Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Analisis Teknikal Menggunakan Candlestick: Memahami Support Dan Resistance

Support dan resistance merupakan hal yang sangat berperan penting. Jadi kita harus bisa membedakan mana titik support yang kuat dan mana titik resistance yang lemah. Support dan resistance menjadi tumpuan untuk membuka posisi. 

Bisa mengidentifikasi support atau resistance adalah salah satu keterampilan penting yang harus dikembangkan trader. Dengan begitu kalian bisa mengetahui kapan mengambil naik atau turun, membeli atau menjual.

Analisis Teknikal Menggunakan Candlestick: Memahami Suport Dan Resistance


Apa itu support dan resistance?

Kita analogikan resistance seperti langit-langit ruangan sedangkan support adalah lantainya. Support dan resistance menjadi sebuah pembatas bagi pergerakan harga. Resistance dibentuk oleh puncak-puncak haraga ( harga tertinggi). Support dibentuk oleh lembah-lembah harga (harga terendah).

Support dan resistance sangat penting terutama untuk menentukan titik take profit dan stop loss. Support dan resistance adalah level kritis psikologis  para pelaku pasar dalam mengambil keputusan untuk membeli atau menjual. Support dan resistance juga merupakan titik dimana harga apakah akan terjadi pembalikan atau melanjutkan sebuah trend.

Jadi support adalah tingakat harga seperti seakan-akan tingkat harga ini menjaga agar tidak jatuh lebih dalam lagi. Saat menyentuh titik support harga seperti membalik kembali.

Sedangkan resistance merupakan kebalikan dari support. Resistance adalah tingkat dimana aksi jual cukup besar sehingga menghambat harga bergerak naik lagi.

Sifat-sifat support dan resistance

Suport dan resistance atau sering disingkat SNR memiliki beberapa sifat penting yang perlu diketahui.

1.  Suport dan resistance bukan angka fix

Support dan resistance tidak memiliki level fix. Dalam artian, semisal level support berada di angka A, tidak berarti level support harus pas pada titik A. Seperti pada gamabar di bawah, jika harga tembus titik A, seharusnya turun. Memang bergerak turun tetapi naik kembali.

Suport dan resistance bukan angka fix

2. Harga cenderung menguji level support dan resistance

Pergerakan harga cenderung menguji level support ataupun resistance, pergerakan harga berusaha untuk menembusnya. Jika tidak tertembus, pergerakan harga akan berbalik kembali.

Harga cenderung menguji level support dan resistance

3. Saat level support atau resistance tertembus, pergerakan harga cenderung melanjutakan pergerakannya

Jika pergerakan harga menembus support ke bawah (Breakdown), maka pergerakan harga akan cenderung turun kebawah sampai membentuk titik support baru. 

Jika peregrakan harga menembus resistance ke atas (Breakout), maka pergekan harga akan terus naik samapai menemukan resistance baru.

Saat level support atau resistance tertembus, pergerakan harga cenderung melanjutakan pergerakan

4. Ada false breakout dan false breakdown

Kalian akan sering melihat level support atau resistance tertembus, tetapi ternyata pergerakan harga atau pasar hanya mengujinya. Lalu harga kembali ke posisi semula, kejadian ini dinamakan False Breakout dan False Breakdown.

Pada gambar di bawah, harga menembus support kebawah, tapi berubah dengan cepat ditutup di atas support. Kalau menembus ke bawah dan terburu-buru menajual kalian akan terkecoh.

Ada false breakout dan false breakdown

5. Level support atau resistance yang semakin sering diuji, akan semakin penting

Pergerakan harga seringkali menguji level support atau resistance hingga berkali-kali, tapi masih tidak tertembus. Artinya kita harus bersiap-siap jika level support atau resistaance tertembus. Efek pada pergerakan harga akan semakin kuat.

Level support atau resistance yang semakin sering diuji, akan semakin penting

Pergerakan harga yang menguji level support atau resistance berkali-kali biasanya akan membentuk pola-pola khusus sperti Price Channel, segitiga, atau pola lainnya. Kita akan membahas pola pergerakan harga pada artikel selanjutnya.

