Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kerja di Jepang sebagai Tukang Besi Segini Gaji yang Saya Dapatkan

Banyak orang yang mencari informasi tentang kerja di Jepang pasti penasaran dengan satu hal: sebenarnya berapa gaji yang bisa didapatkan?

Di artikel ini saya ingin berbagi pengalaman saya sendiri setelah menerima gaji dari pekerjaan saya di Jepang sebagai tekkin atau tukang besi. Saya sengaja membagikan slip gaji dan jumlah uang yang saya terima bukan untuk pamer, tetapi supaya teman-teman yang sedang mencari informasi tentang kerja di Jepang bisa mempunyai gambaran nyata mengenai penghasilan.

Setiap orang tentu bisa mendapatkan gaji yang berbeda. Besarnya penghasilan dipengaruhi oleh perusahaan, kontrak kerja, jumlah lembur, dan kondisi pekerjaan.

Gaji Kotor Saya Saat Kerja di Jepang

Setelah menerima gaji, saya mengambil uang dari bank dan mencocokkannya dengan jumlah yang tercantum pada slip gaji.

Dalam slip tersebut terdapat beberapa bagian, mulai dari gaji kotor, potongan, hingga gaji bersih. Dari pengalaman saya, gaji kotor yang tercantum sekitar 200 ribu yen. Setelah dikurangi berbagai potongan, jumlah yang saya terima menjadi lebih kecil.

Kalau dikonversikan ke rupiah menggunakan perhitungan yang saya gunakan saat itu, jumlah gaji bersih saya berada di kisaran Rp14 jutaan.

Namun, pada bulan tersebut saya mendapatkan tambahan dari lembur.

Saya Mendapat Tambahan dari Lembur

Selain gaji pokok, saya juga mendapatkan uang lembur. Pada bulan tersebut tambahan lembur yang saya terima sekitar Rp600 ribu berdasarkan perhitungan saya.

Bagi saya, lembur memang cukup berpengaruh terhadap jumlah penghasilan.

Kalau sebuah perusahaan memiliki banyak pekerjaan dan kesempatan lembur cukup banyak, tentu penghasilan yang diterima bisa lebih besar. Sebaliknya, kalau perusahaan jarang memberikan lembur, penghasilan biasanya tidak akan jauh dari ketentuan yang tercantum dalam kontrak.

Di perusahaan tempat saya bekerja, lembur termasuk cukup jarang. Kadang hanya sekitar satu jam dan tidak selalu ada setiap hari. Bahkan ada bulan tertentu ketika tidak mendapatkan lembur sama sekali.

Kebetulan pada bulan ini sedang ada pekerjaan proyek sehingga saya mendapatkan sedikit tambahan lembur.

Berapa Uang yang Saya Terima?

Setelah menghitung uang yang saya ambil dari bank, jumlahnya sekitar Rp14,7 juta berdasarkan konversi yang saya gunakan dalam video.

Saya bersyukur mendapatkan penghasilan sebesar itu dari pekerjaan saya di Jepang. Saya juga berharap penghasilan pada bulan-bulan berikutnya bisa terus bertambah.

Tetapi saya juga ingin menekankan bahwa angka tersebut bukan berarti semua orang yang kerja di Jepang akan mendapatkan jumlah yang sama.

Setiap perusahaan mempunyai kondisi yang berbeda.

Gaji Saya Mengalami Kenaikan

Hal lain yang ingin saya ceritakan adalah mengenai kenaikan gaji.

Sebelumnya, penghasilan saya berada di kisaran Rp12 jutaan. Kemudian pada periode berikutnya meningkat menjadi sekitar Rp13,5 juta. Setelah melakukan pembaruan kontrak, saya mendapatkan kenaikan lagi dan mulai menerima sekitar Rp15 juta berdasarkan perhitungan saya.

Kenaikan tersebut tidak sampai Rp1 juta, tetapi berada di kisaran Rp800 ribu sampai Rp900 ribuan.

Bagi saya, tetap saya syukuri karena ada peningkatan dibandingkan sebelumnya.

Saya juga tidak menyangka pada akhirnya ada kenaikan gaji. Ketika pertama kali membuat perjanjian kerja, saya tidak terlalu berharap akan mendapatkan kenaikan. Tetapi setelah bekerja dan melakukan pembaruan kontrak, ternyata ada perubahan penghasilan.

Pengalaman Kenaikan Gaji dari Tahun ke Tahun

Kalau melihat perjalanan saya, kenaikan gaji tidak selalu sama setiap tahun.

Pada tahun pertama, saya tidak mendapatkan kenaikan. Kemudian pada tahun kedua ada kenaikan sekitar Rp1,5 juta. Sementara pada tahun ketiga, setelah melakukan pembaruan kontrak, kenaikannya sekitar Rp800 ribu sampai Rp900 ribu.

