Kerja di Jepang sebagai Kaigo: Seperti Apa Keseharian Saya?
Bekerja di Jepang sebagai kaigo ternyata memberikan saya pengalaman yang cukup berbeda dari kehidupan yang saya jalani sebelumnya. Rutinitasnya bukan hanya tentang bekerja, tetapi juga bagaimana saya mengatur waktu, memasak, berbelanja, beristirahat, dan menjalani kehidupan sehari-hari sebagai orang Indonesia yang tinggal jauh dari rumah.
Saya bekerja sebagai kaigo dengan sistem kerja shift. Salah satu shift yang saya jalani adalah yakin, yaitu bekerja pada malam hingga pagi hari. Bagi yang belum tahu, pekerjaan kaigo memang memiliki sistem shift yang cukup beragam, sehingga jadwal kerja saya tidak selalu sama setiap hari.
Kerja di Jepang sebagai Kaigo dengan Shift Malam
Hari itu saya mendapatkan jadwal kerja yakin. Kalau dihitung, shift malam yang saya jalani berlangsung cukup panjang, mulai sore hingga pagi hari berikutnya.
Memang awalnya terasa berat karena harus bekerja pada saat orang lain sedang beristirahat. Tetapi, inilah bagian dari pekerjaan saya sebagai kaigo di Jepang.
Setelah selesai bekerja, saya biasanya tidak langsung tidur. Saya masih melakukan beberapa aktivitas terlebih dahulu sebelum akhirnya beristirahat.
Bekerja dengan sistem shift seperti ini membuat saya harus benar-benar pintar mengatur waktu tidur dan aktivitas sehari-hari.
Sebelum Berangkat Kerja, Saya Masak Dulu
Sebelum berangkat kerja, biasanya saya menyempatkan diri untuk memasak.
Saya tidak selalu membuat makanan yang rumit. Hari itu saya hanya memasak makanan sederhana seperti bakwan sayur dan membuat sambal terasi.
Saya menggunakan beberapa bahan seperti bawang putih, bawang merah, cabai merah, cabai, tomat, dan terasi. Saya juga merebus edamame untuk dijadikan camilan.
Bagi saya, memasak sendiri cukup membantu ketika tinggal di Jepang. Selain bisa menyesuaikan makanan dengan selera sendiri, saya juga bisa mengatur makanan yang ingin saya konsumsi sebelum bekerja.
Setelah Makan, Saya Bersiap Berangkat Kerja
Setelah selesai memasak dan makan, saya mulai bersiap untuk berangkat kerja.
Karena saat itu sedang musim dingin, saya juga harus menyesuaikan perawatan diri. Saya tidak menggunakan terlalu banyak makeup. Biasanya saya hanya menggunakan pelembap dan lip balm yang memiliki warna.
Musim dingin membuat bibir lebih mudah kering, sehingga lip balm menjadi salah satu barang yang cukup penting bagi saya.
Setelah semuanya siap, saya langsung berangkat menuju tempat kerja.
Pulang Kerja Saat Hari Sudah Pagi
Salah satu hal yang cukup unik ketika saya menjalani shift malam adalah waktu pulangnya.
Setelah bekerja sepanjang malam, saya baru selesai ketika hari sudah pagi. Bahkan, ketika pulang, waktu sudah mendekati pukul lima pagi.
Itu adalah waktu ketika rasa mengantuk biasanya sudah sangat terasa.
Namun, ada satu hal yang selalu saya tunggu setelah menyelesaikan shift malam: waktu pulang.
Setelah sampai di rumah, saya biasanya tidak langsung tidur. Saya masih bermain HP sebentar, kemudian mencuci muka, menggosok gigi, mandi, dan setelah itu baru tidur.
Biasanya saya tidur sekitar pukul 11 atau 12.
Kehidupan Kerja di Jepang Membutuhkan Penyesuaian
Bekerja di Jepang membuat saya harus menyesuaikan pola hidup dengan jadwal kerja.
Ketika bekerja shift malam, waktu tidur saya tentu berbeda dengan orang yang bekerja pada jam normal. Karena itu, saya harus pintar mengatur aktivitas agar tubuh tetap bisa mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Bagi saya, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu hal penting ketika memutuskan kerja di Jepang.