Kapan harga akan menembus support atau resistance?

Karena pergerakan suatu harga turun-naik dari waktu ke waktu. Support terbentuk pada titik  harga yang lebih rendah sementara resistance terbentuk pada titik harga yang lebih tinggi. Level support dan resistance bisa lemah atau kuat.

Kekuatan support atau resistance diukur dengan berapa kali harga menyetuhnya sebelum  memantul kembali. Level support dan resistance yang kuat adalah level yang telah disentuh harga beberapa kali selama periode tertentu.

Kalau harga menyentuh level support atau resistance hanya sekali sebelum menembus, maka kekautanya lemah. Momentum harga harus cukup kuat untuk menembus level support atau resistance yang kuat.

Cara mengetahui apakah momentum harga cukup kuat untuk menembus support atau resistance

Mengunakan candlestick kalian harus terlebih dahulu mengidentifikasi tren yang sedang terjadi. Jika kuat kalian akan melihat candle yang terbentuk sering kali lebih besar dengan dua candle atau lebih berwarana sama yang terbentuk berurutan.

Kalian juga bisa mendapatkan momentum harga menjadi kuat jika ada berita atau peristiwa ekonomi. Tepat setelah berita rilis, kalian akan melihat pergerakanharga akan bergerak ke arah tertentu. Sering kali menembus level support atau resistance.

Ada kondisi harga jatuh dalam kisaran yang sempit. Saat haraga mendekati support atau resistance, harga telah memiliki momentum yang cukup untuk menorobos. Tapi dalam kebanyakan kasusu harga bisanya jatuh kebali ke kisaran tesebeut sebelum menembus. Kondisi disebut false breakout atau false breakdown yang ada pada sifat-sifat SNR di atas.

Cara mengetahui apakah momentum harga cukup kuat untuk menembus support atau resistance

Menghindari penembusan palsu ( false breakaout atau false breakdown)

Penembusan palsu terjadi saat harga menembus level support atau resistance dan hampir jatuh kembali ke titik sebelum tren berbalik. Salah satu cara untuk menghindari penembusan palsu adalah dengan melihat bagaimana harga berperilaku ketika menyentuh titik support atau resistance. Identifikasi tren apa yang berkembang.

Perhatikan gamabar dibawah, kalian akan melihat harga akan mengembangkan tren turun saat mencapai resistance. Penembusan palsu terjadi ketika harga menembus resistance dan tetap di atasnya.

Kemudian, candle bearish yang solid menembus support yang menunjukkan tren turun. Di sinilah kalian harus melakuakn open posisi.

Menghindari penembusan palsu ( false breakaout atau false breakdown)

Kita harus berhati-hati dengan fase ini, karena bisa membuat kita salah mengambil keputusan dalam trading. Strateginya adalah menunggu kofirmasi penutupan satu candle. Dengan begitu kita tidak akan terjebak dengan keputusan yang terburu-buru.

Tindakan setelah harga menembus support atau resistance

Jika pergerakan harga menembus support atau resistance yang lemah, kalian bisa memperkirakan tren akan berlanjut ke arah yang sama. Dalam kasusu support atau resistance yang kuat pertimbangkan bagaimana pergerakan harga ketika menyentuh level ini.

Perhatikan kembali gambar di atas, pergerakan harga mengembangkan tren turun. Jika breakout terjadi tunggu sampaipasar berperilaku seperti ketika harga mencapai titik support atau resistance. Saatnya kalian membuka posisi menurut tren yang berkembang.

Kenapa terjadi false breakout? penmebusan palsu baisanya terjadi saat pedagang memsuki pasar saat sudah terlalu lama dan siap untuk pemablikan. Pada gambar di atas kemungkinan banyak trader yang berasumsi tren akan naik.

Berbeda dengan trader profesiaonal, mereka tahu bahwa menunggu pasar berperilaku atau menunggu sebuah konfirmasi seperti yang mereka lakukan saat harga menyetuh level resistance yang kuat. Saat itu terjadu, tren turun mulai menandakan waktu yang tepat untuk menjual atau mengambil turun.