Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kerja di Jepang Bedah Medical Check Up (MCU) Sebelum Berangkat

Kalau kita sedang mempersiapkan diri untuk kerja di Jepang, ada satu tahap yang menurut saya tidak boleh dianggap sepele, yaitu medical check up atau MCU.

Banyak orang mungkin berpikir bahwa setelah mendapatkan pekerjaan, kontrak kerja, bahkan COE sudah keluar, berarti tinggal menunggu keberangkatan.

Ternyata belum tentu.

Dalam pengalaman saya, MCU menjadi salah satu tahap yang sangat menentukan apakah saya bisa melanjutkan proses keberangkatan atau tidak. Melalui pemeriksaan ini akan diketahui apakah kondisi kesehatan dinyatakan fit to work atau unfit to work.

Saya sendiri bahkan pernah mengalami masalah ketika menjalani MCU. Saya sampai harus melakukan pemeriksaan dua kali. Pada pemeriksaan pertama saya mengalami masalah karena kurang darah, sedangkan pemeriksaan kedua saya mendapatkan diagnosis bronkitis.

Tentu saja waktu itu saya cukup kaget dan bingung.

Karena itu, melalui artikel ini saya ingin membagikan pengalaman mengenai apa saja yang diperiksa ketika MCU untuk persiapan kerja di Jepang.

Kenapa MCU Penting untuk Kerja di Jepang?

Menurut pengalaman saya, MCU bukan sekadar pemeriksaan kesehatan biasa.

Hasilnya dapat menjadi salah satu penentu dalam proses keberangkatan.

Bahkan ketika seseorang sudah mendapatkan pekerjaan, sudah memiliki kontrak kerja, dan COE sudah keluar, jika kemudian terdapat masalah dalam pemeriksaan kesehatan, proses keberangkatan masih bisa terganggu.

Karena itu, menurut saya jangan menunggu sampai mendekati keberangkatan baru mulai memperhatikan kesehatan.

Kalau masih jauh dari jadwal MCU, justru itu waktu yang bagus untuk mulai mempersiapkan kondisi tubuh.

Apa Saja yang Diperiksa Saat MCU?

Berdasarkan dokumen MCU yang saya bahas, ada beberapa jenis pemeriksaan yang dilakukan.

Secara umum, pemeriksaannya meliputi:

  1. Pemeriksaan fisik.

  2. Pemeriksaan daya pandang.

  3. Pemeriksaan pendengaran.

  4. Pemeriksaan darah.

  5. Pemeriksaan fungsi hati.

  6. Pemeriksaan lipid darah.

  7. Pemeriksaan gula darah.

  8. Pemeriksaan urin.

  9. Pemeriksaan jantung.

  10. Rontgen dada.

  11. Riwayat medis.

Mari saya bahas satu per satu berdasarkan pengalaman saya.

1. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan pertama adalah pemeriksaan fisik.

Yang diperiksa antara lain tinggi badan, berat badan, BMI atau indeks massa tubuh, lingkar perut, dan tekanan darah.

Pada bagian BMI, saya sendiri pernah mempunyai BMI yang menurut saya berada di bawah standar normal. Namun, saya tetap dinyatakan sehat.

Jadi menurut pengalaman saya, jangan langsung panik hanya karena melihat angka BMI.

Pemeriksaan kesehatan tentu melihat beberapa aspek, bukan hanya satu angka.

2. Pemeriksaan Daya Pandang

Selanjutnya ada pemeriksaan pancaindra, salah satunya adalah daya pandang.

Pemeriksaan dilakukan dengan membaca huruf dari jarak tertentu menggunakan satu mata secara bergantian.

Caranya cukup sederhana. Salah satu mata ditutup, kemudian kita diminta membaca huruf yang terlihat dari jarak tertentu. Setelah itu dilakukan pada mata yang lainnya.

Saya juga mengetahui ada teman yang mengalami rabun tetapi tetap bisa bekerja di Jepang.

Namun, mengenai penggunaan lensa atau kacamata dalam pemeriksaan, saya sendiri tidak bisa memastikan apakah hal tersebut selalu diperbolehkan atau bagaimana aturan pada setiap pemeriksaan.

