Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kerja di Jepang: 5 Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Berangkat

Keinginan untuk kerja di Jepang semakin banyak muncul di kalangan lulusan SMA dan SMK. Apalagi ketika melihat teman atau orang lain yang berhasil bekerja di Jepang dan mendapatkan pengalaman hidup di luar negeri.

Namun, bekerja di Jepang tidak sesederhana membeli tiket pesawat lalu berangkat. Ada berbagai hal yang perlu dipersiapkan, mulai dari kemampuan bahasa, jenis pekerjaan, jalur keberangkatan, biaya, sampai kesiapan mental.

Dalam materi yang menjadi sumber artikel ini, dibahas lima hal penting yang perlu diketahui sebelum memutuskan untuk kerja di Jepang.

Berikut pembahasannya.

1. Punya Uang Belum Menjamin Bisa Kerja di Jepang

Salah satu anggapan yang sering muncul adalah seseorang cukup memiliki uang untuk mengikuti LPK, kemudian pasti bisa berangkat dan bekerja di Jepang.

Padahal, membayar biaya LPK tidak otomatis berarti seseorang diterima oleh perusahaan Jepang.

Dalam materi tersebut disebutkan adanya LPK yang menawarkan biaya sekitar Rp35 juta, bahkan ada yang menawarkan biaya lebih rendah. Namun, masuk ke LPK saja belum menjamin peserta akan diterima bekerja di perusahaan Jepang.

Hal ini penting untuk dipahami terutama bagi calon pekerja yang harus meminjam uang untuk membayar biaya keberangkatan.

Jangan sampai seseorang berutang dalam jumlah besar hanya karena menganggap setelah membayar LPK pasti langsung mendapatkan pekerjaan.

Sebelum mengeluarkan uang, cari tahu terlebih dahulu:

  • jalur keberangkatannya;

  • jenis pekerjaan;

  • perusahaan penerima;

  • persyaratan;

  • biaya keseluruhan;

  • proses seleksi;

  • kemungkinan gagal diterima; dan

  • ketentuan pengembalian biaya jika ada.

Kerja di Jepang membutuhkan persiapan, bukan hanya modal uang.

2. Tentukan Mau Kerja Sebagai Apa

Kesalahan lain yang sering dilakukan calon pekerja adalah memiliki keinginan untuk kerja di Jepang, tetapi belum mengetahui pekerjaan apa yang ingin ditekuni.

Pola pikir seperti "yang penting kerja di Jepang dan dibayar yen" dapat membuat seseorang kurang selektif dalam memilih pekerjaan.

Padahal, ada berbagai jalur dan jenis pekerjaan yang bisa dipertimbangkan.

Materi tersebut membagi beberapa cara untuk bekerja di Jepang, yaitu pekerjaan paruh waktu, jalur magang, Specified Skilled Worker atau SSW, dan pekerjaan profesional.

Kerja Paruh Waktu

Pekerjaan paruh waktu atau baito dapat dilakukan oleh orang yang sudah tinggal di Jepang dengan status tinggal yang memungkinkan untuk bekerja.

Jadi, jalur ini berbeda dengan seseorang yang dari Indonesia langsung mencari pekerjaan penuh waktu untuk berangkat ke Jepang.

Jalur Magang

Jalur berikutnya adalah program magang.

Dalam materi tersebut, jalur magang dikaitkan dengan LPK dan kemampuan bahasa Jepang dasar. Narator juga menyebutkan pentingnya memiliki kemampuan bahasa Jepang sebelum mengikuti proses tersebut.

Specified Skilled Worker atau SSW

Ada juga jalur Specified Skilled Worker (SSW) yang dalam materi disebut sebagai salah satu pilihan untuk bekerja di Jepang.

Sumber tersebut menyebutkan bahwa calon pekerja perlu memiliki kemampuan bahasa Jepang tertentu dan sertifikat keahlian SSW.

Pekerjaan Profesional

Bagi orang yang memiliki pendidikan dan keterampilan profesional, terdapat jalur pekerjaan profesional.

Dalam materi tersebut disebutkan contoh persyaratan berupa pendidikan minimal D3 atau S1, kemampuan bahasa Jepang, serta pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang dan keterampilan yang dimiliki.

Karena itu, sebelum mencari lowongan kerja di Jepang, tentukan terlebih dahulu bidang yang ingin ditekuni.

3. Jangan Hanya Mengejar Gaji Yen

Mendapatkan penghasilan dalam yen memang menjadi salah satu alasan orang ingin bekerja di Jepang.

