Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bentuk Masu Coret: 1 Rumus untuk 10 Pola Kalimat Bahasa Jepang

Dalam belajar bahasa Jepang, ada banyak perubahan bentuk kata kerja yang perlu dipahami. Salah satu yang cukup penting dan sering muncul di berbagai buku pelajaran bahasa Jepang adalah bentuk I, yang juga dikenal sebagai bentuk masu coret.

Kabar baiknya, bentuk ini termasuk salah satu perubahan kata kerja yang cukup sederhana. Kita hanya perlu memahami satu rumus dasar, yaitu menghilangkan “masu” dari bentuk masu. Dari satu bentuk tersebut, kita bisa membuat berbagai pola kalimat bahasa Jepang, mulai dari meminta izin, menyatakan keinginan, menunjukkan tujuan, menyatakan kegiatan yang dilakukan bersamaan, sampai membentuk kata benda.

Apa Itu Bentuk Masu Coret?

Bentuk masu coret adalah bentuk kata kerja yang dibuat dengan menghilangkan ます (masu) dari kata kerja bentuk masu.

Menariknya, berdasarkan materi ini, rumus tersebut dapat digunakan pada kata kerja kelompok 1, kelompok 2, maupun kelompok 3. Cara dasarnya tetap sama.

Contohnya:

  • きます (kimas)き (ki) = datang

  • たべます (tabemasu)たべ (tabe) = makan

  • かきます (kakimasu)かき (kaki) = menulis

Jadi, kalau sudah mengetahui bentuk masu, kita tinggal mencoret bagian ます.

Inilah yang membuat bentuk masu coret terasa lebih sederhana dibandingkan beberapa perubahan bentuk kata kerja lainnya.


10 Pola Kalimat Menggunakan Bentuk Masu Coret

Setelah memahami rumus dasarnya, bentuk masu coret dapat digunakan untuk berbagai pola kalimat.

Berikut pola-pola yang dibahas dalam materi.

1. O + Bentuk Masu Coret + Nasai

Pola pertama adalah:

O + bentuk masu coret + なさい

Pola ini memberikan kesan seperti perintah, tetapi lebih halus. Biasanya digunakan oleh seseorang yang posisinya lebih tinggi kepada orang yang posisinya lebih rendah, misalnya orang tua kepada anak.

Contohnya:

おかえりなさい (okaerinasai)
Artinya: selamat datang kembali atau selamat pulang.

Contoh lainnya:

おやすみなさい (oyasuminasai)
Artinya: selamat tidur atau selamat beristirahat.

Perlu diperhatikan bahwa huruf お (o) di depan memiliki fungsi sebagai awalan sopan dalam pola tersebut.

Jika bagian dihilangkan, bentuknya menjadi lebih kasar, misalnya:

やすみなさい (yasuminasai)

Karena itu, jangan sampai salah menghilangkan bagian ketika ingin mempertahankan nuansa sopan.


2. O + Bentuk Masu Coret + Kudasai

Pola kedua adalah:

O + bentuk masu coret + ください

Pola ini mirip dengan pola sebelumnya, tetapi sering digunakan ketika kita berada dalam situasi sebagai tamu atau pelanggan.

Contohnya:

おすわりください (osuwari kudasai)
Artinya: silakan duduk.

Pola ini berguna ketika kita ingin memberikan atau menyampaikan permintaan dengan cara yang lebih sopan.


3. Bentuk Masu Coret + Tai Desu

Pola ketiga:

Bentuk masu coret + たいです

Pola ini digunakan untuk menyatakan keinginan.

Contohnya:

いきたいです (ikitai desu)
Artinya: ingin pergi.

のみたいです (nomitai desu)
Artinya: ingin minum.

Pola たいです sangat berguna dalam percakapan sehari-hari karena kita sering ingin menyampaikan sesuatu yang ingin dilakukan.

Perubahan Bentuk Negatif dan Lampau

Bagian pada akhir たい dapat mengalami perubahan seperti kata sifat-i.

Perubahannya:

  • い → くない untuk bentuk negatif

  • い → かった untuk bentuk lampau

  • い → くなかった untuk bentuk negatif lampau

Contohnya dari:

のみたいです
= ingin minum

Menjadi:

のみたくないです
= tidak ingin minum

のみたかったです
= sebelumnya ingin minum

のみたくなかったです
= sebelumnya tidak ingin minum.


4. Bentuk Masu Coret + Ni + Ikimasu/Kimasu/Kaerimasu

Pola keempat menggunakan:

Bentuk masu coret + に + 行きます・来ます・帰ります

Pola ini digunakan untuk menunjukkan tujuan pergi, datang, atau pulang untuk melakukan suatu kegiatan.

Contohnya, jika kita pergi ke bioskop dengan tujuan menonton film, maka kegiatan menonton menjadi tujuan dari kepergian tersebut.

Contoh:

映画を見に行きます。
Eiga o mi ni ikimasu.
= Pergi untuk menonton film.

Jika sudah sampai di tempat tujuan, kata kerja yang digunakan dapat berubah menjadi kimasu.

Selain itu, pola yang sama juga dapat digunakan untuk menunjukkan tujuan pulang.

Misalnya:

インドネシアへ家族と遊びに帰ります。
= Pulang ke Indonesia untuk bermain bersama keluarga.


5. Bentuk Masu Coret + Nagara

Pola kelima:

Bentuk masu coret + ながら + kata kerja lain

Pola ini digunakan untuk menunjukkan dua kegiatan yang dilakukan secara bersamaan. Hal yang perlu diperhatikan adalah kata kerja sebelum ながら merupakan kegiatan sambil, sedangkan kata kerja setelahnya merupakan kegiatan utama.

