Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kerja di Jepang: Pengalaman Menerima Gaji Pertama dan Mengambil Uang di ATM

Buat saya, salah satu momen yang paling berkesan ketika kerja di Jepang adalah saat pertama kali menerima gaji. Rasanya berbeda karena uang yang saya terima berasal dari hasil kerja dan perjuangan saya sendiri di negeri orang.

Dalam cerita kali ini, saya ingin membagikan pengalaman saat menerima gaji pertama di Jepang, mengambil uang melalui ATM, sampai bagaimana saya belajar mengatur keuangan ketika masih tergolong anak baru di Jepang.

Gaji Pertama Setelah Hampir Sebulan Kerja di Jepang

Saat itu saya baru sekitar tiga minggu berada di Jepang. Saya datang sebagai anak baru dan masih dalam tahap menyesuaikan diri dengan lingkungan, pekerjaan, maupun kehidupan sehari-hari.

Kebetulan tanggal 25 merupakan hari gajian. Jadi setelah menerima gaji pertama, saya bersama teman pergi ke kantor pos Jepang untuk mengambil uang melalui ATM.

Bagi saya, gaji pertama ini cukup spesial. Bukan hanya karena jumlah uangnya, tetapi karena ini adalah hasil pertama dari perjalanan saya kerja di Jepang.

Saya juga sempat membagikan jumlah saldo yang saya terima, meskipun nominal pastinya tidak saya tampilkan secara lengkap. Yang jelas, saya bersyukur karena masih ada saldo yang tersisa setelah beberapa kebutuhan sebelumnya.

Mengambil Gaji di ATM Jepang

Untuk mengambil uang, saya menggunakan ATM yang tersedia di kantor pos Jepang atau yang dikenal dengan Yucho.

Kalau dilihat sekilas, cara menggunakan ATM-nya sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan ATM di Indonesia. Saya memasukkan kartu, mengikuti instruksi pada layar, kemudian memilih jumlah uang yang ingin diambil.

Karena masih baru di Jepang, saya memilih untuk tidak mengambil uang terlalu banyak. Saya mencoba mengambil sedikit demi sedikit sesuai kebutuhan.

Saat itu saya juga sempat memperhatikan bentuk uang Jepang. Ada pecahan uang yang menurut saya terlihat berbeda antara uang lama dan uang yang lebih baru.

Pengalaman sederhana seperti ini ternyata cukup menarik ketika baru pertama kali tinggal di Jepang.

Gaji Pertama Bukan Berarti Harus Langsung Dihabiskan

Salah satu pelajaran yang saya dapat ketika mulai kerja di Jepang adalah pentingnya menghemat uang, terutama pada masa awal.

Saya masih tergolong baru sehingga belum sepenuhnya memahami pola pengeluaran di Jepang. Karena itu, saya memilih mengambil uang secukupnya terlebih dahulu.

Menurut saya, ketika baru menerima gaji pertama, jangan langsung merasa punya banyak uang lalu menghabiskannya.

Lebih baik kebutuhan utama diprioritaskan terlebih dahulu.

Saya sendiri waktu itu bahkan mengingatkan teman yang baru datang ke Jepang untuk berhemat. Jangan terlalu banyak mengeluarkan uang untuk hal-hal yang belum terlalu diperlukan.

Sebelum Gajian, Saya Sempat Berutang untuk Belanja

Ada satu hal menarik dari pengalaman saya saat menerima gaji pertama.

Sebelum sempat mengambil uang, saya pernah menggunakan uang teman untuk membeli beberapa kebutuhan. Jumlah belanja sebelumnya sekitar satu jutaan rupiah jika dikonversikan ke rupiah.

Karena sudah menerima gaji, saya ingin segera membayar uang tersebut.

Dari sini saya belajar bahwa ketika kerja di Jepang, mengatur uang sejak awal sangat penting.

Jangan sampai karena baru menerima gaji kemudian merasa bebas berbelanja, padahal masih ada kebutuhan lain atau utang yang harus dibayar.

Bagi saya, membayar kewajiban terlebih dahulu membuat keuangan terasa lebih tenang.

Saya Tidak Mengambil Semua Uang Sekaligus

Saat berada di ATM, saya juga tidak mengambil seluruh saldo yang ada.

Saya hanya mengambil sebagian uang untuk kebutuhan saat itu. Setelah uang keluar dari ATM, saya melihat saldo masih tersisa.

Rasanya cukup lega karena ternyata saya masih mempunyai uang yang bisa disimpan untuk kebutuhan berikutnya.

Kebiasaan mengambil uang sesuai kebutuhan seperti ini menurut saya cukup membantu, terutama bagi orang yang baru mulai kerja di Jepang.