Namun, mengejar gaji tanpa mengetahui pekerjaan dan jalur keberangkatan dapat membuat seseorang mudah dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Materi sumber mengingatkan agar calon pekerja tidak memiliki pola pikir "pekerjaan apa saja tidak masalah asalkan dibayar yen". Sebaliknya, calon pekerja disarankan mencari informasi secara lebih spesifik mengenai pekerjaan dan jalur yang akan dipilih.

Misalnya, sebelum berangkat, cari tahu:

Saya ingin bekerja di bidang apa?

Jalur apa yang akan digunakan?

Apa syaratnya?

Berapa biaya yang dibutuhkan?

Berapa lama prosesnya?

Apa keterampilan yang harus saya miliki?

Semakin jelas jawabannya, semakin mudah menentukan persiapan yang diperlukan.

4. Jangan Terburu-buru Masuk LPK

LPK dapat menjadi salah satu bagian dari proses persiapan kerja di Jepang, tetapi calon peserta tetap perlu berhati-hati dalam memilih lembaga.

Dalam materi tersebut, narator memberikan pandangan pribadi bahwa seseorang sebaiknya tidak terburu-buru masuk lembaga sebelum memiliki kemampuan dasar bahasa Jepang atau sertifikat yang dibutuhkan.

Salah satu alasan yang disampaikan adalah waktu dan biaya.

Jika seseorang masuk lembaga dalam kondisi kemampuan bahasa masih sangat rendah, proses belajar dapat menjadi lebih panjang. Akibatnya, biaya yang dikeluarkan juga bisa semakin besar.

Karena itu, apabila memungkinkan, calon pekerja dapat mempersiapkan kemampuan bahasa terlebih dahulu sebelum masuk ke proses keberangkatan.

Namun, keputusan tersebut tetap perlu disesuaikan dengan jalur dan ketentuan lembaga yang dipilih.

Hal yang Perlu Dicek Saat Memilih LPK

Sebelum membayar, jangan hanya melihat iklan atau testimoni.

Cari informasi mengenai:

  1. Legalitas lembaga.

  2. Rekam jejak pemberangkatan.

  3. Jenis pekerjaan yang tersedia.

  4. Perusahaan penerima.

  5. Rincian biaya.

  6. Fasilitas yang diberikan.

  7. Proses seleksi.

  8. Lama pelatihan.

  9. Ketentuan apabila tidak lolos.

  10. Dokumen yang akan diperoleh.

Semakin transparan informasi yang diberikan, semakin mudah calon peserta memahami apa yang sebenarnya dibayar.

5. Kerja di Jepang Tidak Sama dengan Liburan di Jepang

Ini merupakan salah satu hal yang sangat penting.

Melihat foto orang Indonesia yang bekerja di Jepang sedang menggunakan smartphone, kamera, atau berjalan-jalan di tempat wisata tentu terlihat menyenangkan.

Namun, kehidupan ketika liburan berbeda dengan kehidupan ketika bekerja.

Materi sumber menekankan perbedaan antara hidup di Jepang dan kerja di Jepang. Tinggal di Jepang dapat terasa menyenangkan ketika memiliki uang dan waktu untuk menikmati berbagai tempat, tetapi bekerja memiliki tuntutan tersendiri.

Pekerjaan dapat melibatkan:

  • jam kerja;

  • lembur;

  • target pekerjaan;

  • aturan perusahaan;

  • tanggung jawab;

  • tekanan pekerjaan; dan

  • kebutuhan beradaptasi dengan lingkungan baru.

Karena itu, jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan konten media sosial.

Foto liburan seseorang hanya menunjukkan sebagian kecil dari kehidupannya.

Kesiapan Mental Sangat Penting

Selain kemampuan bahasa dan keterampilan kerja, calon pekerja juga perlu mempersiapkan mental.

Dalam materi sumber, pekerjaan di Jepang digambarkan dapat menjadi berat, terutama apabila pekerjaan tidak sesuai dengan minat dan seseorang hanya bekerja demi mendapatkan uang.

Karena itu, sebelum berangkat, seseorang perlu bertanya kepada dirinya sendiri:

Apakah saya siap bekerja jauh dari keluarga?

Apakah saya siap mengikuti aturan perusahaan?

Apakah saya siap berkomunikasi menggunakan bahasa Jepang?

Apakah saya siap menghadapi pekerjaan yang mungkin berbeda dari bayangan saya?

