Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kerja di Luar Negeri: Jalur, Persiapan, dan Tips Mencari Pekerjaan

Banyak orang Indonesia memiliki keinginan untuk kerja di luar negeri, baik untuk mendapatkan pengalaman internasional, mengembangkan karier, memperoleh penghasilan, maupun membangun kehidupan di negara lain.

Namun, bekerja di luar negeri bukan hanya tentang mencari lowongan dan mengirim CV. Ada banyak hal yang perlu dipersiapkan, mulai dari pendidikan, kemampuan bahasa, pengalaman kerja, visa, hingga kemampuan beradaptasi dengan kehidupan di negara tujuan.

Pengalaman seseorang yang pernah menjalani pendidikan dan karier di beberapa negara menunjukkan bahwa ada banyak jalur yang bisa digunakan untuk mendapatkan kesempatan kerja di luar negeri.

Kerja di Luar Negeri Tidak Harus melalui Satu Jalur

Salah satu hal penting yang disampaikan dalam pengalaman tersebut adalah bahwa tidak ada satu jalur yang berlaku untuk semua orang.

Ada orang yang mendapatkan pekerjaan di luar negeri setelah menyelesaikan pendidikan di luar negeri. Ada pula yang menempuh pendidikan di Indonesia terlebih dahulu, bekerja beberapa tahun di Indonesia, kemudian direkrut perusahaan internasional atau headhunter untuk bekerja di negara lain.

Beberapa jalur yang dapat ditempuh antara lain:

  1. Kuliah di luar negeri kemudian mencari pekerjaan.

  2. S1 di Indonesia, kemudian melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

  3. Bekerja terlebih dahulu di Indonesia.

  4. Bergabung dengan perusahaan internasional.

  5. Mendapatkan transfer dari perusahaan ke kantor luar negeri.

  6. Direkrut oleh headhunter.

  7. Melanjutkan karier akademik hingga bekerja sebagai dosen atau peneliti di luar negeri.

Artinya, seseorang tidak harus memiliki latar belakang yang sama untuk bisa mendapatkan kesempatan bekerja di luar negeri.

Pendidikan di Luar Negeri Bukan Syarat Mutlak

Pengalaman dalam sumber juga menekankan bahwa seseorang tidak harus kuliah S1 dan S2 di luar negeri untuk dapat bekerja di luar negeri.

Ada orang Indonesia yang menyelesaikan S1 di Indonesia, kemudian bekerja beberapa tahun di dalam negeri sebelum akhirnya direkrut oleh headhunter untuk bekerja di Jepang. Dalam pengalaman yang disebutkan, jalur seperti ini banyak ditemukan terutama pada bidang teknologi.

Jadi, bagi yang saat ini masih kuliah di Indonesia, kesempatan untuk bekerja di luar negeri tetap terbuka.

Yang perlu dibangun adalah kemampuan, pengalaman, portofolio, jaringan profesional, dan kemampuan bahasa.

Contoh Mencari Kerja di Amerika Serikat

Dalam pengalaman yang diceritakan, proses job hunting dilakukan ketika sedang menempuh S2 di Amerika Serikat.

Pada semester kedua, terdapat pilihan untuk melanjutkan ke jenjang S3 atau mulai bekerja. Kemudian diputuskan untuk mencari pengalaman kerja karena sebelumnya belum memiliki pengalaman kerja profesional.

Pencarian pekerjaan dilakukan ke berbagai institusi, termasuk sekolah internasional, IB school, Islamic school, dan industri pendidikan lainnya yang berkaitan dengan learning design dan curriculum design.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa pencarian kerja dapat dimulai dengan menentukan bidang yang sesuai dengan latar belakang dan kemampuan yang dimiliki.

Gunakan LinkedIn untuk Mencari Informasi Karier

Salah satu strategi yang dilakukan adalah memanfaatkan LinkedIn, bukan hanya untuk melihat lowongan tetapi juga untuk mencari orang yang sudah bekerja di perusahaan atau posisi yang dituju.

