Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kerja di Jepang: Gaji 20 Juta, Berapa yang Bisa Saya Tabung?

Kalau membahas kerja di Jepang, salah satu pertanyaan yang paling sering muncul tentu soal gaji.

Banyak orang mendengar bahwa bekerja di Jepang bisa mendapatkan gaji Rp20 juta per bulan, bahkan lebih. Kalau dikonversikan ke rupiah, angka tersebut memang terlihat sangat besar, terutama bagi orang yang sebelumnya bekerja dengan penghasilan yang jauh lebih rendah.

Tapi saya ingin mengingatkan satu hal: gaji besar belum tentu berarti tabungan besar.

Sebelum memutuskan untuk kerja di Jepang, menurut saya kita harus mengetahui berapa gaji yang benar-benar masuk ke rekening setelah berbagai potongan dan berapa uang yang tersisa setelah digunakan untuk kebutuhan hidup.

Gaji Rp20 Juta Belum Tentu Masuk ke Rekening Rp20 Juta

Misalnya kita mendapatkan gaji pokok sekitar 20 man yen per bulan.

Kalau dikonversikan ke rupiah, tentu angkanya terlihat menarik. Tetapi gaji tersebut masih merupakan gaji sebelum berbagai potongan.

Ada beberapa potongan yang biasanya perlu diperhitungkan, seperti:

  • Pajak penghasilan

  • Asuransi kesehatan

  • Pensiun

  • Asuransi atau potongan lainnya

  • Biaya tempat tinggal

  • Listrik

  • Air

  • Kebutuhan rumah lainnya

Jadi, ketika melihat angka gaji Rp20 juta, jangan langsung berpikir bahwa kita mempunyai Rp20 juta yang bisa digunakan sesuka hati.

Yang menurut saya lebih penting justru adalah melihat berapa uang yang benar-benar diterima setelah potongan.

Apa Itu Tedori dalam Gaji Kerja di Jepang?

Ketika melihat kontrak kerja, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah tedori.

Tedori adalah uang yang benar-benar kita terima setelah berbagai potongan dari gaji.

Jadi, kalau ada perusahaan yang menawarkan gaji tertentu, jangan hanya melihat angka gaji pokoknya.

Tanyakan juga:

“Berapa tedori yang akan saya terima?”

Dengan mengetahui tedori, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih realistis mengenai uang yang benar-benar akan masuk ke rekening setiap bulan.

Menurut saya, informasi ini sangat penting bagi calon pekerja Indonesia yang ingin kerja di Jepang.

Setelah Menerima Tedori, Masih Ada Biaya Hidup

Perjuangan belum selesai setelah gaji masuk ke rekening.

Setelah menerima tedori, kita masih harus membayar kebutuhan sehari-hari.

Misalnya:

  • Makan

  • Transportasi

  • Internet

  • Kebutuhan pribadi

  • Keperluan rumah

  • Pengeluaran lainnya

Besarnya biaya hidup juga tidak selalu sama.

Biaya hidup bisa berbeda tergantung daerah tempat tinggal, perusahaan, serta gaya hidup masing-masing orang.

Kalau kita sering makan di luar, sering jalan-jalan, atau menggunakan listrik dan air secara berlebihan, tentu pengeluaran juga akan semakin besar.

Karena itu, saya tidak bisa mengatakan bahwa semua orang yang bekerja di Jepang pasti mempunyai jumlah tabungan yang sama.

Simulasi Gaji Rp20 Juta Saat Kerja di Jepang

Sekarang kita coba menggunakan simulasi sederhana berdasarkan contoh dalam sumber.

Misalnya gaji kotor kita adalah sekitar 20 man yen per bulan.

Setelah berbagai potongan, uang yang diterima atau tedori misalnya sekitar 16 man yen.

Kemudian kita gunakan untuk kebutuhan hidup sekitar 7 man yen.

Dengan perhitungan sederhana tersebut, uang yang tersisa sekitar 9 man yen. Jika dikonversikan berdasarkan simulasi dalam sumber, jumlah tersebut sekitar Rp7 juta.