Kalau terlalu banyak uang tunai berada di tangan, terkadang kita justru lebih mudah tergoda untuk membelanjakannya.

Setelah Gajian, Saya Punya Reward Kecil

Walaupun harus berhemat, bukan berarti setelah menerima gaji saya tidak boleh menikmati hasil kerja.

Saya punya kebiasaan sederhana. Setiap selesai mengambil uang setelah gajian, saya biasanya membeli es krim atau makanan ringan.

Bukan karena ingin boros, tetapi saya menganggapnya sebagai bentuk penghargaan kecil untuk diri sendiri setelah bekerja.

Menurut saya, reward tidak harus mahal. Es krim atau makanan ringan pun sudah cukup membuat hati senang.

Yang penting tetap disesuaikan dengan kondisi keuangan.

Pengalaman Jauh dari Keluarga Saat Kerja di Jepang

Selain cerita tentang gaji pertama, ada satu hal lain yang menurut saya jauh lebih penting untuk diceritakan, yaitu perasaan ketika pertama kali merantau ke Jepang.

Bagi saya, salah satu hal yang paling tidak enak dari kerja di Jepang bukan pekerjaannya, tetapi jauhnya jarak dari keluarga.

Saat pertama kali datang ke Jepang, saya sempat menangis karena teringat orang tua, saudara, kakak, dan adik.

Sebelumnya saya memang sudah tahu bahwa saya akan pergi ke Jepang. Keluarga juga sudah berkumpul dan mempersiapkan keberangkatan.

Namun, ketika benar-benar berada jauh dari rumah, rasa rindu itu tetap muncul.

Apalagi ini merupakan pengalaman pertama saya pergi ke luar negeri.

Tinggal di Daerah Pedesaan Jepang

Saya tidak tinggal di tengah kota besar. Tempat saya berada lebih seperti daerah desa atau pelosok Jepang.

Walaupun suasananya seperti pedesaan, menurut saya fasilitasnya sudah sangat maju. Bahkan terdapat akses bus yang bisa digunakan untuk bepergian.

Lingkungan seperti ini memberikan pengalaman yang berbeda.

Saya bisa merasakan bagaimana kehidupan di Jepang tidak hanya tentang gedung tinggi, kereta yang ramai, atau kota besar. Ada juga daerah pedesaan dengan suasana yang lebih tenang.

Pergi ke Kantor Pos dengan Sepeda

Untuk menuju kantor pos, saya menggunakan sepeda.

Perjalanannya sebenarnya tidak terlalu jauh, sekitar beberapa menit saja. Kalau sedang sendiri, perjalanan bisa lebih cepat, sedangkan saat sambil membuat video waktunya sedikit lebih lama.

Saat itu cuaca juga sedang mendung dan akhirnya turun gerimis. Jadi perjalanan mengambil gaji pertama di Jepang sekaligus menjadi pengalaman bersepeda di tengah cuaca yang kurang bersahabat.

Meski begitu, saya tetap menikmati perjalanan tersebut.

Belajar Menikmati Hasil Kerja

Bagi saya, pengalaman kerja di Jepang bukan hanya soal berapa besar gaji yang diterima.

Ada proses panjang yang harus dilewati. Mulai dari meninggalkan keluarga, beradaptasi dengan lingkungan baru, bekerja, mengatur keuangan, sampai belajar hidup mandiri.

Gaji pertama menjadi salah satu tanda bahwa perjuangan tersebut mulai membuahkan hasil.

Namun, saya juga sadar bahwa menerima gaji bukan berarti semua uang harus digunakan.

Sebagian digunakan untuk kebutuhan, sebagian untuk membayar kewajiban, dan kalau memungkinkan sebagian lagi disimpan.

Kesimpulan

Pengalaman menerima gaji pertama saat kerja di Jepang menjadi salah satu pengalaman yang tidak mudah saya lupakan.

Saya belajar bahwa ketika mendapatkan penghasilan di negeri orang, kita harus bisa mengatur uang dengan baik. Jangan langsung menghabiskan gaji hanya karena merasa baru mendapatkan banyak uang.

Saya memilih mengambil uang sesuai kebutuhan, membayar kewajiban terlebih dahulu, dan tetap menyisihkan sedikit untuk menikmati hasil kerja.

Selain masalah keuangan, saya juga belajar bahwa merantau ke Jepang berarti harus siap jauh dari keluarga. Rasa rindu pasti ada, terutama ketika pertama kali datang.

Namun, semua itu menjadi bagian dari proses belajar mandiri.

Bagi saya, kerja di Jepang bukan hanya tentang mendapatkan gaji, tetapi juga tentang pengalaman, tanggung jawab, dan bagaimana saya belajar menjalani kehidupan di negeri orang.