Dalam pengalaman tersebut, pencari kerja melihat profil alumni dan orang-orang yang pernah mengikuti program yang diminati. Setelah menemukan orang yang relevan, mereka dihubungi untuk melakukan coffee chat secara online.

Tujuannya bukan sekadar meminta pekerjaan, tetapi mencari informasi mengenai:

  • Pengalaman bekerja di perusahaan.

  • Budaya perusahaan.

  • Posisi yang dituju.

  • Prospek karier.

  • Pengalaman mengikuti proses rekrutmen.

Cara seperti ini dapat membantu calon pekerja mendapatkan gambaran yang lebih realistis sebelum melamar pekerjaan.

Jangan Hanya Menunggu Dipanggil Perusahaan

Mencari kerja di luar negeri membutuhkan usaha yang lebih aktif.

Dalam pengalaman tersebut, proses pendaftaran dilakukan dengan mengirim CV dan menjawab beberapa pertanyaan singkat di website perusahaan. Namun, prosesnya juga dibarengi dengan networking melalui LinkedIn.

Dengan demikian, strategi mencari pekerjaan dapat dilakukan melalui dua sisi:

Melamar pekerjaan
→ mencari lowongan
→ mengirim CV
→ mengikuti proses seleksi

Membangun jaringan
→ mencari profesional di bidang yang sama
→ menghubungi alumni
→ melakukan coffee chat
→ memahami perusahaan dan posisi

Keduanya dapat dilakukan secara bersamaan.

Paspor dan Kebijakan Perusahaan Bisa Berpengaruh

Dalam pengalaman yang dibagikan, terdapat situasi ketika perusahaan mempertimbangkan lokasi penempatan berdasarkan kebijakan terkait paspor.

Calon pekerja tersebut akhirnya mendapatkan kesempatan bekerja di Hong Kong, sementara proses perekrutan untuk posisi di Boston memiliki pertimbangan kebijakan yang berbeda.

Hal ini menunjukkan bahwa proses mendapatkan pekerjaan internasional tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan kandidat. Faktor seperti kebijakan perusahaan, kebutuhan kantor, lokasi pekerjaan, dan persyaratan administratif juga dapat berpengaruh.

Pengalaman Kerja Bisa Membuka Kesempatan ke Negara Lain

Menariknya, satu pekerjaan dapat menjadi pintu menuju kesempatan berikutnya.

Dalam pengalaman tersebut, setelah mendapatkan posisi di Hong Kong, terdapat berbagai perjalanan kerja ke beberapa negara seperti New York, Prancis, Malta, Korea, Jepang, dan Indonesia.

Kemudian, melalui percakapan dengan mentor dan pimpinan di Jepang, muncul kesempatan untuk ditempatkan di Tokyo setelah menyelesaikan program management trainee.

Ini menunjukkan bahwa karier internasional bisa berkembang secara bertahap. Seseorang tidak selalu harus langsung mendapatkan pekerjaan permanen di negara yang menjadi tujuan akhir.

Bahasa Menjadi Modal Penting

Jika ingin kerja di luar negeri, salah satu persiapan yang sangat penting adalah bahasa.

Dalam sumber, bahasa disebut sebagai salah satu faktor yang dapat membuat seseorang memiliki nilai lebih bagi perusahaan internasional. Bahasa Inggris menjadi kemampuan dasar, sementara mempelajari bahasa negara tujuan dapat menjadi nilai tambahan.

Contohnya, ketika ingin bekerja dan tinggal di Jepang, kemampuan bahasa Jepang dapat membantu dalam kehidupan sehari-hari maupun lingkungan pekerjaan.

Bahkan dalam pengalaman yang dibagikan, kemampuan bahasa Jepang menjadi salah satu faktor yang mendukung peluang penempatan di Tokyo.

