Kerja di Luar Negeri untuk Orang Indonesia: Seperti Apa Rutinitas Kerjanya?
Banyak orang Indonesia tertarik mencari kerja di luar negeri untuk orang Indonesia karena ingin mendapatkan pengalaman baru, membangun karier internasional, atau mencoba kehidupan di negara lain.
Namun, sebelum memutuskan bekerja di luar negeri, penting untuk mengetahui bagaimana kehidupan dan rutinitas pekerjaan sebenarnya. Tidak selalu tentang pekerjaan dengan posisi tinggi atau kantor yang mewah. Ada juga orang Indonesia yang bekerja part-time dan menjalani shift panjang seperti pekerjaan pada umumnya.
Salah satu pengalaman yang dibagikan adalah bekerja part-time di sebuah climbing gym di Edinburgh, dengan rutinitas kerja yang dapat berlangsung hingga 12 jam dalam satu hari.
Bekerja Part-Time di Climbing Gym
Dalam pengalaman tersebut, pekerjaan yang dilakukan saat ini adalah part-time di climbing gym.
Sebelumnya, pekerja tersebut pernah bekerja di bidang marketing, tetapi kemudian mengundurkan diri karena berbagai alasan dan beralih bekerja di climbing gym. Pekerjaannya cukup bervariasi dan tidak hanya berada di satu jenis tugas.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa kerja di luar negeri untuk orang Indonesia tidak selalu harus dimulai dari pekerjaan yang sesuai dengan gelar pendidikan atau pekerjaan sebelumnya.
Ada kemungkinan seseorang berpindah bidang dan mencoba pekerjaan lain sesuai dengan kondisi dan kesempatan yang tersedia.
Rutinitas Kerja Bisa Mencapai 12 Jam
Pada hari yang diceritakan dalam sumber, shift kerja berlangsung selama 12 jam.
Namun, pekerja tersebut menjelaskan bahwa shift 12 jam bukanlah jadwal yang biasa. Umumnya, durasi kerja berada di sekitar 8 sampai 10 jam. Shift 12 jam terjadi karena adanya perubahan jadwal setelah sebelumnya tidak masuk kerja karena kondisi kesehatan.
Jadi, pengalaman bekerja selama 12 jam tersebut lebih merupakan long shift yang jarang terjadi, bukan rutinitas setiap hari.
Memulai Hari dengan Sarapan
Sebelum berangkat kerja, pekerja tersebut sarapan sederhana berupa yogurt dan granola.
Sarapan dilakukan agar tetap mendapatkan energi dan merasa kenyang sebelum menjalani shift yang panjang. Setelah itu, persiapan kerja dilakukan dengan membawa perlengkapan yang dibutuhkan.
Hal sederhana seperti menyiapkan makanan dan pakaian kerja menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari ketika bekerja di luar negeri.
Tiga Jam Pertama Mencuci Climbing Holds
Pada awal shift, pekerjaan yang dilakukan adalah hold wash, yaitu mencuci climbing holds atau pegangan yang digunakan dalam aktivitas panjat.
Pekerjaan tersebut dilakukan selama sekitar tiga jam dan membuat pekerja harus berhadapan langsung dengan air. Karena itu, seragam kerja tidak langsung dikenakan sejak berangkat dari rumah, tetapi dibawa untuk dipakai setelah pekerjaan mencuci selesai.
Pekerjaan tersebut ternyata cukup banyak karena jumlah climbing holds yang harus dicuci cukup besar.
Salah Satu Keuntungan Bekerja di Climbing Gym
Selain pekerjaan utama, terdapat pula fasilitas yang menjadi salah satu keuntungan bekerja di tempat tersebut.
Karena climbing gym juga memiliki kafe, pekerja dapat membuat kopi ketika sedang bekerja. Dalam pengalaman tersebut, bahkan disebutkan adanya unlimited coffee sebagai salah satu perks pekerjaan.
Setiap tempat kerja tentunya memiliki fasilitas dan benefit yang berbeda. Karena itu, calon pekerja perlu melihat keseluruhan paket pekerjaan, bukan hanya gaji.
Perjalanan ke Tempat Kerja Menggunakan Bus
Untuk menuju climbing gym, pekerja biasanya menggunakan bus.
Perjalanan dari tempat tinggal menuju climbing gym membutuhkan waktu sekitar 40 menit. Meskipun cukup jauh, perjalanan tersebut hanya membutuhkan satu kali bus tanpa harus melakukan transfer. Setelah turun dari bus, masih perlu berjalan kaki sekitar lima menit menuju tempat kerja.
Untuk shift tertentu seperti pagi atau malam, perjalanan menggunakan transportasi umum tentu bisa terasa berbeda dibandingkan ketika bekerja pada jam normal.
