.

Belanja Kebutuhan untuk Beberapa Hari

Saat itu saya memang sengaja berbelanja agak banyak karena beberapa toko di Norwegia tutup pada hari tertentu.

Selain hari Minggu, ada juga hari libur nasional yang membuat banyak toko tidak buka seperti biasanya.

Karena itu, saya memilih membeli persediaan kebutuhan untuk beberapa hari sekaligus.

Jadi, belanjaan yang saya beli bukan untuk persediaan satu minggu penuh, melainkan kurang lebih untuk kebutuhan beberapa hari.

Setelah sampai di rumah, saya kemudian mencoba menghitung satu per satu harga barang yang sudah dibeli.

Harga Buah di Norwegia

Salah satu barang yang saya beli adalah jeruk.

Untuk sekitar empat buah jeruk, harganya sekitar 29 kroner Norwegia.

Kalau dikonversikan ke rupiah berdasarkan perhitungan yang digunakan saat itu, nilainya sekitar Rp51 ribuan.

Kemudian saya juga membeli pisang.

Sekitar lima buah pisang harganya kurang lebih 15,6 kroner, atau sekitar Rp26 ribuan.

Ada juga anggur yang harganya sekitar 29,9 kroner, atau kurang lebih Rp51 ribuan.

Kalau melihat harga tersebut, tentu terasa cukup mahal bagi orang Indonesia.

Harga Roti untuk Sarapan

Roti juga menjadi salah satu kebutuhan yang saya beli.

Untuk roti sederhana yang biasa digunakan sebagai menu sarapan, harganya sekitar 10 kroner, atau kurang lebih Rp49 ribuan berdasarkan perhitungan pada saat itu.

Ada juga beberapa jenis roti lainnya dengan harga sekitar 20 kroner atau lebih.

Bagi saya, harga roti seperti ini cukup menarik untuk dibandingkan dengan harga di Indonesia.

Di Indonesia kita bisa menemukan banyak pilihan roti dengan harga yang relatif lebih murah.

Sedangkan di Norwegia, pengeluaran untuk kebutuhan makanan sehari-hari memang harus diperhitungkan.

Susu dan Bahan Makanan Lainnya

Saya juga membeli beberapa bahan makanan lainnya.

Salah satunya adalah produk susu rendah lemak yang biasa dicampurkan dengan kopi atau sereal.

Harganya sekitar 24,9 kroner, atau sekitar Rp43 ribuan berdasarkan perhitungan pada saat itu.

Ada juga beberapa bahan masakan dan kebutuhan dapur lainnya yang harganya berada di kisaran puluhan kroner.

Kalau satu atau dua barang mungkin tidak terasa terlalu mahal.

Tetapi ketika semuanya dikumpulkan dalam satu keranjang belanja, totalnya mulai terasa.

Harga Rokok di Norwegia

Kalau ada satu barang yang harganya cukup membuat saya kaget, salah satunya adalah rokok.

Untuk satu bungkus Marlboro, harganya sekitar 135 kroner Norwegia.

Kalau dikonversikan berdasarkan perhitungan dalam video, nilainya sekitar Rp230 ribuan.

Jauh berbeda dengan harga rokok yang biasa kita temui di Indonesia.

Ini menjadi salah satu contoh bagaimana harga barang tertentu di Norwegia bisa terasa sangat mahal bagi orang Indonesia.

Berapa Harga Kopi?

Saya juga membeli kopi Nescafe ukuran 200 gram.

Harganya sekitar 58,9 kroner, yang pada perhitungan saat itu setara dengan sekitar Rp101 ribuan.

Kalau memang setiap hari terbiasa minum kopi, kebutuhan seperti ini tentu harus masuk dalam anggaran belanja bulanan.

Selain kopi, ada juga berbagai bumbu dapur seperti lada.

Harga lada yang saya beli berada di kisaran belasan hingga puluhan kroner tergantung jenis dan ukurannya.

Harga Telur di Norwegia

Telur juga termasuk kebutuhan yang cukup sering dibeli.

Untuk satu kemasan telur, harganya sekitar 22,9 kroner, atau sekitar Rp39 ribuan berdasarkan perhitungan saat itu.

Ada juga beberapa produk makanan lainnya yang saya beli untuk kebutuhan sehari-hari.

Satu per satu mungkin terlihat biasa saja.

Tetapi ketika semua kebutuhan dikumpulkan, totalnya cukup besar.

Total Belanja Hampir Rp1,23 Juta

Nah, ini bagian yang paling menarik.

Setelah semua kebutuhan dimasukkan ke dalam keranjang, total belanja saya mencapai sekitar:

710,60 kroner Norwegia.

Kalau dikonversikan menggunakan nilai tukar yang digunakan pada saat itu, jumlah tersebut sekitar:

Rp1.226.976

Dan perlu saya ingatkan, belanjaan tersebut bukan untuk kebutuhan satu minggu.

Saya membeli persediaan karena beberapa hari toko akan tutup atau jam operasionalnya terbatas.

Jadi, kalau melihat angka totalnya, memang cukup besar untuk ukuran belanja kebutuhan sehari-hari.

Kenapa Harga di Norwegia Terasa Mahal?