Artinya, dari contoh tersebut, bukan berarti gaji Rp20 juta semuanya bisa ditabung.

Ada sebagian yang hilang untuk potongan dan ada lagi yang digunakan untuk biaya hidup.

Inilah yang menurut saya sering dilupakan ketika orang hanya melihat nominal gaji.

Lembur Bisa Membuat Gaji Terlihat Lebih Besar

Ada satu hal lagi yang membuat gaji kerja di Jepang terlihat sangat menarik, yaitu lembur.

Kalau seseorang sering mendapatkan lembur, tentu pendapatannya bisa bertambah.

Karena itu, kita sering melihat orang mengatakan mendapatkan gaji 25 man atau bahkan 30 man per bulan.

Tetapi kita perlu melihat apakah angka tersebut merupakan gaji pokok atau sudah termasuk lembur.

Bahkan gaji 20 man yang terlihat besar sekalipun bisa saja sudah termasuk tambahan lembur, tergantung sistem perusahaan dan jumlah jam kerja.

Jadi, jangan membandingkan gaji hanya berdasarkan angka yang disebutkan seseorang.

Jumlah Gaji Bisa Dipengaruhi Jumlah Hari Kerja dan Lembur

Ketika kerja di Jepang, jumlah pendapatan yang diterima juga bisa dipengaruhi oleh beberapa hal.

Salah satunya adalah jumlah hari masuk kerja.

Selain itu, jumlah lembur juga bisa memengaruhi pendapatan.

Karena itu, dua orang yang bekerja di Jepang belum tentu menerima gaji yang sama meskipun sama-sama mengatakan memiliki gaji sekitar 20 man.

Salah satu mungkin mendapatkan banyak lembur, sementara yang lain hanya mendapatkan gaji pokok.

Menurut saya, inilah alasan mengapa kita harus melihat rincian gaji sebelum membuat kesimpulan mengenai penghasilan kerja di Jepang.

Jadi, Berapa yang Bisa Ditabung?

Kalau ditanya berapa tabungan yang bisa didapat ketika kerja di Jepang, menurut saya tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua orang.

Dalam simulasi dan pengalaman yang dibahas pada sumber, ada gambaran bahwa seseorang bisa menyisihkan sekitar 5 man, ada yang bisa mencapai 8–9 man, bahkan lebih dari 10 man.

Namun jumlah tersebut sangat bergantung pada pengeluaran masing-masing.

Kalau seseorang mempunyai biaya hidup tinggi dan sering mengeluarkan uang untuk jalan-jalan atau keperluan lainnya, tabungannya tentu bisa lebih sedikit.

Sebaliknya, kalau kita bisa mengontrol pengeluaran, jumlah uang yang disimpan bisa lebih besar.

Jadi, bukan hanya gaji yang menentukan tabungan.

Cara kita mengelola uang juga sangat menentukan.

Gaji Besar Belum Tentu Tabungan Besar

Menurut saya, ini adalah pelajaran paling penting dari pembahasan mengenai gaji kerja di Jepang.

Misalnya ada dua orang yang sama-sama mendapatkan gaji 20 man.

Orang pertama mampu mengontrol pengeluaran.

Orang kedua lebih banyak menghabiskan uang untuk kebutuhan yang tidak terlalu penting.

Pada akhirnya, jumlah tabungan keduanya bisa sangat berbeda.

Karena itu, jangan hanya bertanya:

“Gaji kerja di Jepang berapa?”

Tetapi tanyakan juga:

“Setelah semua potongan dan biaya hidup, berapa yang bisa saya bawa pulang?”

Pertanyaan kedua justru lebih dekat dengan kondisi keuangan yang sebenarnya.

Pertanyaan yang Harus Ditanyakan Sebelum Kerja di Jepang

Kalau saya sedang mencari pekerjaan di Jepang, ada beberapa hal yang menurut saya harus ditanyakan sebelum menerima pekerjaan.

