Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Kerja di Luar Negeri: Jalur, Tips Mencari Pekerjaan, dan Persiapannya

Banyak orang Indonesia ingin tahu cara kerja di luar negeri. Pertanyaannya bukan hanya negara mana yang bisa menjadi tujuan, tetapi juga bagaimana cara mendapatkan pekerjaan, jalur apa yang bisa ditempuh, dan apa saja yang perlu dipersiapkan.

Pengalaman seseorang yang pernah menjalani pendidikan di Jepang dan Amerika Serikat kemudian memulai proses job hunting memberikan gambaran bahwa bekerja di luar negeri bisa ditempuh melalui berbagai jalur. Tidak harus selalu kuliah di luar negeri, karena pengalaman kerja di Indonesia, perusahaan internasional, networking, hingga headhunter juga dapat menjadi jalan menuju karier internasional.

Cara Kerja di Luar Negeri Bisa Melalui Banyak Jalur

Tidak ada satu jalur yang harus digunakan semua orang untuk bisa bekerja di luar negeri.

Dalam pengalaman yang dibagikan, terdapat beberapa kemungkinan jalur yang dapat ditempuh, yaitu:

  1. Kuliah di luar negeri kemudian mencari pekerjaan.

  2. Menempuh S1 dan S2 kemudian melakukan job hunting.

  3. Melanjutkan S3 dan kemudian bekerja di bidang akademik.

  4. Bekerja terlebih dahulu di Indonesia lalu mendapatkan transfer dari perusahaan internasional.

  5. Bekerja di perusahaan Indonesia kemudian direkrut headhunter untuk bekerja di luar negeri.

Artinya, cara kerja di luar negeri tidak harus selalu dimulai dengan berangkat ke luar negeri terlebih dahulu.

Seseorang bisa membangun pendidikan, pengalaman, dan karier di Indonesia sebelum mendapatkan kesempatan internasional.

Mulai dari Pendidikan dan Pengalaman

Dalam pengalaman yang menjadi sumber artikel ini, proses mendapatkan pekerjaan di luar negeri berkaitan erat dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman internasional.

Setelah menyelesaikan pendidikan S1 di Jepang, kemudian dilanjutkan dengan riset dan S2 di Amerika Serikat. Proses mencari pekerjaan dimulai ketika memasuki semester kedua S2.

Namun, pengalaman tersebut bukan berarti pendidikan di luar negeri menjadi syarat mutlak.

Justru disebutkan bahwa banyak orang Indonesia yang menyelesaikan S1 di Indonesia, bekerja beberapa tahun di Indonesia, kemudian mendapatkan kesempatan pindah ke Jepang setelah direkrut oleh headhunter.

Mulai Job Hunting Sebelum Lulus

Salah satu hal menarik dari pengalaman tersebut adalah proses mencari pekerjaan sudah dimulai ketika masih menjalani pendidikan.

Pada semester kedua S2, pilihan yang dihadapi adalah melanjutkan S3 atau mulai bekerja. Kemudian diputuskan untuk mencari pekerjaan karena ingin mendapatkan pengalaman praktis setelah sebelumnya belum memiliki pengalaman kerja.

Cara seperti ini dapat menjadi gambaran bagi mahasiswa yang ingin membangun karier internasional.

Tidak harus menunggu sampai benar-benar lulus baru mulai mencari informasi. Persiapan dapat dilakukan sejak masih kuliah.

Cari Pekerjaan Sesuai Keahlian

Job hunting dilakukan ke beberapa institusi yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan minat.

Dalam pengalaman tersebut, pencarian pekerjaan dilakukan ke:

  • International school

  • IB school

  • Islamic school

  • Industri pendidikan

  • Bidang learning design

  • Curriculum design

Hingga akhirnya ditemukan peluang melalui EF Education First.

Dari sini terlihat bahwa salah satu bagian penting dalam cara kerja di luar negeri adalah mengetahui bidang yang ingin dituju dan mencari perusahaan atau organisasi yang membutuhkan keahlian tersebut.

Manfaatkan LinkedIn untuk Mencari Informasi

LinkedIn menjadi salah satu alat yang digunakan dalam proses pencarian kerja.

Setelah menemukan program Global Management Trainee, dilakukan pencarian terhadap orang-orang yang pernah mengikuti program tersebut. Informasi alumni ditemukan melalui LinkedIn, kemudian mereka dihubungi untuk melakukan percakapan secara online atau coffee chat.

Tujuan coffee chat bukan sekadar meminta pekerjaan.

Melalui percakapan tersebut, calon pelamar bisa mengetahui:

  • Bagaimana pengalaman bekerja di perusahaan.

  • Seperti apa budaya perusahaan.

  • Bagaimana proses karier.

  • Posisi yang mungkin tersedia.

  • Apakah lingkungan perusahaan sesuai dengan dirinya.

Jangan Hanya Menunggu Perusahaan Menilai Kita

Dalam proses mencari pekerjaan, wawancara bukan hanya kesempatan bagi perusahaan untuk menilai kandidat.

Menurut pengalaman yang dibagikan, kandidat juga perlu melihat apakah perusahaan tersebut cocok dengan tujuan dan rencana kariernya.

Karena itu, ketika melakukan interview, calon pekerja juga dapat mencari tahu mengenai:

  • Budaya kerja.

  • Atasan.

  • Prospek karier.

  • Sistem kerja.

  • Kesempatan pindah negara.

  • Program pengembangan karyawan.

Hal tersebut dapat membantu seseorang menentukan apakah pekerjaan yang ditawarkan sesuai dengan rencana jangka panjang.