Jangan Hanya Memikirkan Pekerjaan

Mendapatkan pekerjaan di luar negeri memang penting, tetapi kehidupan setelah pindah negara juga harus dipertimbangkan.

Sebelum memilih negara tujuan, perlu mencari tahu bagaimana kehidupan sehari-harinya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Biaya hidup.

  • Bahasa.

  • Makanan.

  • Tempat tinggal.

  • Kesehatan.

  • Pendidikan anak.

  • Jarak dengan keluarga.

  • Lingkungan sosial.

  • Kebutuhan ibadah.

  • Dukungan pemerintah.

  • Fasilitas yang tersedia.

Setiap negara memiliki kondisi yang berbeda. Sesuatu yang dianggap mudah oleh satu orang belum tentu terasa mudah bagi orang lain.

Pertimbangkan Kehidupan Keluarga

Keputusan untuk kerja di luar negeri juga sebaiknya tidak hanya dilihat dari sisi karier.

Dalam pengalaman tersebut, kondisi keluarga menjadi salah satu faktor yang membuat aktivitas di luar negeri memungkinkan. Dukungan pasangan dan kondisi keluarga juga menjadi bagian dari pertimbangan dalam menentukan rencana jangka panjang.

Karena itu, bagi seseorang yang sudah berkeluarga, keputusan bekerja di luar negeri perlu mempertimbangkan pasangan, anak, orang tua, pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sehari-hari.

Cari Tahu Realita Negara Tujuan

Sebelum berangkat, jangan hanya mencari informasi mengenai gaji atau pekerjaan.

Cari juga pengalaman orang yang sudah tinggal di negara tersebut.

Sumber menyarankan untuk melihat profil orang-orang yang bekerja di luar negeri melalui LinkedIn dan mencari tahu bagaimana mereka mendapatkan pekerjaan tersebut.

Selain itu, pengalaman orang lain mengenai kehidupan sehari-hari juga dapat menjadi bahan pertimbangan. Informasi tersebut dapat membantu melihat kelebihan dan tantangan yang mungkin dihadapi setelah pindah ke negara tujuan.

Buat Keputusan Berdasarkan Riset

Kerja di luar negeri merupakan keputusan besar. Karena itu, jangan hanya mengikuti tren atau cerita sukses seseorang.

Lakukan riset mengenai:

  1. Jalur mendapatkan pekerjaan.

  2. Persyaratan pekerjaan.

  3. Visa dan izin kerja.

  4. Kemampuan bahasa.

  5. Biaya hidup.

  6. Sistem kesehatan.

  7. Pendidikan.

  8. Kondisi keluarga.

  9. Lingkungan sosial.

  10. Kehidupan masyarakat setempat.

Dalam sumber, pentingnya melakukan riset ditekankan agar seseorang dapat membuat keputusan yang benar-benar berdasarkan informasi, bukan hanya membayangkan kehidupan di luar negeri secara ideal.

Kesimpulan

Kerja di luar negeri bukan hanya bisa dilakukan oleh orang yang kuliah di luar negeri. Ada banyak jalur yang dapat ditempuh, mulai dari pendidikan, pengalaman kerja di Indonesia, perusahaan internasional, transfer perusahaan, hingga rekrutmen melalui headhunter.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan sejak sekarang adalah membangun kemampuan dan jaringan profesional. LinkedIn dapat dimanfaatkan untuk mencari informasi mengenai perusahaan, posisi, alumni, dan orang-orang yang sudah memiliki pengalaman bekerja di luar negeri.

Selain kemampuan profesional, bahasa juga menjadi modal penting. Bahasa Inggris merupakan kemampuan dasar yang berguna, sedangkan bahasa negara tujuan dapat menjadi nilai tambahan.

Yang tidak kalah penting, jangan hanya mencari tahu bagaimana cara mendapatkan pekerjaan. Pelajari juga bagaimana kehidupan di negara tujuan, karena keputusan untuk bekerja di luar negeri akan berkaitan dengan karier sekaligus kehidupan sehari-hari.