1. Berapa Gaji Pokok?

Jangan hanya melihat total pendapatan yang disebutkan.

Tanyakan berapa sebenarnya gaji pokok yang tercantum dalam kontrak.

2. Berapa Tedori?

Cari tahu berapa uang yang diperkirakan benar-benar diterima setelah potongan.

3. Berapa Potongan Asrama?

Kalau perusahaan menyediakan tempat tinggal, tanyakan berapa biaya yang harus dibayar setiap bulan.

4. Bagaimana Sistem Lembur?

Tanyakan apakah lembur tersedia dan bagaimana sistem pembayarannya.

5. Berapa Rata-rata Jam Lembur?

Ini juga penting karena gaji yang terlihat besar terkadang dipengaruhi oleh lembur.

6. Apakah Listrik dan Air Ditanggung?

Biaya listrik, air, dan kebutuhan lainnya bisa memengaruhi jumlah uang yang bisa ditabung.

Poin-poin tersebut juga menjadi hal yang disarankan untuk ditanyakan sebelum bekerja di Jepang.

Jangan Hanya Siapkan Bahasa Jepang

Kalau ingin kerja di Jepang, tentu kemampuan bahasa Jepang penting.

Tetapi menurut saya, ada dua hal lain yang juga perlu dipersiapkan, yaitu mental dan kemampuan mengatur uang.

Jangan sampai kita sudah mampu berkomunikasi dalam bahasa Jepang tetapi tidak bisa mengatur penghasilan.

Gaji masuk, kemudian langsung habis.

Akhir bulan kita bingung ke mana semua uang tersebut pergi.

Karena itu, kemampuan mengatur keuangan menurut saya harus dipersiapkan sejak sebelum berangkat.

Tujuan Kerja di Jepang Bukan Sekadar Mendapatkan Gaji

Kalau kita datang ke Jepang, tentu salah satu tujuan utamanya adalah mendapatkan penghasilan.

Tetapi menurut saya, jangan sampai setelah pulang dari Jepang kita hanya membawa uang.

Manfaatkan juga pengalaman selama bekerja di Jepang untuk mendapatkan ilmu, pengalaman, dan keterampilan.

Dengan begitu, setelah kembali ke Indonesia, kita mempunyai bekal yang bisa digunakan untuk mencari pekerjaan atau membangun kehidupan selanjutnya.

Jadi, hasil dari kerja di Jepang bukan hanya uang yang masuk ke rekening.

Ada pengalaman dan pengetahuan yang juga bisa menjadi modal untuk masa depan.

Kesimpulan

Dari pembahasan ini, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa gaji kerja di Jepang Rp20 juta atau lebih bukan berarti kita otomatis bisa menabung Rp20 juta.

Gaji yang terlihat besar masih harus dikurangi berbagai potongan seperti pajak, asuransi, pensiun, biaya tempat tinggal, listrik, air, dan kebutuhan lainnya.

Setelah mendapatkan tedori, kita masih harus membayar biaya hidup sehari-hari.

Dalam simulasi sederhana, gaji kotor 20 man dapat menjadi sekitar 16 man setelah potongan, kemudian setelah biaya hidup sekitar 7 man, uang yang tersisa sekitar 9 man. Berdasarkan simulasi sumber, jumlah tersebut kira-kira setara Rp7 juta.

Tetapi jumlah tabungan setiap orang tentu bisa berbeda.

Ada yang bisa menabung sekitar 5 man, ada yang 8–9 man, bahkan lebih dari 10 man, tergantung pendapatan, lembur, biaya hidup, dan gaya hidup masing-masing.

Jadi, kalau ingin kerja di Jepang, jangan hanya mengejar angka gaji.

Lihat juga gaji pokok, tedori, potongan, biaya asrama, lembur, biaya hidup, dan jumlah uang yang benar-benar bisa disisihkan setiap bulan.

Karena pada akhirnya, bukan berapa besar uang yang kita dapatkan yang paling menentukan, tetapi berapa banyak uang yang masih tersisa setelah semua kebutuhan dibayar.