Contohnya:

音楽を聞きながら働きます。
Ongaku o kikinagara hatarakimasu.
= Bekerja sambil mendengarkan musik.

Sebaliknya:

働きながら音楽を聞きます。
Hatarakinagara ongaku o kikimasu.
= Mendengarkan musik sambil bekerja.

Kedua kalimat tersebut sama-sama menggunakan kegiatan bekerja dan mendengarkan musik.

Namun, kegiatan utamanya berbeda.

Karena itu, posisi kata kerja sebelum dan sesudah ながら harus diperhatikan.


6. Bentuk Masu Coret + Yasui/Nikui

Pola keenam:

Bentuk masu coret + やすい / にくい

Pola ini digunakan untuk menyatakan sesuatu yang mudah atau sulit dilakukan.

Contohnya:

この薬は飲みやすいです。
Kono kusuri wa nomiyasui desu.
= Obat ini mudah diminum.

Contoh lainnya:

この道は歩きにくいです。
Kono michi wa arukinikui desu.
= Jalan ini sulit dilewati dengan berjalan kaki.

Dalam materi ini juga ditekankan bahwa やすい (yasui) pada pola tersebut ditulis dengan hiragana karena maknanya berbeda dengan 安い (yasui) yang berarti murah.

Jadi, jangan hanya mengandalkan bunyi. Perhatikan juga konteks dan penulisannya.


7. Bentuk Masu Coret + Mono

Pola ketujuh:

Bentuk masu coret + もの

Pola ini digunakan untuk membentuk kata benda baru dari kata kerja.

Contohnya:

飲み物 (nomimono)
= minuman

食べ物 (tabemono)
= makanan

Ada juga contoh yang cukup menarik:

着ます (kimasu)
= memakai

Jika bentuk masu-nya dicoret menjadi ki, lalu digabungkan dengan mono, terbentuk kata:

着物 (kimono)

Kimono merupakan pakaian tradisional Jepang.


8. Bentuk Masu Coret + Kata

Pola kedelapan digunakan untuk menunjukkan cara melakukan sesuatu.

Contohnya:

使い方 (tsukaikata)
= cara menggunakan

話し方 (hanashikata)
= cara berbicara

Dengan memahami pola ini, kita bisa melihat bahwa bentuk masu coret tidak hanya digunakan untuk membuat kalimat, tetapi juga dapat membantu membentuk kosakata baru.


9. Bentuk Masu Coret + Sou Desu

Pola kesembilan merupakan pola tambahan:

Bentuk masu coret + そうです

Artinya kurang lebih kelihatannya atau sepertinya.

Contohnya:

雨が降りそうです。
Ame ga furisou desu.
= Sepertinya akan turun hujan.

Pola そうです juga dapat digunakan dengan kata sifat.

Untuk kata sifat-i, huruf dilepas sebelum ditambahkan そうです.

Contohnya:

おいしそうです。
= Kelihatannya enak.

Untuk kata sifat-na, bagian juga dilepas.

Materi ini juga memberikan catatan khusus mengenai kata sifat よい (yoi) dan ない (nai) yang memiliki perubahan khusus pada bentuk ini.


10. Bentuk Masu Coret + Sugimasu

Pola kesepuluh:

Bentuk masu coret + すぎます

Artinya adalah terlalu atau sesuatu yang dilakukan secara berlebihan.

Contohnya:

ケーキを食べすぎました。
Keeki o tabesugimashita.
= Terlalu banyak makan kue.

Contoh lainnya:

大きすぎます。
= Terlalu besar.

Pola ini juga dapat digunakan dengan kata sifat.

Jadi, すぎます tidak hanya digunakan bersama kata kerja.


Kenapa Bentuk Masu Coret Penting Dipelajari?

Menurut materi ini, bentuk masu coret termasuk perubahan bentuk kata kerja yang cukup sederhana. Kita hanya perlu mencoret bagian ます, kemudian bentuk tersebut dapat digunakan untuk banyak pola.

Dari satu rumus, kita bisa:

  1. Membuat perintah yang lebih sopan.

  2. Menyampaikan permintaan.

  3. Menyatakan keinginan.

  4. Menunjukkan tujuan pergi, datang, atau pulang.

  5. Menyatakan dua kegiatan yang dilakukan bersamaan.

  6. Menyatakan sesuatu yang mudah atau sulit dilakukan.

  7. Membentuk kata benda.

  8. Menyatakan cara melakukan sesuatu.

  9. Menyatakan sesuatu yang kelihatannya akan terjadi.

  10. Menyatakan sesuatu yang dilakukan secara berlebihan.

Jadi, ketika belajar bahasa Jepang, jangan hanya menghafalkan rumusnya. Cobalah membuat contoh kalimat sendiri menggunakan setiap pola.

Kesimpulan

Bentuk masu coret atau bentuk I merupakan salah satu dasar penting dalam belajar bahasa Jepang.

Rumus dasarnya sederhana:

Bentuk ます → coret ます → bentuk masu coret

Contohnya:

食べます → 食べ
飲みます → 飲み
書きます → 書き
来ます → 来

Setelah memahami bentuk tersebut, kita bisa menggunakannya dalam berbagai pola kalimat, seperti ~なさい, ~ください, ~たい, ~に行きます, ~ながら, ~やすい, ~にくい, ~もの, ~方, ~そうです, dan ~すぎます.

Jadi, satu rumus sederhana ternyata bisa digunakan untuk banyak kebutuhan dalam percakapan bahasa Jepang.