Networking Bisa Membantu Proses Rekrutmen

Networking ternyata juga dapat memberikan dampak dalam proses pencarian kerja.

Dalam pengalaman tersebut, orang-orang yang sebelumnya diajak berbicara kemudian mengetahui latar belakang, pengalaman, pendidikan, dan visi karier kandidat. Hal tersebut membantu memperkenalkan profil kandidat kepada orang-orang internal perusahaan.

Karena itu, membangun koneksi profesional sejak sebelum melamar pekerjaan dapat menjadi salah satu bagian penting dari cara kerja di luar negeri.

Jangan Membatasi Diri pada Satu Negara

Menariknya, peluang pekerjaan yang awalnya dicari di Amerika Serikat kemudian berkembang menjadi kesempatan di Hong Kong.

Dalam proses interview, terdapat kemungkinan untuk ditempatkan di Hong Kong. Kesempatan tersebut diterima dan akhirnya kandidat mendapatkan pekerjaan di sana.

Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya bersikap terbuka terhadap lokasi pekerjaan selama masih sesuai dengan tujuan karier.

Bisa saja seseorang awalnya mengincar satu negara, tetapi kesempatan terbaik yang tersedia justru muncul di negara lain.

Pengalaman Internasional Bisa Membuka Kesempatan Berikutnya

Setelah mendapatkan pekerjaan di Hong Kong, terdapat berbagai perjalanan dan rotasi kerja ke beberapa negara.

Dalam sekitar enam bulan, pengalaman kerja tersebut mencakup perjalanan ke New York, Prancis, Malta, Korea, Jepang, dan Indonesia.

Kemudian muncul kesempatan untuk mendapatkan penempatan di Jepang.

Dalam perjalanan tersebut, kemampuan bahasa Jepang juga menjadi salah satu faktor yang mendukung kemungkinan penempatan di Tokyo.

Ini menunjukkan bahwa karier internasional dapat berkembang secara bertahap dari satu kesempatan ke kesempatan berikutnya.

Tidak Harus Kuliah di Luar Negeri

Salah satu pesan penting dari pengalaman tersebut adalah tidak harus S1 dan S2 di luar negeri untuk bisa bekerja di luar negeri.

Ada orang Indonesia yang menyelesaikan S1 di Indonesia, kemudian bekerja beberapa tahun dan akhirnya direkrut untuk bekerja di Jepang. Menurut sumber, jalur seperti ini juga terjadi pada orang-orang yang bekerja di bidang teknologi.

Jadi, bagi yang saat ini masih bekerja di Indonesia, membangun pengalaman profesional juga dapat menjadi investasi untuk mendapatkan peluang internasional di kemudian hari.

Bahasa Menjadi Salah Satu Modal Penting

Selain pendidikan dan pengalaman, bahasa juga menjadi salah satu hal yang perlu dipersiapkan.

Dalam sumber, bahasa disebut sebagai salah satu faktor yang dapat membuat seseorang memiliki nilai lebih di perusahaan internasional. Bahasa Inggris disebut sebagai kemampuan dasar, sedangkan bahasa negara tujuan dapat menjadi nilai tambahan.

Jika sudah mengetahui negara tujuan, mempelajari bahasa negara tersebut sejak awal dapat menjadi persiapan yang berguna.

Riset Kehidupan di Negara Tujuan

Mencari tahu cara kerja di luar negeri tidak cukup hanya dengan mencari lowongan pekerjaan.

Calon pekerja juga perlu mencari tahu bagaimana kehidupan di negara tujuan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Biaya hidup.

  • Makanan.

  • Bahasa.

  • Jarak dengan keluarga.

  • Kesehatan.

  • Pendidikan.

  • Kebutuhan ibadah.

  • Dukungan pemerintah.

  • Lingkungan sosial.

  • Apa saja yang harus ditanggung sendiri.

Setiap negara memiliki kondisi yang berbeda. Karena itu, pengalaman orang lain dapat dijadikan referensi, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi pribadi.

Cari Tahu Pengalaman Orang yang Sudah Bekerja di Luar Negeri

Salah satu cara yang disarankan dalam sumber adalah melihat profil orang yang sudah bekerja di luar negeri.

Dari profil tersebut, kita dapat menelusuri bagaimana mereka mendapatkan pekerjaan. Apakah melalui pendidikan, job hunting, perusahaan internasional, transfer, atau headhunter.

Selain LinkedIn, pengalaman orang lain di berbagai platform juga dapat membantu memberikan gambaran mengenai realita kehidupan di negara tujuan.

Kesimpulan

Cara kerja di luar negeri tidak hanya memiliki satu jalur. Ada orang yang mendapatkan pekerjaan setelah kuliah di luar negeri, ada yang bekerja terlebih dahulu di Indonesia, ada yang pindah melalui perusahaan internasional, dan ada pula yang direkrut oleh headhunter.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan sejak sekarang adalah membangun kemampuan, pengalaman, dan jaringan profesional. LinkedIn dapat dimanfaatkan untuk mencari perusahaan, melihat profil pekerja, mencari alumni, serta melakukan networking melalui coffee chat.

Kemampuan bahasa juga menjadi modal penting. Bahasa Inggris menjadi dasar yang berguna, sedangkan bahasa negara tujuan dapat menjadi nilai tambahan.

Jadi, bagi yang ingin kerja di luar negeri, jangan hanya mencari lowongan. Pelajari juga jalur orang-orang yang sudah berhasil mendapatkan pekerjaan di luar negeri, bangun kemampuan dari sekarang, dan lakukan riset mengenai kehidupan di negara tujuan sebelum mengambil keputusan.