Bukan hanya pekerjaan yang harus dipelajari, tetapi juga bagaimana menjalani kehidupan sehari-hari dengan jadwal kerja yang berbeda.
Hari Libur Saya Gunakan untuk Belanja
Setelah selesai menjalani shift malam, biasanya saya mendapatkan jadwal libur.
Pada salah satu hari libur, saya menggunakan waktu tersebut untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Selama tinggal di Jepang, saya biasanya melakukan belanja makanan secara mingguan, bukan bulanan. Untuk kebutuhan makanan sehari-hari, saya lebih nyaman membeli kebutuhan sekitar satu minggu sekali.
Sementara itu, untuk kebutuhan seperti skincare, saya biasanya membelinya dalam periode yang lebih panjang.
Menurut saya, belanja mingguan lebih praktis karena saya bisa menyesuaikan bahan makanan dengan kebutuhan.
Sebelum Belanja, Saya Mengurus Keperluan Lain
Sebelum pergi ke supermarket, saya biasanya mengurus beberapa keperluan terlebih dahulu.
Pada hari itu saya juga membeli sarapan karena belum makan. Saya membeli roti dan minuman dari sebuah toko roti yang saya temukan di sekitar perjalanan.
Setelah itu, saya memilih makan di taman yang berada dekat dengan supermarket sebelum mulai berbelanja.
Hal-hal sederhana seperti ini akhirnya menjadi bagian dari keseharian saya selama tinggal di Jepang.
Belanja Mingguan di Supermarket Jepang
Setelah selesai makan, saya mulai berbelanja.
Saya membeli beberapa kebutuhan makanan seperti timun, susu, sereal, tahu, kulit ayam, dan ati ampela. Kebetulan saat itu saya memang sedang ingin makan kulit ayam dan ati ampela.
Salah satu hal yang menurut saya menarik ketika belanja di Jepang adalah penggunaan kardus.
Karena saya sengaja tidak membawa kantong belanja, saya menggunakan kardus yang tersedia di toko. Di Jepang, kardus bekas yang ada di toko dapat digunakan oleh pembeli yang membutuhkan.
Jadi kalau saya lupa membawa tas belanja, saya masih bisa menggunakan kardus untuk membawa barang belanjaan.
Membeli Onigiri dan Kimbab
Selain bahan makanan untuk dimasak, saya juga membeli makanan yang praktis.
Salah satunya adalah onigiri. Bagi yang belum pernah membuka onigiri kemasan Jepang, biasanya terdapat petunjuk angka yang menunjukkan urutan cara membukanya.
Saya juga membeli kimbab.
Bagi saya, makanan seperti onigiri cukup praktis ketika sedang tidak memiliki banyak waktu untuk memasak.
Saya Harus Menyesuaikan Penampilan dengan Aturan Perusahaan
Selain pekerjaan, ada juga aturan perusahaan yang harus saya ikuti.
Salah satunya berkaitan dengan warna rambut.
Saya sebenarnya ingin membuat rambut saya sedikit lebih terang, tetapi perusahaan tempat saya bekerja tidak memperbolehkan warna rambut yang terlalu mencolok.
Karena itu, saya memilih warna yang lebih natural, seperti cokelat, agar tetap sesuai dengan aturan perusahaan.
Menurut saya, ketika kerja di Jepang, kita memang harus memahami bahwa setiap perusahaan memiliki aturan masing-masing.
Bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga bisa berkaitan dengan penampilan dan kedisiplinan.
Belanja Kebutuhan untuk Perjalanan
Pada sore hari, saya kemudian pergi ke Omiya.
Omiya merupakan salah satu area yang cukup dekat dengan tempat saya tinggal. Saat itu saya ingin membeli beberapa pakaian dan juga hot pack untuk persiapan perjalanan saya ke Kyoto.
Saya memilih berbelanja di Don Quijote karena menurut pengalaman saya, toko tersebut cukup lengkap dan beberapa produknya memiliki harga yang menarik dibandingkan toko lain.
Saya juga membeli pakaian yang akan saya gunakan untuk persiapan interview kerja di Kyoto.
