Kerja Sampingan Antar Makanan di Norwegia, Berapa Penghasilannya?


Selama tinggal di Norwegia, saya tidak hanya menghabiskan waktu untuk pekerjaan utama. Ketika sedang memiliki waktu luang, saya mencoba mencari kegiatan yang bisa menghasilkan tambahan.

Salah satunya adalah mengantar makanan.

Kalau di Indonesia kita mengenal layanan seperti GrabFood atau GoFood, di Norwegia juga ada pekerjaan mengantarkan makanan dari restoran kepada pelanggan.

Buat saya, pekerjaan seperti ini cukup menarik karena bisa dilakukan ketika sedang memiliki waktu kosong.

Saat itu saya baru selesai mengerjakan sebuah proyek sekolah. Daripada hanya duduk di rumah di depan komputer, saya memilih keluar dan mencoba mengantar makanan.

Mulai Mengantar Makanan Sekitar Jam 5 Sore

Hari itu saya mulai bekerja sekitar pukul 17.00.

Kebetulan sedang akhir pekan, jadi saya menuju daerah yang memiliki banyak restoran yang buka.

Aplikasi pengantaran belum langsung saya nyalakan sejak berangkat dari rumah. Saya menuju area yang lebih ramai terlebih dahulu, baru kemudian mulai menerima pesanan.

Cuaca saat itu juga cukup nyaman.

Suhu sekitar 22 derajat Celsius dan anginnya tidak terlalu kencang.

Karena sedang musim panas, mengendarai kendaraan di luar terasa cukup menyenangkan.

Musim Panas Justru Tidak Selalu Ramai Pesanan

Ada satu hal yang menurut saya cukup menarik.

Ketika musim panas dan cuaca sedang cerah, orang-orang Norwegia justru lebih senang makan di luar.

Akibatnya, pesanan makanan yang harus diantarkan tidak selalu banyak.

Tapi bagi saya, daripada hanya diam di rumah dan tidak melakukan apa-apa, lebih baik keluar mencari tambahan penghasilan.

Lumayan kalau mendapatkan beberapa pesanan.

Selain mendapatkan uang tambahan, saya juga bisa menikmati suasana Norwegia sambil berkendara.

Mengendarai Kendaraan di Norwegia Harus Lebih Waspada

Selama mengantar makanan, saya juga semakin merasakan bagaimana aturan lalu lintas di Norwegia.

Kita harus benar-benar memperhatikan kondisi jalan.

Ada jalur tertentu yang memang dikhususkan untuk pejalan kaki atau pengguna sepeda dan tidak bisa digunakan sembarangan oleh kendaraan.

Ketika berkendara, saya juga harus memperhatikan orang yang mungkin akan menyeberang.

Karena itu, kecepatan kendaraan sudah diatur dan kita harus selalu waspada terhadap kondisi di sekitar.

Menurut saya, hal seperti ini penting untuk diperhatikan bagi siapa saja yang ingin mencoba pekerjaan sebagai pengantar makanan di Norwegia.

Bukan hanya soal mencari pesanan, tetapi juga harus memahami aturan lalu lintas setempat.

Lebih Enak Menggunakan Sepeda Listrik

Saat musim panas, menggunakan sepeda menjadi salah satu pilihan yang cukup nyaman.

Saya menggunakan sepeda listrik untuk mengantarkan makanan.

Keuntungannya, sepeda listrik lebih cepat dan tidak terlalu menguras tenaga, terutama ketika harus melewati jalan yang menanjak.

Di beberapa daerah memang terdapat tanjakan, sehingga kalau menggunakan sepeda biasa tentu membutuhkan tenaga lebih banyak.

Selain sepeda listrik, ada juga orang yang menggunakan skuter untuk melakukan pekerjaan pengantaran.

Menurut saya, kendaraan yang digunakan sangat berpengaruh terhadap seberapa efisien kita bisa mengambil dan mengantarkan pesanan.

Pesanan Harus Diantar Sampai Depan Rumah

Cara mengantar makanan di Norwegia juga cukup berbeda dengan kebiasaan yang mungkin pernah saya lihat di Indonesia.