Setelah melihat sendiri harga kebutuhan sehari-hari, saya mulai memahami kenapa biaya hidup di Norwegia sering dianggap tinggi.

Harga makanan dan kebutuhan sehari-hari memang cukup mahal jika dibandingkan dengan Indonesia.

Belum lagi biaya lainnya seperti tempat tinggal dan pajak.

Dalam pengalaman yang saya rasakan, biaya hidup di sana memang mahal, tetapi penghasilan yang diperoleh juga relatif lebih tinggi.

Jadi, sebenarnya tidak bisa hanya membandingkan harga barang Norwegia dengan harga barang di Indonesia.

Kita juga harus melihat berapa penghasilan yang diterima masyarakat di sana.

Penghasilan Tinggi, Tapi Menabung Belum Tentu Mudah

Ini juga menjadi hal yang menurut saya cukup menarik.

Memiliki penghasilan yang lebih tinggi tidak otomatis berarti bisa menabung dalam jumlah besar.

Kalau biaya tempat tinggal, pajak, makanan, transportasi dan kebutuhan lainnya juga tinggi, penghasilan tersebut tentu akan banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Dalam pengalaman yang dibagikan, meskipun penghasilan di Norwegia lumayan, biaya hidup yang tinggi membuat menabung juga terasa tidak mudah.

Jadi, kalau ada yang berpikir ingin bekerja di Norwegia karena gajinya besar, menurut saya jangan lupa menghitung biaya hidupnya juga.

Orang Norwegia Bisa Belanja ke Swedia

Ada satu hal menarik lainnya yang saya ketahui.

Norwegia berbatasan dengan Swedia, dan bagi masyarakat yang tinggal tidak terlalu jauh dari perbatasan, berbelanja ke Swedia bisa menjadi pilihan karena beberapa barang dianggap lebih murah di sana.

Ini cukup menarik.

Bayangkan tinggal di Norwegia, tetapi ketika ingin berbelanja lebih hemat, bisa pergi ke negara tetangga untuk membeli beberapa kebutuhan.

Tentu saja hal ini tidak berlaku bagi semua orang karena tergantung lokasi tempat tinggal dan jarak menuju perbatasan.

Perbandingan Harga Tidak Bisa Dilihat dari Angka Saja

Kalau melihat harga barang di atas, mungkin kita langsung berpikir:

“Wah, mahal banget!”

Dan memang kalau angka tersebut langsung dikonversikan ke rupiah, banyak barang yang terlihat mahal.

Tetapi menurut saya, perbandingan seperti ini harus dilakukan dengan hati-hati.

Misalnya, seseorang yang tinggal di Norwegia mendapatkan penghasilan dalam kroner, bukan rupiah.

Karena itu, yang lebih penting bukan hanya mengubah semua harga ke rupiah, tetapi melihat berapa persen penghasilan yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan tersebut.

Dengan cara itu, kita bisa mendapatkan gambaran biaya hidup yang lebih masuk akal.

Kalau Mau Kerja di Norwegia, Jangan Cuma Lihat Gajinya

Buat teman-teman yang punya rencana bekerja di Norwegia, saya rasa informasi mengenai harga kebutuhan sehari-hari seperti ini sangat penting.

Jangan hanya mencari informasi:

“Gaji kerja di Norwegia berapa?”

Tetapi cari juga:

  • Berapa biaya sewa tempat tinggal?

  • Berapa biaya makanan?

  • Berapa pajaknya?

  • Berapa biaya transportasi?

  • Berapa biaya kebutuhan sehari-hari?

  • Berapa uang yang realistis untuk ditabung?

Karena gaji besar belum tentu berarti kita bisa menabung besar.

Semuanya tergantung pada gaya hidup dan biaya hidup masing-masing.

Kesimpulan

Setelah mencoba melihat langsung harga kebutuhan sehari-hari di Norwegia, saya bisa mengatakan bahwa biaya belanja memang terasa mahal jika dibandingkan dengan Indonesia.

Untuk beberapa kebutuhan seperti buah, roti, kopi, telur, bumbu dapur dan berbagai makanan lainnya, harga bisa mencapai puluhan kroner.

Bahkan satu bungkus rokok bisa mencapai sekitar 135 kroner atau sekitar Rp230 ribuan berdasarkan perhitungan pada saat itu.

Dalam satu kali belanja untuk persediaan beberapa hari, total yang dikeluarkan mencapai sekitar 710,60 kroner atau sekitar Rp1,23 juta berdasarkan kurs yang digunakan dalam sumber.

Namun, di sisi lain, penghasilan di Norwegia juga relatif lebih tinggi.

Jadi kalau kita ingin mengetahui apakah kehidupan di Norwegia benar-benar mahal atau tidak, kita tidak bisa hanya melihat harga barang setelah dikonversikan ke rupiah.

Kita harus melihat semuanya secara keseluruhan, mulai dari gaji, pajak, tempat tinggal, kebutuhan sehari-hari sampai kemampuan menabung.

Buat saya, pengalaman melihat harga-harga di supermarket seperti ini justru memberikan gambaran yang lebih nyata tentang kehidupan sehari-hari di Norwegia.