Mempersiapkan Interview Kerja di Jepang
Selain menjalani pekerjaan saya sebagai kaigo, pada saat itu saya juga sedang mempersiapkan interview untuk pekerjaan lain di Kyoto.
Saya sempat berpikir apakah nantinya akan tetap bekerja di tempat saya sekarang atau mencoba kesempatan baru.
Kalau saya lolos interview, saya berencana pindah dari tempat kerja saya saat ini. Tetapi kalau tidak lolos, saya akan tetap menjalani pekerjaan saya di Saitama.
Bagi saya, bekerja di Jepang juga berarti terus mencari pengalaman dan melihat peluang yang mungkin lebih sesuai dengan rencana saya ke depan.
Kehidupan di Jepang Tidak Selalu Tentang Bekerja
Meskipun artikel ini membahas kerja di Jepang sebagai kaigo, kehidupan saya di Jepang sebenarnya tidak hanya diisi dengan pekerjaan.
Ada waktu untuk memasak, makan, berbelanja, membeli kebutuhan pribadi, merawat diri, mempersiapkan interview, dan beristirahat.
Semua aktivitas tersebut menjadi bagian dari kehidupan saya sehari-hari.
Justru dari aktivitas sederhana itulah saya mulai merasakan bagaimana rasanya hidup mandiri di Jepang.
Memasak Sendiri Setelah Bekerja
Setelah selesai beraktivitas, saya kembali memasak untuk makan malam.
Memasak sendiri menjadi salah satu kegiatan yang cukup sering saya lakukan selama tinggal di Jepang.
Kadang saya memasak ikan, nasi goreng, sayuran, atau makanan sederhana lainnya. Tidak selalu berhasil sempurna, tetapi lama-lama saya menjadi terbiasa.
Menurut saya, kemampuan memasak cukup penting ketika tinggal jauh dari keluarga.
Selain bisa menghemat pengeluaran, saya juga bisa menentukan sendiri makanan yang ingin saya makan.
Setelah Itu, Saatnya Istirahat
Setelah makan malam selesai, saya biasanya mulai membersihkan diri.
Saya mencuci muka, menggosok gigi, kemudian bersiap untuk tidur.
Rutinitas tersebut terlihat sederhana, tetapi justru itulah keseharian saya selama kerja di Jepang.
Tidak setiap hari ada kejadian besar atau pengalaman luar biasa. Sebagian besar waktu justru diisi dengan pekerjaan dan aktivitas sederhana seperti memasak, belanja, makan, dan tidur.
Pengalaman Kerja di Jepang sebagai Kaigo
Bagi saya, menjadi kaigo di Jepang bukan hanya tentang mendapatkan pekerjaan di luar negeri.
Saya juga belajar bagaimana menjadi lebih mandiri.
Saya harus mengatur waktu sendiri, menyesuaikan pola tidur dengan shift kerja, memasak makanan sendiri, berbelanja kebutuhan mingguan, mengikuti aturan perusahaan, dan mempersiapkan masa depan.
Semua pengalaman tersebut perlahan membuat saya lebih terbiasa hidup jauh dari Indonesia.
Kesimpulan
Kerja di Jepang sebagai kaigo membuat keseharian saya dipenuhi dengan berbagai rutinitas.
Saya harus menjalani shift kerja, termasuk shift malam yang berlangsung hingga pagi. Setelah pulang, saya beristirahat, kemudian memanfaatkan hari libur untuk berbelanja dan mengurus kebutuhan pribadi.
Saya juga harus memasak sendiri, menyesuaikan penampilan dengan aturan perusahaan, serta mempersiapkan kesempatan kerja berikutnya.
Dari pengalaman saya, bekerja di Jepang bukan hanya tentang mendapatkan gaji atau bekerja di perusahaan Jepang. Ada proses panjang untuk belajar mandiri dan beradaptasi dengan kehidupan baru.
Bagi saya, justru aktivitas sederhana seperti memasak, berbelanja, pergi bekerja, pulang saat pagi, dan tidur setelah shift menjadi bagian yang membuat pengalaman kerja di Jepang terasa nyata.