Ketika pelanggan tinggal di apartemen, makanan tidak selalu hanya ditinggalkan di depan gedung.

Dalam pengalaman ini, makanan harus diantar sampai ke depan pintu apartemen atau kamar pelanggan.

Kalau pelanggan tinggal di lantai atas dan ternyata tidak ada lift, mau tidak mau saya harus naik tangga.

Pernah juga mendapatkan pesanan pizza yang harus diantar sampai ke atas.

Kalau hanya satu kali mungkin tidak terasa.

Tetapi kalau mendapatkan beberapa pesanan ke gedung yang tinggi, tentu lumayan juga tenaga yang dikeluarkan.

Masalah Biaya Tol Harus Diperhitungkan

Ini salah satu hal yang menurut saya sangat penting kalau ingin mencoba pekerjaan sebagai pengantar makanan di Norwegia.

Jangan hanya melihat bayaran dari satu pesanan.

Kita juga harus menghitung biaya yang dikeluarkan untuk mengantarkan pesanan tersebut.

Salah satunya adalah biaya tol.

Dalam salah satu perjalanan, saya mendapatkan bayaran sekitar 118 kroner untuk jarak sekitar 9 kilometer.

Masalahnya, perjalanan tersebut melewati beberapa titik tol.

Satu tol bisa sekitar 25 kroner. Kalau harus melewati tiga tol, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai sekitar 75 kroner.

Artinya, dari bayaran 118 kroner, sebagian besar harus digunakan untuk membayar tol.

Kalau dihitung-hitung, tentu kurang menarik.

Karena itu, saya lebih memilih mengambil pesanan dengan jarak dan rute yang lebih masuk akal.

Misalnya mendapatkan pesanan sekitar 5 kilometer dengan bayaran 87 kroner.

Memang tidak terlalu besar, tetapi kalau rutenya lebih efisien, hasil yang didapat bisa lebih terasa.

Saya Harus Pintar Memilih Pesanan

Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa menjadi pengantar makanan bukan hanya soal sebanyak mungkin menerima order.

Kita juga harus pintar menghitung.

Misalnya:

Berapa jaraknya?

Berapa bayarannya?

Apakah harus melewati tol?

Berapa biaya kendaraan?

Apakah setelah mengantar saya bisa mendapatkan pesanan berikutnya di daerah tersebut?

Semua harus dipertimbangkan.

Kalau mendapatkan pesanan jauh tetapi biaya perjalanan terlalu besar, belum tentu hasil akhirnya bagus.

Jam 7 Malam di Norwegia Masih Terang

Hal lain yang menarik selama mengantar makanan adalah kondisi langit.

Saat itu sudah sekitar pukul 19.00, tetapi suasana masih sangat terang.

Bahkan sampai pukul 21.00 atau 22.00, kondisi belum benar-benar gelap.

Ini menjadi salah satu pengalaman yang cukup berbeda bagi saya dibandingkan dengan kehidupan di Indonesia.

Di Indonesia, pukul 19.00 biasanya sudah malam dan gelap.

Sedangkan saat musim panas di Norwegia, matahari masih memberikan cahaya yang cukup terang.

Kondisi seperti ini juga membuat waktu bekerja di luar terasa lebih panjang.

Kota Besar di Norwegia Tetap Banyak Ruang Hijau

Selama berkeliling mengantar makanan, saya juga melihat sisi lain kehidupan di Norwegia.

Meskipun berada di wilayah perkotaan, masih banyak area hijau yang bisa ditemukan.

Ada hutan, taman, dan ruang terbuka hijau bahkan di sekitar kota.

Di Oslo misalnya, terdapat banyak tempat hijau yang bisa digunakan untuk jogging atau sekadar berjalan-jalan.

Buat saya, ini menjadi salah satu hal yang menyenangkan.

Kita bisa berada di kota, tetapi tidak selalu merasa seperti berada di tengah-tengah bangunan beton.

Berapa Penghasilan Mengantar Makanan di Norwegia?