Awalnya saya sempat berpikir kalau tahun kedua mendapatkan kenaikan cukup besar, maka tahun ketiga mungkin akan mendapatkan kenaikan yang lebih besar lagi.

Ternyata kenyataannya tidak selalu seperti itu.

Karena itu, menurut saya jangan terlalu banyak membuat perkiraan sendiri mengenai gaji sebelum melihat isi kontrak dan kondisi sebenarnya di tempat kerja.

Jangan Menganggap Semua Pekerja di Jepang Gajinya Sama

Ini bagian yang menurut saya penting bagi teman-teman yang sedang mencari informasi tentang kerja di Jepang.

Jangan melihat satu orang mendapatkan gaji tertentu kemudian menganggap semua pekerja di Jepang akan mendapatkan gaji yang sama.

Pengalaman saya menunjukkan bahwa perusahaan dan jumlah lembur bisa sangat memengaruhi penghasilan.

Saya sendiri bekerja di perusahaan yang menurut saya tidak terlalu besar sehingga kesempatan lemburnya juga terbatas. Kalau sedang ada proyek, bisa mendapatkan tambahan. Tetapi kalau pekerjaan sedang sepi, lembur bisa saja tidak ada.

Jadi sebelum berangkat, jangan hanya bertanya, "Gajinya berapa?"

Tanyakan juga:

  1. Berapa gaji pokok?

  2. Berapa perkiraan gaji bersih?

  3. Berapa potongan setiap bulan?

  4. Apakah ada lembur?

  5. Berapa rata-rata jam lemburnya?

  6. Bagaimana sistem kenaikan gaji?

  7. Apa saja yang tercantum dalam kontrak kerja?

Hal-hal seperti ini menurut saya jauh lebih penting daripada hanya melihat angka gaji yang terlihat besar.

Perusahaan dan Lembur Bisa Mempengaruhi Penghasilan

Dari pengalaman saya, perbedaan penghasilan antara satu pekerja dengan pekerja lainnya bisa cukup jauh.

Ada teman-teman saya yang mendapatkan gaji bersih sekitar Rp20 juta atau lebih. Salah satu faktor yang membuat penghasilan mereka lebih besar adalah jumlah lembur yang mereka dapatkan.

Jadi, ketika melihat seseorang mendapatkan gaji Rp20 juta, Rp25 juta, atau bahkan lebih, jangan langsung menganggap angka tersebut merupakan gaji pokok.

Bisa saja di dalamnya sudah terdapat uang lembur yang cukup banyak.

Karena itu, saya lebih menyarankan untuk melihat gaji pokok dan sistem lembur secara terpisah.

Kerja di Jepang Jangan Asal Memilih Perusahaan

Dari pengalaman saya selama bekerja, saya semakin memahami bahwa memilih pekerjaan sebelum berangkat ke Jepang itu penting.

Jangan sampai berpikir yang penting berangkat dulu.

Setelah sampai di Jepang, ternyata pekerjaan tidak sesuai harapan, gaji tidak sesuai dengan perkiraan, atau kesempatan lemburnya berbeda dari yang dibayangkan.

Saya sendiri pernah melihat pengalaman teman yang mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang tidak sesuai dengan kontrak yang diharapkan. Karena itu saya semakin yakin bahwa sebelum berangkat, kita harus benar-benar mencari informasi mengenai pekerjaan dan perusahaan yang akan dituju.

Kesimpulan

Pengalaman kerja di Jepang sebagai tekkin atau tukang besi membuat saya memahami bahwa penghasilan tidak hanya ditentukan oleh angka gaji pokok.

Dalam pengalaman saya, gaji kotor berada di sekitar 200 ribu yen, kemudian setelah potongan saya menerima sekitar Rp14 jutaan, dan pada bulan tersebut ada tambahan lembur sekitar Rp600 ribu. Setelah pembaruan kontrak, penghasilan saya juga mengalami kenaikan hingga berada di kisaran Rp15 juta berdasarkan perhitungan saya.

Namun, pengalaman setiap pekerja tentu berbeda.

Ada yang mendapatkan lembur lebih banyak sehingga penghasilannya jauh lebih besar. Ada juga yang bekerja di perusahaan dengan lembur terbatas sehingga penghasilannya lebih dekat dengan gaji yang tercantum dalam kontrak.

Jadi, kalau Anda sedang merencanakan kerja di Jepang, jangan hanya mengejar angka gaji yang besar. Cari tahu juga jenis pekerjaan, perusahaan, isi kontrak, potongan, sistem lembur, dan peluang kenaikan gaji.

Bagi saya, mendapatkan kenaikan gaji sedikit demi sedikit tetap patut disyukuri. Yang paling penting adalah memilih pekerjaan dengan informasi yang jelas sejak awal agar setelah sampai di Jepang kita tidak merasa menyesal.