Apakah saya memiliki rencana jika pekerjaan tidak sesuai harapan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting untuk dipikirkan sebelum mengambil keputusan.

Jangan Sampai Berangkat Secara Ilegal

Salah satu pesan penting lainnya adalah menghindari pekerjaan ilegal.

Materi tersebut secara tegas mengingatkan agar calon pekerja tidak sampai dikirim atau bekerja melalui jalur yang tidak sesuai aturan.

Jangan tergiur tawaran seperti:

  • berangkat cepat;

  • tidak perlu dokumen;

  • tidak perlu bahasa Jepang;

  • gaji sangat tinggi;

  • biaya sangat murah; atau

  • pekerjaan sudah pasti diterima.

Jika informasi terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, cari tahu kembali sumber informasinya.

Gunakan informasi dari lembaga dan sumber resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Bahasa Jepang Sebaiknya Dipersiapkan dari Indonesia

Kemampuan bahasa Jepang menjadi salah satu modal penting sebelum kerja di Jepang.

Dalam materi tersebut, kemampuan N4 disebut sebagai salah satu target kemampuan bahasa dasar yang perlu dipersiapkan untuk jalur tertentu, sementara kemampuan N2 disebut sebagai tingkat yang lebih tinggi untuk menunjang peluang pekerjaan profesional.

Tidak berarti belajar bahasa harus berhenti setelah mendapatkan sertifikat.

Justru kemampuan bahasa sebaiknya terus ditingkatkan karena bahasa digunakan untuk berkomunikasi dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.

Semakin baik kemampuan bahasa, semakin besar kemampuan seseorang untuk memahami instruksi dan berkomunikasi dengan lingkungan kerja.

Kerja di Jepang Bisa Memberikan Banyak Pengalaman

Meskipun terdapat berbagai tantangan, pengalaman bekerja di Jepang juga dapat memberikan banyak hal positif.

Dalam materi tersebut disebutkan bahwa bekerja di Jepang dapat membantu seseorang berkembang, termasuk dalam pola pikir, kedisiplinan, keteraturan hidup, dan cara melihat masa depan.

Pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari perkembangan diri.

Namun, pengalaman positif tersebut akan lebih bermanfaat apabila seseorang memang mempersiapkan diri sejak awal.

Jadi, Apa yang Harus Dipersiapkan?

Jika Anda benar-benar ingin kerja di Jepang, jangan hanya fokus pada cara berangkat.

Persiapkan beberapa hal berikut:

Bahasa Jepang

Mulai belajar dari dasar dan tingkatkan kemampuan secara bertahap.

Keterampilan

Tentukan bidang pekerjaan yang ingin ditekuni dan pelajari keterampilannya.

Dokumen

Pastikan dokumen pribadi dan dokumen pendukung sudah dipersiapkan sesuai jalur yang dipilih.

Dana

Hitung seluruh kebutuhan biaya dan jangan mengambil keputusan finansial hanya karena tergiur janji gaji.

Informasi

Cari tahu perusahaan, pekerjaan, jalur keberangkatan, dan lembaga yang terlibat.

Mental

Persiapkan diri untuk hidup dan bekerja jauh dari keluarga.

Rencana Masa Depan

Jangan hanya memikirkan bagaimana cara berangkat. Pikirkan juga apa yang ingin dicapai setelah bekerja di Jepang.

Kesimpulan

Kerja di Jepang bukan sekadar memiliki paspor, membayar LPK, kemudian berangkat.

Calon pekerja perlu mengetahui jalur yang akan digunakan, pekerjaan yang ingin dilakukan, kemampuan bahasa yang dibutuhkan, biaya yang harus disiapkan, serta kondisi pekerjaan yang sebenarnya.

Lima hal penting yang perlu diperhatikan adalah biaya bukan jaminan diterima kerja, tentukan pekerjaan yang ingin dilakukan, jangan hanya mengejar gaji, jangan terburu-buru memilih LPK, dan pahami bahwa bekerja di Jepang berbeda dengan berlibur di Jepang.

Jika sudah memiliki tekad untuk bekerja di Jepang, persiapkan diri sejak sekarang. Tingkatkan bahasa Jepang, kuasai keterampilan, cari informasi secara menyeluruh, dan pastikan jalur keberangkatan yang digunakan jelas.

Dengan persiapan yang matang, pengalaman kerja di Jepang dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, mendapatkan pengalaman internasional, dan membangun karier yang lebih baik.