Setelah beberapa jam berkeliling, saya akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pekerjaan.

Saya mulai sekitar pukul 17.00 lebih dan selesai sekitar 20.30.

Total penghasilan yang saya dapatkan hari itu sekitar:

827 kroner Norwegia

Kalau dilihat dari waktu kerjanya, kurang lebih tiga setengah jam.

Menurut saya, untuk pekerjaan sampingan dan dilakukan ketika sedang memiliki waktu kosong, hasil tersebut cukup lumayan.

Tentu saja penghasilan bersih yang sebenarnya perlu memperhitungkan berbagai biaya seperti bahan bakar atau biaya kendaraan, tol, dan pengeluaran lainnya.

Jadi angka 827 kroner tersebut jangan langsung dianggap sebagai keuntungan bersih.

Apakah Mengantar Makanan Cocok untuk Pekerjaan Sampingan?

Menurut saya, pekerjaan seperti ini bisa menarik bagi orang yang membutuhkan pekerjaan fleksibel.

Terutama kalau kita memang memiliki waktu kosong setelah pekerjaan atau sekolah.

Kita tidak harus menghabiskan seluruh waktu di rumah.

Daripada tidak melakukan apa-apa, mengantarkan makanan bisa menjadi salah satu cara mendapatkan tambahan penghasilan sekaligus berkeliling melihat suasana sekitar.

Tetapi tentu saja tetap perlu memperhitungkan biaya operasional.

Jangan sampai pendapatan terlihat besar, tetapi setelah dikurangi tol dan biaya kendaraan ternyata hasilnya tidak seberapa.

Yang Saya Suka dari Pekerjaan Ini

Ada beberapa hal yang menurut saya menyenangkan dari mengantar makanan di Norwegia.

Pertama, pekerjaannya cukup fleksibel.

Kita bisa memanfaatkan waktu kosong.

Kedua, kita bisa berada di luar rumah dan tidak terus-menerus duduk di depan komputer.

Ketiga, kita bisa sekaligus berkeliling menikmati pemandangan.

Apalagi ketika musim panas dan cuaca sedang bagus.

Jalanan juga terasa nyaman karena tidak terlalu ramai.

Kekurangannya Juga Ada

Namun, pekerjaan ini tentu tidak selalu mudah.

Kita harus memperhatikan cuaca, kondisi jalan, jarak pengantaran, biaya tol, serta waktu yang dibutuhkan untuk setiap pesanan.

Kalau mendapatkan pesanan dengan jarak jauh tetapi bayaran tidak terlalu tinggi dan harus melewati beberapa tol, keuntungan bisa menjadi sangat kecil.

Karena itu, menurut saya kemampuan menghitung dan memilih order sangat penting.

Kesimpulan

Mengantar makanan di Norwegia ternyata bisa menjadi salah satu pilihan pekerjaan sampingan ketika memiliki waktu kosong.

Dalam pengalaman yang saya ceritakan, saya mulai bekerja sekitar pukul 17.00 dan mengakhiri pekerjaan sekitar pukul 20.30.

Dalam waktu tersebut, total pendapatan yang diperoleh sekitar 827 kroner Norwegia.

Tetapi pekerjaan ini bukan sekadar mengambil pesanan dan mengantarkannya.

Saya juga harus memperhatikan aturan lalu lintas, memilih rute yang tepat, menghitung biaya tol, serta memilih pesanan yang memberikan hasil paling masuk akal.

Menurut saya, pekerjaan seperti ini cocok dijadikan pekerjaan sampingan bagi orang yang memiliki waktu luang.

Apalagi ketika musim panas, berkeliling dengan sepeda listrik sambil menikmati suasana Norwegia tentu menjadi pengalaman tersendiri.

Yang paling penting, jangan hanya melihat angka pendapatan.

Hitung juga biaya yang keluar.

Karena dalam pekerjaan apa pun, yang sebenarnya kita cari bukan hanya omzet, tetapi berapa banyak uang yang benar-benar tersisa setelah semua biaya dikurangi.