Karena itu, sebaiknya tanyakan langsung kepada tempat MCU yang digunakan.

3. Pemeriksaan Pendengaran

Selain mata, ada juga pemeriksaan daya pendengaran.

Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat khusus.

Menurut pengalaman saya, pemeriksaan ini tidak terlalu rumit. Kita hanya mengikuti instruksi petugas dan menjalani pemeriksaan menggunakan alat yang sudah disediakan.

4. Pemeriksaan Darah

Bagian yang menurut saya cukup penting adalah pemeriksaan laboratorium, khususnya darah.

Salah satu yang diperiksa adalah hemoglobin.

Saya sendiri pernah mengalami masalah kurang darah ketika melakukan MCU. Itulah sebabnya saya sampai harus melakukan pemeriksaan kembali.

Selain itu, dalam pemeriksaan yang saya jalani juga terdapat pemeriksaan:

  • Fungsi hati.

  • Lipid darah.

  • Gula darah.

  • Urin.

Karena itu, menurut saya menjaga pola hidup dan kondisi tubuh jauh sebelum MCU merupakan hal yang penting.

5. Pemeriksaan Urin

Pemeriksaan urin juga menjadi salah satu bagian dari MCU.

Dalam pengalaman pemeriksaan yang saya bahas, peserta diwajibkan berpuasa makan selama 10 jam sebelum pemeriksaan dan hanya diperbolehkan minum air putih.

Namun, untuk memastikan aturan persiapan yang benar, sebaiknya tetap mengikuti instruksi dari fasilitas kesehatan tempat MCU dilakukan.

Jangan hanya mengikuti pengalaman orang lain karena prosedur dapat berbeda sesuai jenis pemeriksaan dan fasilitasnya.

6. Pemeriksaan Jantung dan Rontgen Dada

Selanjutnya ada pemeriksaan jantung dan rontgen dada.

Dalam pengalaman saya, bagian rontgen cukup perlu diperhatikan karena posisi dan instruksi saat pemeriksaan harus dilakukan dengan benar.

Saya sendiri pernah mendapatkan diagnosis bronkitis setelah MCU kedua. Saat itu saya sempat berpikir bahwa hasil tersebut mungkin berkaitan dengan cara saya mengambil napas ketika melakukan rontgen.

Tetapi itu hanya dugaan saya berdasarkan pengalaman pribadi, bukan berarti teknik bernapas saat rontgen dapat menjadi penyebab diagnosis tertentu.

Karena itu, ketika melakukan rontgen, ikuti saja instruksi petugas dengan baik.

7. Riwayat Medis

Selain pemeriksaan fisik dan laboratorium, ada juga bagian riwayat medis.

Dalam pengalaman saya, bagian ini lebih banyak berkaitan dengan pengakuan atau informasi mengenai riwayat kesehatan.

Saya sendiri memilih untuk menyampaikan kondisi kesehatan yang pernah saya alami kepada petugas.

Menurut saya, lebih baik memberikan informasi kesehatan secara jujur agar proses pemeriksaan dapat dilakukan dengan tepat.

Saya Pernah Dua Kali MCU

Kalau ditanya pengalaman paling membuat saya khawatir, tentu ketika hasil MCU pertama dan kedua sama-sama mengalami masalah.

MCU pertama saya mengalami masalah kurang darah.

Kemudian pada MCU kedua saya mendapatkan diagnosis bronkitis.

Waktu itu saya merasa cukup shock karena saya sudah berada dalam proses persiapan untuk kerja di Jepang.

Saya membayangkan bagaimana kalau proses keberangkatan akhirnya gagal hanya karena masalah kesehatan.

Dari pengalaman tersebut saya belajar bahwa MCU memang sebaiknya dipersiapkan jauh-jauh hari.

Kenapa Sebaiknya MCU Dilakukan Lebih Awal?

Menurut pengalaman yang saya ceritakan, pemeriksaan kesehatan bisa saja membutuhkan proses lanjutan apabila ditemukan masalah.

Misalnya seseorang mendapatkan hasil yang belum memenuhi persyaratan, kemudian harus melakukan pemeriksaan kembali, mendapatkan penanganan, atau bahkan menjalani proses penyembuhan terlebih dahulu.