Waktu Istirahat dan Makan Siang
Setelah menyelesaikan pekerjaan mencuci climbing holds, pekerja mendapatkan waktu untuk makan siang.
Makanan yang dibawa cukup sederhana, yaitu karage dan telur dadar. Pada hari tersebut, makanan dipilih karena sebelumnya tidak sempat memasak.
Waktu istirahat yang tersedia sekitar 25 menit sebelum kembali menjalankan shift berikutnya.
Hal ini menunjukkan bahwa ketika bekerja dengan sistem shift, waktu makan dan istirahat harus dimanfaatkan dengan baik.
Suasana Kerja Berubah Menjelang Sore
Pada siang hari, climbing gym belum terlalu ramai karena saat itu merupakan hari Jumat.
Namun, kondisi diperkirakan akan berubah setelah sekitar pukul 5 sore karena lebih banyak orang mulai datang.
Bagi pekerja di sektor pelayanan atau tempat yang berhubungan langsung dengan pelanggan, jumlah pengunjung dapat memengaruhi tingkat kesibukan selama bekerja.
Break Kedua Sebelum Menyelesaikan Shift
Menjelang sore, terdapat waktu istirahat kedua. Pada saat itu, pekerja hanya memiliki sekitar lima menit untuk beristirahat.
Karena masih kenyang dari makan siang, makanan yang dikonsumsi saat break kedua hanya oats. Dua cangkir kopi juga membantu membuat tubuh tetap terasa cukup bertenaga selama bekerja.
Saat itu terdapat tiga orang yang bekerja sehingga pekerjaan masih dapat dijalankan dengan cukup baik meskipun shift berlangsung panjang.
Pulang Setelah Shift Panjang
Setelah menyelesaikan pekerjaan, waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 21.35.
Pekerja mengaku cukup lelah karena menjalani hari kerja yang panjang. Pada bagian akhir shift juga terjadi sebuah insiden ketika seorang pengunjung mengalami cedera setelah terjatuh.
Situasi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pekerjaan karena staf harus membantu menangani kondisi pengunjung ketika staf lainnya sedang sibuk.
Setelah selesai bekerja, perjalanan pulang kembali dilakukan dengan berjalan menuju halte bus.
Seperti Apa Realita Kerja di Luar Negeri?
Pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa kerja di luar negeri untuk orang Indonesia tidak selalu berarti bekerja dengan jadwal yang nyaman atau pekerjaan yang mudah.
Ada pekerjaan yang membutuhkan:
Shift panjang.
Pekerjaan fisik.
Berdiri dan bergerak dalam waktu lama.
Melayani pelanggan.
Menghadapi kondisi tidak terduga.
Menggunakan transportasi umum untuk pergi dan pulang kerja.
Namun, setiap pekerjaan tentu memiliki kondisi yang berbeda.
Dalam pengalaman tersebut, shift 12 jam bahkan disebut sebagai sesuatu yang jarang terjadi. Biasanya waktu kerja berada di kisaran 8 sampai 10 jam.
Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Kerja di Luar Negeri
Bagi orang Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri, pengalaman seperti ini dapat menjadi gambaran bahwa kehidupan kerja di negara lain tetap memiliki tantangan sehari-hari.
Sebelum berangkat, calon pekerja sebaiknya mempersiapkan diri untuk:
Beradaptasi dengan jam kerja
Menggunakan transportasi umum
Mengatur makanan sendiri
Menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja
Mampu bekerja dalam tim
Menghadapi pekerjaan fisik jika diperlukan
Berkomunikasi dengan pelanggan dan rekan kerja
Yang tidak kalah penting adalah memahami pekerjaan yang akan dilakukan sebelum menerima tawaran kerja.
Kesimpulan
Kerja di luar negeri untuk orang Indonesia memiliki pengalaman yang berbeda-beda tergantung negara, perusahaan, bidang pekerjaan, dan sistem kerja.
Pengalaman bekerja part-time di climbing gym di Edinburgh menunjukkan bahwa pekerjaan di luar negeri juga dapat berupa pekerjaan dengan sistem shift, pekerjaan fisik, pelayanan pelanggan, hingga jadwal panjang.
Dalam satu hari, pekerja tersebut menjalani shift selama 12 jam, meskipun dijelaskan bahwa jadwal seperti itu jarang terjadi dan biasanya bekerja sekitar 8 sampai 10 jam. Rutinitasnya meliputi perjalanan menggunakan bus, mencuci climbing holds, bekerja di area gym, mengambil waktu istirahat, hingga menangani kondisi pengunjung.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa sebelum mencari kerja di luar negeri untuk orang Indonesia, calon pekerja sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan gaji, tetapi juga memahami jam kerja, jenis pekerjaan, perjalanan, lingkungan kerja, dan rutinitas kehidupan sehari-hari.