Kalau semua itu baru diketahui menjelang keberangkatan, tentu waktu yang tersedia menjadi lebih sedikit.

Karena itu, menurut saya lebih baik mengetahui kondisi kesehatan sejak awal.

Dengan begitu, kalau ada masalah, masih ada waktu untuk menanganinya.

MCU Bisa Dilakukan dalam Beberapa Tahapan

Dalam materi yang saya bahas, MCU disebut dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu ketika:

  1. Masuk LPK.

  2. Akan melakukan kontrak kerja.

  3. Menjelang keberangkatan.

Dengan adanya pemeriksaan lebih awal, kondisi kesehatan bisa diketahui sebelum seseorang sudah terlalu jauh dalam proses keberangkatan.

Saya sendiri merasa konsep seperti ini cukup membantu karena kalau ada masalah kesehatan, masih ada kesempatan untuk memperbaikinya.

Berapa Biaya MCU?

Dalam pengalaman yang saya ceritakan, pemeriksaan di salah satu fasilitas yang disebutkan memiliki biaya sekitar Rp750.000 untuk pemeriksaan sampai hasil keluar.

Namun, saya tidak ingin menjadikan angka tersebut sebagai patokan untuk semua orang.

Biaya MCU dapat bergantung pada fasilitas, jenis pemeriksaan, negara tujuan, dan paket pemeriksaan yang digunakan. Dalam sumber yang saya bahas, pemeriksaan untuk Jepang juga disebut memiliki jenis pemeriksaan tersendiri.

Jadi sebelum melakukan MCU, sebaiknya tanyakan langsung kepada fasilitas kesehatan mengenai biaya dan jenis pemeriksaan yang termasuk di dalam paket.

Persiapan Sebelum MCU Kerja ke Jepang

Dari pengalaman saya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebelum menjalani MCU.

Jaga kondisi tubuh

Jangan baru mulai memperhatikan kesehatan beberapa hari sebelum MCU.

Kalau masih memiliki waktu yang cukup, mulai perhatikan pola makan, istirahat, dan kondisi tubuh.

Ketahui instruksi dari tempat MCU

Kalau diminta puasa, ikuti aturan puasanya.

Kalau ada dokumen yang harus dibawa, persiapkan sebelumnya.

Jangan sampai pemeriksaan terganggu hanya karena kita tidak mengetahui prosedurnya.

Jangan menyembunyikan riwayat kesehatan

Kalau memiliki riwayat penyakit atau kondisi tertentu, sampaikan sesuai prosedur yang diminta.

Dalam pengalaman saya sendiri, bagian riwayat medis memang menjadi salah satu bagian pemeriksaan.

Jangan panik ketika mendapatkan hasil yang belum sesuai

Saya sendiri pernah mengalami masalah pada MCU dan harus menjalani pemeriksaan kembali.

Jadi kalau hasil pertama belum sesuai, jangan langsung menganggap semuanya selesai.

Tanyakan kepada pihak yang menangani MCU mengenai langkah berikutnya.

Kesimpulan

Bagi saya, MCU untuk kerja di Jepang adalah salah satu tahap yang sangat penting dan tidak boleh dianggap remeh.

Walaupun sudah mendapatkan pekerjaan, kontrak, bahkan COE, proses keberangkatan masih dapat terganggu jika hasil pemeriksaan kesehatan tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.

Dalam pengalaman saya, pemeriksaan meliputi pemeriksaan fisik, mata, pendengaran, darah, fungsi hati, lipid darah, gula darah, urin, jantung, rontgen dada, dan riwayat medis.

Saya sendiri pernah menjalani MCU dua kali dan mengalami masalah kurang darah serta bronkitis. Pengalaman tersebut membuat saya semakin sadar bahwa kesehatan harus dipersiapkan sejak jauh hari.

Jadi, kalau teman-teman sedang mempersiapkan kerja di Jepang, jangan hanya fokus belajar bahasa Jepang, mencari pekerjaan, dan mengurus dokumen.

Persiapkan juga kesehatan.

Lebih baik mengetahui kondisi tubuh lebih awal daripada baru mengetahui ada masalah ketika proses keberangkatan sudah semakin dekat.